Story

Bukan Uang, Pria Ini Merampok Casino Bellagio Hanya Untuk “Chip”, Aneh Bukan?

Hai para pecinta “gambling”, sebelumnya, pernahkah anda mendengar kisah tentang seseorang yang pernah merampok di sebuah casino? Yap, orang yang bisa dibilang “kurang waras” ini bernama Tony Carleo. Tidak hanya merampok untuk mendapatkan uang, tapi dia juga menganggap yang dia lakukan itu sebagai sebuah kesenangan.

Tony Carleo memiliki sebuah kisah yang sangat menarik yang ingin dibagikannya kepada anda. Kisah ini adalah tentang kunjungan yang pernah dia lakukan ke Las Vegas beberapa waktu yang lalu, tepatnya 10 tahun silam, saat usianya masih berkisar 20 tahunan. Dijamin kisah ini tidak akan membuat anda kecewa.

Terinspirasi Dari Seorang Penjudi “Gila”

“Waktu itu, aku sedang berada dan duduk di sebuah casino,” katanya, “kemudian ada sekelompok orang yang mulai mengerumuni sebuah meja, dimana ada sekitar dua atau tiga orang berada di dalam kerumunan tersebut. Tak tahu kenapa, tapi orang-orang di sana sepertinya sangat tertarik dan ingin sekali untuk melihat sesuatu yang ada di dalam sana.”

Ternyata eh ternyata, di sana ada seorang pria yang sedang bertaruh keras untuk angka 8, dimana dia sangat percaya bahwa dadu tersebut akan mendarat tepat pada angka empat – empat, sebelum akhirnya membentuk kombinasi tujuh atau kombinasi lain yang menambah angka menjadi delapan.

Taruhan itu berlangsung cukup panjang, tapi lelaki tersebut tetap saja menaikkan taruhannya dan semakin menaikkannya lagi. Taruhan yang tadinya hanya sebesar $ 5, kini telah berubah menjadi 50 dan bahkan sampai 500. Lelaki itu terus saja membiarkan taruhannya terus naik.

Carleo yang merasa sangat penasaran pun akhirnya mencoba untuk masuk ke dalam kerumunan tersebut, untuk bisa melihat lebih dekat tontonan yang ada di dalamnya. Tapi saat berhasil masuk ke dalam kerumunan, dia melihat pria itu terus menerus berguling entah karena merasa bahagia karena menang atau karena ada alasan lainnya.

Dia kembali bertaruh untuk angka 8 sekali lagi dan kemudian menaikkan taruhannya sekali lagi. Tiba-tiba, kerumunan orang yang sedang berada di sana berteriak.

“Sangat tidak mungkin kalau dia bisa mendapatkan angka 8. Untuk mendapatkan angka 4 berturut-turut juga hampir tidak mungkin”. Begitulah teriakan para penonton kepada lelaki yang sangat nekat tersebut.

Dealer permainan tiba-tiba mendatangi pria “gila” yang ternyata berhasil menjadi pemenang permainan itu. Dia telah berhasil memenangkan chip sebesar $ 50.000, yang tadinya hanya berawal dari chip seharga $ 5 saja. Gila sekali Bukan? Hanya dengan sebuah keyakinan yang kuat, orang ini berhasil memenangkan uang dalam jumlah yang besar.

Bagi Carleo, kisah lelaki ini menjadi sebuah bukti dari sebuah keyakinan, yang selalu ada di dalam dirinya. Menurutnya, selama anda memiliki kesempatan untuk membuka diri terhadap nasib, tidak ada yang pernah tahu atau menebak apa yang mungkin akan terjadi pada anda dikedepannya.

“Jika dia bisa melakukannya, aku pun bisa, ” kata carleo. Keberuntungan yang terjadi pada pria yang di casino itu juga bisa terjadi pada ku.” Begitulah pemikiran yang terllintas dalam benak carleo setelah melihat kejadian yang mengejutkan dirinya tersebut.

Merampok casino Bellagio

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada bulan Desember 2010, Carleo tiba di Bellagio Hotel dan Casino pada hari selasa sekitar pukul 4 pagi, dengan sebuah rencana yaitu untuk menguji keyakinannya. Dia pun mulai memarkir motor Suzuki-nya di dekat sebuah stan, kemudian meletakkan sepedanya di sebuah gang kecil, sehingga ban depannya mengarah jauh dari casino.

Saat datang ke sana, carleo mengenakan pakaian yang serba berwarna gelap, lengkap dengan sarung tangan karet dan sebuah helm sepeda motor yang jika dipakai, orang-orang tidak akan bisa melihat wajah si pemakai helm tersebut . Di tangan kirinya, yang berada di dalam saku depannya, tersembunyi sebuah pistol asli.

“Aku sebenarnya nggak berniat menggunakan pistol ini untuk hal-hal lain, selain hanya untuk tindakan pencegahan saja,” kenang carleo. ” Tapi ingat, meskipun hanya sebagai tindakan pencegahan, anda harus tetap memiliki peluru di dalamnya. Kalau tidak, pistol yang anda bawa itu hanya akan memberatkan anda saja.” Setidaknya begitulah nasihat yang disampaikan oleh carleo.

Di sebuah bilik yang berada di luar pintu masuk casino tersebut, ada satpam wanita yang sedang berjaga, tepatnya seorang wanita tua. Pada malam hari sebelum melancrkan aksinya, Carleo telah melengkapi adrenalinnya dengan mengkonsumsi beberapa kokain dan OxyContin.

Dengan tujuan jahatnya yang seperti itu, entah bagaimana dia masih saja bisa melambaikan tangan atau menyapa penjaga yang berada di sana. Herannya lagi, si penjaga malah balik membalas sapaan carleo dengan melambaikan tangan ke arahnya. Wah, kacau sekali ya orang seperti ini guys. hehe

Di dalam casino, Carleo tetap berada di dekat salah satu dinding, bergerak melewati tepian mesin slot yang berkedip dan berkicau, tanpa adanya penjagaan.

Lima hari yang lalu, Carleo telah merampok casino pertamanya, yaitu Suncoast, yang berada 10 mil dari jalurnya berada. Pada waktu itu dia berhasil merampok chip, yang jika ditunaikan bisa mencapai $ 19.000 dari ruangan permainan poker. Keberhasilannya tersebut telah meningkatkan kepercayaan dirinya untuk mencoba keberuntungannya sekali lagi.

Kali ini, adrenalin yang meningkat nampaknya semakin mempertinggi persepsi dan memperjelas pemikiran carleo untuk kembali melakukan perampokan di casino.

“Saat akan beraksi, aku merasa seperti seorang pemangsa yang sedang menguntit mangsaku,” kata Carleo.

Kali ini mangsa Carleo adalah meja craps high-limit, yaitu satu-satunya yang terbuka pada jam segini. Dengan cepat, dia sudah berada pada jarak 20 meter ke meja permainan dan kemudian dengan sigap mengeluarkan pistolnya. Dia bisa mendengar suaranya sendiri yang sedang meneriaki semua orang yang berada di sana, “Pindahkan! Pindah!” Begitulah suara teriakannya yang terdengar.

Stickman, dealer dan para pemain lainnya dengan cepat meluncur untuk memindahkan chip. Seorang pria bahkan terjun ke samping seperti seorang stuntman dalam film-film laga. Ada sekitar jutaan dolar yang bisa didapatkan carleo dari chip-chip yang berwarna ungu dan kuning, merah-putih dan biru, yang tersusun rapi di depan dealer.

Dan malam ini, Carleo bisa mengambil chip sebanyak yang bisa dia ambil. Dia pun mulai menyekop dan mulai meindahkan sedikit demi sedikit chip dari atas meja ke dalam ransel yang dia kenakan secara terbalik di dadanya. Tumpukan chip seharga $ 1.000 dan $ 5.000 chip mulai berjatuhan dari atas meja hijau.

Selama 15 detik yang berasa seperti 15 hari, mendadak sesuatu yang ada di dalam dirinya berteriak ketakutan.

“Aku punya rencana besar untuk malam itu,” ingat Carleo. “Aku akan merampok ruang poker dan toko Cartier, tapi kemudian pergumulan-pergumulan mulai mengisi pikiranku seolah berputar-putar di atas kepalaku dan membuatku terasa seperti sedang terbang.”

Kira-kira saat itu, carleo harus melewati sejauh 200 yard untuk bisa kabur dari casino, menuju ke tempat dimana dia memakirkan sepedanya. Cedera lutut lama yang pernah dialaminya dan lapisan tambahan pada pakaian yang dikenakannya seakan membuat gerakannya seperti melambat dan terasa seperti berlari menyusuri ombak.

Helm sepeda motor yang tadinya berfungsi dengan baik untuk menyembunyikan identitas wajahnya, sekarang malah mengacaukan penglihatannya, sehingga dia tidak bisa melihat apakah ada orang yang akan bertindak sebagai seorang pahlawan untuk menghalanginya kabur dari tempat itu.

Ketika Carleo sampai di pintu, salah seorang pelayan berusaha untuk menghalangi dan menghentikan jalannya. Melihat hal itu, Carleo pun melayangkan pistolnya ke arah pria tersebut dan membuatnya terjatuh.

Carleo tahu bahwa pencurian yang dilakukannya ini jauh lebih besar dari apa yang telah dilakukannya di Suncoast, bahkan dia belum tahu seberapa besar dampak dari perbuatan yang telah dilakukannya itu. Di dalam ransel yang dipakaikan oleh Carleo di dadanya, terdapat chip casino yang harganya hampir $ 1,5 juta.

Latar Belakang Kehidupan Carleo

Carleo, yang telah berusia 29 tahun ini sebenarnya pindah ke Las Vegas 16 bulan yang lalu, dengan maksud untuk mengikuti kuliah di University of Nevada, Las Vegas. Dia juga ingin mendaftar ke sekolah kedokteran setelah dia lulus.

Di sana, dia mengambil alih sebuah kamar kosong di rumah ayahnya, yang merupakan seorang hakim pengadilan kota Las Vegas, yang bernama George Assad dan selalu berusaha untuk menjaga hidupnya agar tetap pada jalan yang lurus dan sempit.

Di papan buletin kamarnya, dia menempelkan foto sepupunya yang bernama Augie, yang meninggal karena overdosis. Disana dia juga menuliskan kata-kata “berhasil untukku.” Entah apa sebenarnya maksud atau makna dari kata-kata yang dituliskan oleh Carleo tersebut.

Kenyataannya, Carleo bukanlah seseorang yang tidak memiliki model atau contoh yang baik untuk bisa ditiru dalam kehidupannya.

“Ayahku, ayah tiriku, pamanku, mereka semua adalah orang-orang yang punya banyak uang, jas yang bagus, mobil bagus dan rumah yang mewah,” kata Carleo. ” Tapi mereka semua bekerja keras untuk bisa mendapatkan semua kesuksesan tersebut. Berbeda dengan saya yang tidak punya waktu untuk hal semacam itu, karena aku bukanlah tipe orang yang sabar.”

Detik-detik Kebangkrutan Carleo

Carleo telah menghabiskan dua puluh tahunnya di Pueblo, Colorado. Dia membantu mengelola bisnis bar dan limo milik keluarganya, sempat bekerja sebagai DJ dan juga pernah menjual ganja, ekstasi, pil rasa sakit dan coke. Dia bahkan pernah menjual atap truk saat hujan badai yang buruk merusak rumah-rumah yang berada di sekitar kota.

Dia pun mulai menggunakan sisa uang yang dimilikinya untuk membeli properti sewaan, menandatangani pinjaman dengan pembayaran bunga yang akan terus meningkat setelah beberapa tahun. Saat krisis keuangan melanda, Carleo dipercaya untuk memegang sederet hipotek bawah air.

Tapi sekarang, bak tenggelam dalam hutang, dia akhirnya terpaksa menjual rumahnya sendiri dan membiarkan usaha propertinya tersebut masuk ke dalam penyitaan Bank. Pada bulan Mei tahun 2009 yang lalu, dia pun akhirnya mengalami kebangkrutan.

Beberapa bulan kemudian, Carleo berhasil mengumpulkan uang sebesar $ 30.000 dengan melikuidasi sisa harta miliknya dan melakukan perjalanan selama 12 jam ke Vegas untuk memulai kehidupan barunya.

Kesukaannya Terhadap Dunia Perjudian

Selama dua semester, dia berhasil mengikuti studinya meskipun dia kerap mengalami beberapa gangguan di kota barunya tersebut dan juga karena masalah kecanduannya terhadap OxyContin. Carleo juga mempunyai seorang pacar.

Sebenarnya banyak wanita yang tertarik pada carleo, karena wanita di sana sangat suka dengan pria berciri khas Italia yang gelap, memiliki dada yang bidang, terlebih lagi dia memiliki persediaan obat-obatan terlarang.

Meski begitu, Carleo masih saja sering merasa kesepian di Las Vegas. Kondisi seperti inilah yang ia coba abaikan dengan cara menghabiskan lebih banyak waktu di casino. Pada akhir November 2010, selama dua minggu istirahat dari kelas, kehidupan carleo perlahan-lahan mulai berubah menjadi semakin berantakan.

“Setiap hari aku akan bangun dan harus mencari sesuatu untuk dilakukan,” katanya. “Aku tidak bekerja, sekolah juga sudah keluar, jadi dengan kata lain aku punya banyak waktu luang.”

Karena tidak lagi memiliki kesibukan seperti yang sebelum-sebelumnya, Carleo pun memilih untuk berjudi. Mungkin kehidupannya akan berubah menjadi lebih berbeda jika dia menang, tapi nyatanya dia tidak pernah menang.

Setelah kehilangan setengah dari gajinya selama beberapa hari, Carleo mengambil sisa uang terakhirnya yaitu sebesar $ 12.000 dan mengikuti pertandingan poker taruhan tinggi di Bellagio.

“Orang-orang di tempat ini hanya menunggu turis-turis yang datang dengan keadaan mabuk atau bajingan sepertiku untuk menaruh semua uang mereka di atas meja.” kata carleo.

Hanya dalam hitungan jam saja, Carleo sudah kalah sebanyak enam ribu. Sekitar tengah malaman, dia kemudian beralih ke permainan blackjack dan meletakkan semua uangnya yang tersisa di atas meja.

“Rasanya seperti Alamo, meja itu akan menjadi tempat terakhirku.”

Dalam waktu kurang dari satu jam, dealer akhirnya membebaskan Carleo dari dolar terakhirnya. Carleo pun keluar dari casino menuju ke mobilnya dengan perasaan marah dan malu.

“Saya merasa seperti pesawat yang turun dan hanya berputar-putar.”

Rencana Perampokan di casino Suncoast

Ketika Carleo bangun di pagi berikutnya, dia sangat ingin kembali lagi ke tempat tersebut. Dia mencoba menghubungi beberapa temannya, untuk menemukan seseorang yang ingin membeli beberapa OxyContin darinya. Dan pada akhirnya, dari seorang penari telanjang yang dia kenal yang juga adalah pembelinya, dia pun mendapatkan uang sebesar $ 800.

Tanpa pikir panjang lagi, Carleo mulai menyetir mobilnya menuju ke Bellagio, kemudian dengan segera memasukkan uangnya ke dalam permainan poker.

Di meja permainan, Carleo tiba-tiba memaku pada seorang anak Eropa yang tinggi dan kurus, dengan sandal jepit dan celana pendek yang menarik chip seharga 5.000 dolar dari dalam tas Royal Crown berwarna ungu miliknya. Carleo tahu bahwa jika dia bisa mendapatkan tas anak itu, rasa sakit tanpa henti yang ia rasakan akan langsung berhenti.

“Ide yang bagus, kata Carleo. Ide itu menjadi seperti infeksi di otakku.” Tapi meskipun demikian, carleo tidak melakukannya.

Tapi bagaimanapun, selalu ada cara lain yang dilakukan oleh Carleo untuk bisa mendapatkan chip casino dengan cara yang instan. Di setiap meja blackjack, pai gow dan meja craps anda bisa mendapatkan ratusan ribu dolar, hanya dengan duduk saja di sana.

Fantasi itulah yang kerap membawa para penjudi kedalam lubang. “Bagaimana ya jika aku menjangkau ke seberang meja dan kemudian merampoknya?” Tanya carleo dalam hati.

Dua malam kemudian, Carleo mendapatkan pesan teks yang mengajaknya untuk bermain poker di casino Suncoast yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Suncoast adalah tempat yang sempurna untuk melakukan apa yang ada di dalam pikirannya tersebut.

Kira-kira ada sekitar 20 meter jarak dari ruangan kasir poker ke pintu masuk samping, dimana ia bisa memarkir sepeda motornya. “Aku nggak bisa lagi bermain di pertandingan Suncoast itu,” kenang Carleo, “Jadi saya harus melakukan hal terbaik selanjutnya, yaitu merampoknya.”

Dia masuk dan keluar tempat itu jauh sebelum tim keamanan atau polisi tiba. Hal yang lebih penting daripada uang tunai sebesar $ 19.000 yang dia dapatkan adalah, pengetahuan tentang betapa mudahnya merampok sebuah casino.

Menjadi Jutawan Chip casino

Setelah merampok Bellagio, Carleo telah mencapai sesuatu yang tidak dapat dia lakukan dalam satu dekade sebelumnya. Dia telah menjadikan dirinya sebagai seorang jutawan. Tapi, karena dia telah mencuri chip dan bukan uang tunai, dia benar-benar menjadi seorang jutawan di dalam casino Bellagio.

Oleh karena itu, dia harus memarkir mobilnya di garasi casino, naik lift casino dan berjalan di lantai marmer casino di bawah pengawasan ribuan kamera. Dia harus menyerahkan chip casino ke kasir casino dan berharap mereka akan memberinya uang daripada menelepon polisi.

Dan karena mencoba menebus terlalu banyak chip sekaligus bisa membawa perhatian yang tidak diinginkan, jadi carleo harus melakukannya secara berulang-ulang.

Carleo pun kembali pada malam pertama setelah perampokan yang dilakukannya.

“Aku baru saja mendepak tempat ini dan sekarang aku malah akan menukarkan semua chip yang telah saya ambil di sini.”

Carleo tidak bisa mendeteksi adanya tanda-tanda masalah di sepanjang rute yang sudah dikenalnya saat akan menuju ke ruang poker. Tidak ada poster Wanted dengan fotonya di sana. Tak satu pun dari dealer atau petugas keamanan memperlakukannya dengan cara yang berbeda dari ribuan penjudi lainnya, yang mengejar kekayaan mereka di satu meja atau meja lainnya.

“Begitu aku masuk dan tidak langsung merasa gelisah, aku pun mulai merasa lebih baik,” kata Carleo. “Mereka tidak tahu siapa aku sebenarnya.”

Carleo akhirnya menemukan tempat duduk di permainan poker taruhan tinggi, kemudian membeli ratusan dolar dari perampokan Suncoast yang dilakukan sebelumnya. Jika pemain lain membayarnya, itu hanya karena mereka ingin mengambil uangnya. Saat malam berlalu, Carleo menyelipkan beberapa chip $ 5.000 yang dicuri ke dalam tumpukan chipnya.

Asyiknya, casino itu tidak repot-repot melacak siapa yang menang dan kalah di meja poker di penghujung malam. Meski kasir meminta kartu ID dari pemainnya, Carleo tetap tidak memiliki masalah saat menguangkan chip-chip miliknya itu.

“Saya bukan bajingan baru yang datang dari the Strip bersama sekelompok chip,” kata Carleo. “Aku adalah bajingan tua dengan segenggam chip.”

Carleo tidak suka jika hanya berbaring saja. Baginya, ruang poker adalah tempat teraman untuk melakukan operasi pencucian uangnya, tapi hanya ada waktu 2 malam sebelum dia dicari-cari atau menjadi buronan. Dia menemukan jawaban atas omong kosong tersebut, yaitu pada meja nomor 5, yang tidak lain adalah meja yang sama dengan yang dia dirampok kemarin.

“Aku baru saja tertarik ke meja itu tanpa harus adanya alasan apapun,” kata Carleo.

Kehilangan Banyak Chip Pada Malan Tahun Baru

Pada saat itu, cerita tentang “Biker Bandit” mulai tersebar di masyarakat dan di berbagai media. Stasiun TV lokal juga telah menayangkan rekaman keamanan yang menampilkan gambar Carleo dengan pakaian khas yang biasa dikenakanya dan juga dengan helm berlapisnya, yang datang ke casino dengan menggunakan motornya.

Saat Carleo baru saja menjatuhkan beberapa taruhannya dan sebuah chip hitam sebesar $ 100, namun semua orang yang berada di meja tersebut mulai membicarakan dirinya.

“Kamu pikir orang itu akan lolos begitu saja?” Seseorang bertanya.

“Orang itu gila,” kata salah satu dealer. “Tentu saja dia akan tertangkap.”

“Kau bercanda, ya? Dia jenius tau, aku jamin dia sudah lama pergi dari sini.”

Bagi Carleo, cerita itu seakan tidak nyata. Dian menganggapnya seperti sedang mendengarkan eulogi di pemakamannya sendiri.

“Pembicaraan mereka itu hanya memberikan saya sensasi menjadi satu-satunya orang yang tahu apa sebenarnya yang telah terjadi,” katanya. “Mungkin banyak yang akan berpikir kalau aku orang yang narsis, tapi yang terpenting untukku adalah aku sangat menikmati bermain di meja itu.”

Carleo akhirnya mendapatkan perhatian dari manajemen casino, tapi bukan sebagai tersangka kriminal. casino seperti Bellagio biasanya akan memberi perhatian besar kepada mereka yang bermain pada meja tinggi, kemudian menyuguhkan mereka dengan makanan dan kamar gratis, serta tiket ke pertunjukan, dengan harapan mereka akan tinggal lebih lama di sana dan berjudi game lebih banyak.

Carleo pun memilih pelayan casinonya sendiri, yang akan memasakkannya makan malam steak dan menyiapkan layanan kamar seharga $ 600 per malam. Dia kemudian naik lift dari kamarnya dengan mengenakan baju olahraga berwarna krem, dengan sebuah sulaman emas bertuliskan “B” yang disulam pada bagian dada.

Selama beberapa minggu berikutnya, Carleo telah menghabiskan sebanyak ribuan dolar hanya untuk obat-obatan terlarang dan wanita. Dia mengklaim bahwa dia telah menghabiskan sebanyak $ 5.000 untuk satu malam di sebuah klub strip hanya dalam empat jam saja.

“Aku harus memainkan peranku dan mewujudkan impian itu,” kata Carleo. ” Ada kalanya, aku tidak ingin mengatakan bahwa aku tidak peduli jika aku kalah. Itu bukanlah sebuah masalah untukku. Tidak masalah apa yang terjadi di atas meja, menang, kalah atau imbang, aku masih bisa berjalan menuju ke kasir dan menguangkannya menjadi 20 atau 30.000 dolar. ” Kata carleo.

Lebih dari satu juta dolar chip yang telah dicuri oleh Carleo adalah chip seharga $ 25.000 yang berwarna cranberry. Di bagian dalam sistem komputer Bellagio, ada daftar nama semua pria dan wanita yang pernah mempertaruhkan taruhan yang cukup tinggi, sehingga secara sah memenangkan begitu banyak chip-chip besar, tapi sayangnya nama Carleo tidak ada di dalam daftar itu.

Akan tetapi, ia adalah seorang pria yang cukup pintar untuk mengetahui bahwa mencoba menguangkan chip cranberry tunggal akan menimbulkan kecurigaan. Tapi di luar itu, Carleo bertindak dengan sedikit hati-hati. Dia hidup seolah-olah persediaan chip curiannya tidak hanya sangat besar, tapi juga takkan habis-habisnya.

Pada saat perayaan malam tahun baru, Carleo menerbangkan teman lamanya dan mantan partner obat terlarangnya yang bernama Alex dari Colorado untuk berkunjung ke tempat dia berada saat ini. Saat jam-jam hanya tinggal hitungan detik menuju tahun 2011, Alex dan seorang wanita melihat Carleo yang begitu tergila-gila pada meja blackjack. “Dia main dengan sangat keras, bertaruh $ 10.000 di tangan,” kata Alex. “Dan pasti tidak menang.”

Alex dan wanita itu berusaha untuk membuat Carleo meninggalkan meja, tapi dia malah menyuruh mereka membiarkannya tetap main. Pucat, keringat mulai berjatuhan di keningnya, Carleo tidak bisa menahan diri. Ketika Tahun Baru tiba dan kembang api menerangi langit di atas Las Vegas Strip, Carleo masih tetap berada di dalam casino, membungkuk, mengejar kerugiannya sampai pada akhirnya dia kehilangan semua chip miliknya beserta uang tunai yang ada di tangannya.

“Kurasa dia sudah kehilangan lebih dari 100.000,” kata Alex. “Saat itu Kami sudah meminum banyak pil, jadi kami sama sekali tidak bisa lagi berpikir lurus.”

Saat itu, Carleo memperkirakan bahwa dia sudah merokok setidaknya delapan 80 miligram pil OxyContin sehari, lemudian mencampur kokain saat dia mulai mengangguk-angguk di atas meja. Alex mengatakan bahwa saat itu Carleo dalam kondisi yang buruk, dimana kulitnya pucat dan matanya berair.

Keesokannya ketika tiba saatnya Alex harus terbang kembali ke Colorado, mereka berdua sempat bertengkar di dalam mobil saat mengendarai mobil menuju ke bandara.

“Aku sempat mengatakan kepadanya supaya dia mulai menghentikan pengkonsumsian obat-obatan terlarang, karena tindakan yang dilakukannya hanya akan membunuh dirinya sendiri,” kata Alex. “Tapi aku tidak mendapatkan banyak respon darinya, tapi aku tahu bahwa dia pasti setuju dengan usulan itu. Setelah perbincangan kami selesai, kami pun berpelukan sebentar sebelum akhirnya berpisah.”

Biker Bandit Mulai Diburu

Para detektif Las Vegas yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus Bellagio, yaitu Sam Smith dan Jason Nelson, mulai mencoba untuk menemukan sejumlah petunjuk dalam pencarian mereka untuk menangkap “Biker Bandit atau penjahat bersepeda motor”. Para detektif ini pun mulai mengumpulkan sejumlah informasi dari beberapa orang.

Para detektif tersebut menemui seorang pria yang mereka panggil dengan sebutan “Leo.” Leo adalah agen poker di Bellagio. Dia mengatakan bahwa dia tahu siapa perampok itu sebenarnya. “Leo, apakah orang ini dari Jersey,” kata Detektif Smith. “Orang yang benar-benar hebat dan sangat bersemangat.” Dia mengingatkan detektif itu pada karakter Joe Pesci – Leo – dari film Lethal Weapon.

Leo mengatakan bahwa pada hari-hari menjelang perampokan itu, dia sempat berbicara dengan seorang pemain poker yang telah mengalami masa-masa sulit dan memiliki fantasi tentang pencurian chip casino.

“Man, aku hanya ingin lari ke meja itu dan mengambil seikat chip cranberry yang ada di sana,” kata pemain poker itu.

Seminggu kemudian, Leo melihat pemain poker itu lagi, tapi kali ini dia sepertinya sudah menghasilkan banyak uang. Dia duduk dalam meja permainan yang sebelumnya tidak pernah bisa dia beli. Leo kemudian bertanya pada dealer yang lain dan juga kasir untuk mengkonfirmasi kecurigaannya, bahwa pemain poker itu membeli chip bukan dengan uang tunai.

Nama pria itu, kata Leo kepada para detektif, adalah Tony Carleo.

Detektif Nelson ingat bahwa Carleo sempat mengikuti kelas mengemudi untuk mendapatkan SIM untuk mengendarai sepeda motor, ketika dia mengatakan bahwa dia sudah bangkrut setahun sebelumnya. Tapi secara tiba-tiba dia mulai berjudi dengan uang yang jumlahnya cukup besar. Rasa-rasanya sangat aneh.

Nelson juga menemukan satu hal yang lebih mencurigakan tentangnya.

“Ayah Tony adalah George Assad, yaitu seorang hakim Las Vegas yang sedang duduk di Pengadilan Las Vegas,” katanya. “Sial, kalau kasusnya memang begitu, sebaiknya aku melakukan hal yang benar.”

Pada tanggal 13 Januari, mereka memasang jebakan dan jejak pada ponsel Carleo untuk mencatat semua panggilan masuk dan keluarnya. Seminggu kemudian, mereka menarik catatan pemainnya. Dalam empat tahun menjelang perampokan, Carleo telah kehilangan total $ 2.900 di casino. Setelah perampokan, ia telah kehilangan sebanyak $ 105.000.

“Tapi mengtahuI siapa yang melakukannya dan bisa membuktikan siapa yang melakukannya adalah dua hal yang berbeda.”, “Kata Nelson.”

Pada saat ini, Carleo hampir tidak pernah meninggalkan Bellagio, kecuali untuk mengambil chip curian yang disimpannya bersama teman-temannya di kota, atau untuk memasukkan uang tunai ke brankas bank terdekat. Pada suatu hari, kotak itu sempat menampung lebih dari $ 100.000 uang tunai yang berhasil dicucinya.

Sekarang, simpanannya turun menjadi $ 20.000. Dari $ 400.000 chip yang mudah dikonversi yang dia ambil dalam perampokan itu, hanya tersisa satu chip seharga $ 5.000. Saat mengosongkan kotak depositnya, Carleo berkata pada dirinya sendiri, dirinya adalah orang yang bodoh.

Carleo masih memiliki lebih dari satu juta dolar dalam chip $ 25.000, tapi semuanya itu tidak bisa digunakan lagi. Dia berkhayal tentang melakukan kesepakatan dengan beberapa nama besar poker pro seperti Phil Ivey, yaitu seseorang yang menurut Bellagio bisa dipercaya memiliki akses ke bankroll besar.

Pada sebuah forum poker TwoPlusTwo.com, seseorang telah memulai sebuah percakapan tentang kasus pencurian Bellagio dan bagaimana perampok tersebut bisa membongkar chip yang dicurinya. Carleo mengikuti diskusi itu dengan saksama, bahkan melangkah lebih jauh untuk membuat akun di dalam situs tersebut, serta membuat sendiri nama akunnya yaitu “Oceanspray25” dan mencantumkan lokasinya sebagai “Cranada.”

Suatu hari, Matthew Brooks di Virginia, memposting sebuah pertanyaan hipotetis, yaitu “Berapa banyak cranberry potensial yang tidak berharga yang akan anda terima untuk sebuah chip 5k?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, dengan segera Carleo mulai mengirimkan Brooks sebuah pesan pribadi.

“Apakah Anda bersedia menukar 4 bendera [$ 5.000 chip] untuk 3 crans [$ 25.000 chip] dan apakah mungkin ada yang lainnya yang bisa anda lakukan?”

Brooks merasa kurang yakin untuk menanggapi pesannya tersebut dengan serius.

“Aku agak tercengang mengetahui bahwasannya orang yang melakukan perampokan itu ternyata ada di dalam forum,” kata Brooks. “Terlalu nekad untuk melakukan sesuatu, seperti menjual chip dari pencurian $ 1 juta dari casino terbesar di Las Vegas.”

Di salah satu pesannya, Carleo menyediakan nomor telepon genggam miliknya, sehingga Brooks bisa menghubunginya, jika memang dia merasa tertarik dengan tawarannya tersebut. Dalam perbincangan kurang lebih selama 15 menit, Brooks mengatakan, bahwa Carleo menceritakan rincian tentang perampokan yang telah dilakukannya.

Brooks kemudian meminta buktinya. Dan setelah mereka selesai bertelepon, Carleo pergi ke komputer rumahnya dan mengirimkan email kepada Brooks, yang berisi sebuah gambar dua chip senilai $ 25.000 yang bertumpu pada selembar kertas yang bertuliskan “Biker Bandit.”

Brooks kemudian mengirimkan foto itu ke Bellagio dan juga kepada Polisi Las Vegas. Alamat IP yang dilampirkan pada email tersebut mengungkapkan bahwa surat itu dikirim dari rumah ayah Carleo, yatiu Hakim George Assad.

Beberapa hari kemudian, Carleo pergi berkemah di Venesia dan bermain di turnamen poker senilai $ 1.500. Banyak sekali orang yang menantangnya untuk bermain. Namun sayangnya, seperti biasa carleo selalu kalah. Menjelang jam makan malam, Carleo memiliki cukup banyak chip, sehingga menurutnya ia masih memiliki kesempatan yang bagus untuk kembali menguangkannya.

Saat hendak berangkat untuk mencari makan dan tempat yang sepi untuk melakukan transaksi jual beli Oxy dengan seorang pria tua. Pria itu mengaku bahwa dia mengenal seorang dealer poker dan dia pun mulai berbasa-basi, sebelum akhirnya memperkenalkan dirinya ke Carleo.

Dia adalah seorang dokter bernama Kian Kaveh. Katanya, dia mendapat kabar dari suatu tempat dan pernah mendengar bahwa Carleo memiliki chip $ 25.000 untuk dijual.

Ketika mendengar ucapan lelaki itu, sontak saat itu juga dia akhirnya memutuskan untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Carleo Tertangkap

Carleo, yang terikat selama enam minggu dengan oba-obatan terlarang dan juga judi, kini mencoba untuk memutuskan hubungannya dengan dokter itu dan hal yang sama juga dilakukannya pada Matt Brooks di telepon. Meski begitu, ia masih berusaha untuk selalu bersikap cerdik.

Namun, lama kelamaan, akhirnya dia setuju untuk bertemu dan duduk dalam the Venetian’s Race & Sports Book dengan Dr. Kaveh dan seorang pria dari New Jersey yang bernama Dominic yang akan menjadi pembelinya.

Apa pun hal yang carleo pikirkan tentang dokter itu, yang terpenting adalah bahwa dia menyukai paras Dominic yang tinggi, tampan dan penuh dengan kesombongan layaknya orang-orang Italia-Amerika yang Carleo harapkan.

Saat bertemu, Carleo berusaha untuk mengendalikan pembicaraan mereka. Dia mencoba untuk melihat ID Dominic, namun ternyata niatnya tersebut pupus saat dominic juga ingin melakukan hal yang sama. Ketika pria yang lebih tua darinya itu mulai menawarinya $ 10.000 secara tunai, untuk chip cranberry yang dimilikinya, Carleo mendadak merasa tidak nyaman.

“Saya bahkan tidak mengenal Anda, Bung,” kata Carleo. “Pelan – pelan saja.”

Mendengar hal itu, Dominic lantas menjelaskan sedikit tentang siapa dirinya kepada carleo dan mengajaknya untuk bergabung.

Sejak saat itu, Carleo mulai bertemu dengan Dominic beberapa kali dan sedikit demi sedikit mulai mempercayainya. Dominic berbeda dengan orang-orang yang Carleo kenal di Las Vegas dan lagi pula Carleo merindukan adanya koneksi antar manusia yang dibangun di atas sesuatu yang lebih kuat, daripada hanya untuk sekedar kebutuhan bersama dalam hal memasarkan obat-obatan.

Mereka memainkan blackjack bersama dan saling menukar pesan teks tentang pertandingan sepak bola yang mereka petaruhkan. Pada tanggal 30 Januari, Dominic menawarkan beberapa daftar anggur di meja restoran ke Carleo dan mengatakan kepadanya, “Ada beberapa pilihan bagus di sana.”

Di dalam menu, ada uang tunai sebesar $ 10.000 dan pecahan-pecahan yang lebih kecil. Carleo pun mengantongi uang itu dan memberikan chip $ 25.000 kepada Dominic. Di restoran dan casino yang ada di sekitar kota, Carleo akan menjual kembali chip yang lainnya seharga $ 100.000 selama dua hari berikutnya.

Pada tanggal 2 Februari, keduanya kembali bertemu dan bisa dibilang kalau ini adalah pertemuan mereka yang terakhir. Pertemuan itu adalah di kamar mandi Bellagio, yang tidak jauh dari ruang poker.

“Kuserahkan chip ini kepadamu,” kata Carleo.

Sesuatu kemudian berubah di wajah Dominic. Dia mengambil chip itu tanpa berbicara sepatah kata pun dan kemudian menghilang kembali ke casino. Carleo bisa merasakan bahwa telah terjadi sesuatu yang salah.

Benar-benar sial. Tiba-tiba enam orang petugas polisi datang menyerbu melalui pintu kamar mandi sambil meneriaki Carleo untuk membungkuk ke lantai, kemudian meletakkan tangannya ke belakang punggungnya.

“Jangan melawan!” Petugas meneriakinya. Seseorang kemudian meninju wajahnya.

Anthony Carleo pun berhasil ditangkap dan menunggu keputusan di pengadilan distrik untuk memberikan kesaksiannya, pada hari Jumat, 8 April 2011, di Las Vegas. Polisi mengatakan bahwa Carleo yang berusia 29 tahun ini sempat melambaikan pistol, sebelum akhirnya berhasil menggesekkan chip seharga $ 1,5 juta dari hasil merampok casino Bellagio pada bulan Desember yang lalu.

“Dominic” sebenarnya adalah petugas polisi Las Vegas, yang bernama Mike Gennaro. Sedangkan Dr. Kaveh adalah teman Gennaro dan juga seorang pemain poker kasual, yang setuju untuk membantu memulai operasi penyergapan Carleo. Gennaro telah mempelajari seluk beluk perdagangannya sebagai bagian dari investigasi FBI terhadap keluarga kejahatan di New York.

Uang dan chip yang Gennaro gunakan untuk berjudi dan membeli cranberry Carleo, yaitu sebesar $ 50.000 semuanya itu dipinjamkan kepadanya oleh Bellagio itu sendiri.

Ayahnya, yang terpilih kembali sebagai hakim pengadilan negeri, mengeluarkan sebuah pernyataan tidak lama setelah penangkapan Carleo: “Saya ingin mengatakan bahwa sebagai jaksa dan hakim, saya selalu merasa orang-orang yang melanggar hukum harus dimintai pertanggungjawabannya. ” Namun, seminggu sebelum Carleo mengaku bersalah atas perampokan Suncoast dan Bellagio, George Assad terpilih dari bangku cadangan hakim.

Carleo pun akhirnya dijatuhi hukuman sembilan tahun di Pusat Pemasyarakatan Lovelock Nevada. Wartawan tidak diizinkan untuk mengakses kasus ini secara resmi. Untungnya Carleo menempatkan saya pada daftar temannya. Jadi saya bisa menemui dia.

Pada pertemuan kami di bulan Juni, dia mengeluh bahwa dia merasa lelah dan sedikit tentang perutnya. Di meja persidangan, Carleo mengatakan semua hal yang benar tentang bagaimana perampokan itu terjadi dan menganggapnya sebagai sebuah kesalahan. Hukumannya yang dikurung mungkin bisa mencegah terjadinya overdosis yang fatal pada dirinya.

Pada satu hari, dia tiba-tiba menangis saat dia memikirkan bagaimana dia telah sangat mengecewakan keluarganya. Tapi terlepas dari semuanya itu, dia mengungkapkan penyesalannya karena gagal menghentikan rencana buruknya kemarin.

“Dengar, awalnya aku berniat untuk membuang chip seharga $ 25.000 itu,” katanya langsung. “Tapi siapa sih orang yang bisa membuang uang sebanyak satu juta dolar?”

Di penjara, Carleo bertaruh perangko dengan narapidana lainnya di pertandingan sepak bola. Dia bilang dia bayak memenangkan taruhan kecil tersebut. Namun, sebelum berangkat sejauh 400 mil kembali ke Las Vegas, Carleo meminta sebuah bantuan.

“Ketika Anda sampai di Bellagio,” katanya, “tolong pasangkan $ 10 untuk angka delapan untuk saya dan biarkan taruhan tersebut terus naik.” Begitulah pesa yang disampaikan oleh carleo.

Gimana? Kisah yang sangat seru dan menegangkan, bukan? Untuk anda yang mungkin bukan seorang penjudi, cerita ini mungkin hanyalah sebuah omong kosong untuk anda. Tapi tahukah anda, bahwa dari kisah Carleo ini, ada banyak hal yang bisa kita pelajari.

Salah satunya adalah” Letakkan keyakinan mu pada sesuatu yang benar, sebelum akhirnya keyakinan itu sendiri yang akan membawamu ke dalam sebuah kehancuran.