Technology

Tak Hanya Dongeng, Teknologi Laser Siap Gantikan Senjata Konvensional di Masa Depan

Beberapa tahun yang lalu, kabar tentang pembuatan senjata laser telah menyebar luas hampir ke suluruh dunia. Awalnya senjata dengan teknologi laser ini diciptakan untuk membunuh atau mengantisipasi serangan drone udara. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau dikedepannya nanti tujuan tersebut akan berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar lagi.

Ketika laser pertama berhasil diciptakan, ide menggunakannya sebagai superweapon memang tampak seperti sebuah fiksi ilmiah. Setelah 60 tahun kemudian, tujuan penggunaannya masih tetap sama. Bedanya adalah, sekarang senjata tersebut telah mengalami kemajuan yang luar biasa.

Hal tersebut terlihat dari prototype yang telah digunakan untuk menghancurkan kapal kecil, menembak jatuh rudal dan drone, bahkan teknologi tersebut juga telah dikerahkan setidaknya sekali di zona perang. Namun sayangnya, saat ini sinar destruktif revolusioner yang akan mengubah pertempuran langsung masih belum muncul.

Kalau begitu, seperti apakah kondisi teknologi senjata laser yang ada saat ini? Dan apa yang bisa dilakukan oleh alat ini di dalam peperangan yang mungkin akan terjadi di masa depan? Tidak penasarankah anda dengan hal tersebut? 

Karena kepedulian kami terhadap kemungkinan perang dengan menggunakan teknologi senjata super canggih yang akan terjadi di masa depan, kali ini kami akan membahas tentang salah satu penggunaan senjata dengan teknologi laser, yang sebelumnya hanya bisa kita lihat di dalam sejumlah film dan kini bisa kita lihat atau temukan di dalam kehidupan nyata.

Apakah senjata ini sama bahayanya seperti yang diperlihatkan di dalam film? Seberapa bahaya kah kira-kira alat ini? Daripada anda semakin penasaran, yuk langsung saja kita lihat penjelasannya di bawah ini.

Kenapa Harus Laser?

Selain memiliki tampilan yang keren, apa kegunaan senjata laser ini sebenarnya? Kelebihan seperti apa yang dimilikinya, yang tidak bisa ditemukan pada perangkat konvensional yang lainnya?

Satu hal yang menjadi kelebihan utama dari perangkat ini adalah terletak pada penggunaan laser itu sendiri. Seperti yang anda ketahui, laser merupakan berkas cahaya, yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya (sangat cepat).

Sebelumnya, banyak orang yang merasa sangat kagum dengan rudal hipersonik yang dapat meluncur dengan kecepatan 7 Mach (5.186 mph, 8.346 km / jam). Tapi banyak yang belum menyadari kalau ada sesuatu yang bahkan bisa lebih cepat dari itu, yaitu kecepatan cahaya.

Cahaya dapat merambat dengan kecepatan 186.000 mil per detik (300.000.000 meter per detik), dimana itu setara dengan 872,705 Mach.

Benda ini tak hanya sekedar bergerak dengan sangat cepat, melainkan super cepat, yang itu artinya bahwa satu-satunya peringatan yang anda miliki dari laser tersebut adalah ketika itu mengenai anda, yang berarti tak akan ada peringatan apapun atau dengan kata lain sangat kecil kemungkinan anda bisa menghindarinya.

Hal lain yang membuat senjata jenis ini bisa begitu menonjol adalah karena ia memiliki akurasi yang sangat baik. Dalam kondisi ideal atau pada jarak atau range yang cukup pendek atau jauh sekalipun, ini bisa mengenai target dengan sangat tepat.

Pemakaian laser pada senjata sebenarnya sudah menjadi sesuatu yang umum, terutama pada pistol dan senapan, yang berfungsi untuk memungkinkan para penembak bisa mengenai sasaran mereka tanpa meleset dari jarik jauh.

Ironinya adalah bahwa peluru ketika ditembakkan akan mengikuti jalur lengkung yang harus dikompensasi oleh penembak, sementara laser bergerak dalam garis lurus sempurna. Jika laser ternyata terbukti lebih efektif dan efisien, maka peluru akan menjadi sesuatu yang tertinggal di kedepannya.

Selain itu, kelebihan lain yang dimilikinya adalah sangat dapat dikontrol. Penggunanya bisa mengatur seberapa persis jumlah kerusakan yang mereka inginkan pada saat menggunakan perangkat tersebut.

Hebatnya lagi, alat ini bisa membedakan atau memilih materi yang akan mereka rusak atau hancurkan, sehingga pancaran sinarnya hanya akan menghancurkan materi tertentu saja, tanpa harus mempengaruhi sesuatu yang lain yang berada disebelah atau disekitarnya.

Bukan hanya itu saja, perangkat canggih ini juga tidak memiliki rekoil, sehingga tidak memerlukan mekanisme peredam kejut yang berat dan amunisi bernilai satu dolar per-shot (untuk setiap satu kali tembakan) dan tidak akan kehabisan dayanya dengan cepat seperti senjata yang harus diisi dengan peluru ketika yang didalamnya sudah habis digunakan.

Kelemahan Penggunaan Senjata Laser

Sayangnya, meskipun teknologi ini punya banyak kelebihan, namun laser juga memiliki kelemahan yang cukup serius. Salah satu kelemahannya adalah mereka membutuhkan tenaga dalam jumlah besar dan generator listrik besar.

Baterai yang diperlukan untuk menggerakkannya pastilah memiliki energi yang sangat kuat dan juga berbahaya. Oleh karena itu, tidak boleh sembarang orang yang menggunakannya.

Mereka juga dianggap kurang efisien, karena sebagian besar energi yang digunakan untuk menghasilkan panas akan terbuang dengan percuma. Selain itu, mereka juga dapat terhalang oleh debu, asap, awan, hujan, kabut dan turbulensi, yang akan mempengaruhi ketepatan kinerjanya.

Hal ini tidak terbatas pada satu jenis laser saja, karena beberapa laser paling kuat sekalipun diketahui juga memiliki masalah atau kelemahan yang sama, salah satunya adalah sangat membutuhkan sejumlah besar bahan kimia beracun yang berbahaya untuk mendukung performanya.

Apa itu laser?

Sementara daritadi kami sibuk membahas tentang penggunaan laser sebagai senjata super, ngomong-ngomong apakah anda tahu apa yang dimaksud dengan laser itu sebenarnya? Dan bagaimana benda itu bisa terkait dengan senjata?

Gagasan mengenai senjata seperti laser sebenarnya sudah ada jauh sebelum laser tersebut berhasil diwujudkan menjadi kenyataan seperti sekarang. Salah satu contohnya adalah pembahasannya di dalam novel fiksi ilmiah H. G. Wells tahun 1897, yang berjudul The War of the Worlds.

Novel tersebut memperkenalkan gagasan tentang tentara atau pasukan Martians (orang-orang Mars) dengan teknologi tinggi, yang menyerang Bumi dan secara umum membuat beberapa kerusakan atau gangguan.

Di dalam cerita, orang-orang Mars bergerak di dalam mesin-mesin pemukul logam raksasa dengan senjata utama mereka, yaitu sebuah sinar panas, yang bertindak atau bekerja mirip seperti laser, dengan kemampuannya untuk menyalakan api dan mengiris baja.

Beberapa dekade setelah itu, hal yang sama juga ditemukan di dalam koran dan majalah sains populer, yang mengklaim bahwa seseorang telah menemukan “sinar kematian“.

Informasi ini pertama kali dimuat sebelum Perang Dunia Pertama dan sejak itu argumen-argumen lain pun mulai bermunculan sampai dengan tahun 1960-an, dimana persepsi mengenai sinar kematian tersebut muncul dalam berbagai variasi, mulai dari spekulasi yang serius dari sejumlah ilmuwan, seperti salah satunya Robert Watson-Watt.

Ia merupakan salah satu pemikir terkemuka di balik penemuan radar modern. Ada pula Harry Grindell-Matthews, yang mengklaim dirinya bisa meledakkan pesawat terbang dengan sinar listrik.

Hal yang menarik dari tren aneh ini adalah bahwa beberapa klaim tersebut adalah proyek disinformasi militer yang dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian kekuatan musuh dan membuat mereka membuang-buang sumber daya untuk riset yang tidak berguna.

Benarkah begitu? Apapun tujuannya, yang pasti saat ini senjata laser tak akan hanya menjadi sebuah isapan jempol belaka ataupun hanya ada di dalam film saja. Beberapa tahun mendatang, kita mungkin akan lebih sering melihatnya.

Awal Munculnya Laser

Benda yang bernama laser ini sebenarnya berasal dari akhir abad ke-19, tepatnya ketika seorang fisikawan yang bernama Max Planck menemukan bahwa, energi muncul dalam paket-paket diskrit yang disebut “quanta” dan menyimpulkan hubungan antara energi dan frekuensi radiasi.

Kemudian, pada tahun 1905, Einstein mengatakan bahwa cahaya terdiri dari partikel-partikel kuantum yang disebut foton. Perubahan mendasar dalam pemahaman sifat cahaya ini memperkenalkan konsep baru yang memang revolusioner, bahwa material dapat dibuat untuk memancarkan foton dengan memompa energi ke dalamnya.

Kata LASER awalnya berasal dari singkatan Light Amplification by the Stimulated Emission of Radiation. Perangkat pertama diciptakan oleh Theodore Maiman di Hughes Research Lab, Malibu, California pada tahun 1960.

Alat sederhana pertama ini didasarkan pada karya Charles Townes di Universitas Columbia, yang pada tahun 1954 mengembangkan “maser,” yaitu sesuatu yang mirip dengan laser, namun hanya bekerja dengan gelombang mikro dan karya teoritis Arthur Schawlow di Bell Laboratories, yang bersama dengan Townes menerbitkan sebuah makalah kunci pada tahun 1958. Townes dan Schawlow secara bersama-sama dianugerahi hak paten laser pertama pada tahun 1960.

Laser pertama adalah sebuah alat kecil yang tampak misterius. Ini terdiri dari batang ruby ​​sintetis yang ada di dalam tabung lampu kilat yang melingkar. Pada saat itu, fungsi dan bagaimana cara kerja alat ini masih belum diketahui dengan begitu jelas. Namun sebenarnya prinsip dibaliknya sangatlah sederhana.

Pada akhirnya laser bisa dikenal sebagai seberkas cahaya, atau lebih tepatnya sinar cahaya yang koheren dan monokromatik, dimana semua foton sinar laser bergerak ke arah yang sama. Tidak hanya itu, cahayanya juga berada dalam satu panjang gelombang, yang mirip seperti not yang dimainkan dengan biola.

Proyek Senjata Laser Masa Lalu

Jika kita berbicara tentang senjata laser yang telah dikembangkan atau yang sedang dikembangkan saat ini, maka kita memerlukan laporan yang jelas dan lengkap mengenai hal tersebut, karena biasanya hal-hal semacam ini tidak diumbar-umbar ke publik atau dilakukan secara rahasia.

Selain itu, banyak catatan publik yang telah terkontaminasi dengan informasi yang salah, yang pada akhirnya membuat orang-orang tertipu dan menjadi semakin sulit untuk mencari informasi mengenai kebenarannya.

Sejak pertama kali masyarakat dunia mulai menciptakan dan mengembangkan jenis senjata ini, banyak proyek yang diketahui telah ditinggalkan pengerjaannya, ada pula yang kemungkinan baru dimulai, atau dimulai kembali dan nerganti nama, yang akan semakin membingungkan anda.

Berikut ini akan kami sebutkan beberapa proyek yang pernah dikerjakan di masa lalu oleh beberapa negara, yang mungkin bisa sedikit mengurangi rasa penasaran anda terhadap perangkat teknologi laser ini.

1. Amerika Serikat

Selama Perang Dunia I, Amerika telah melakukan pengembangan senjata laser (bahkan sebelum laser pertama ditemukan). Sejak saat itu, kontraktor pertahanan AS telah bekerja pada proyek-proyek untuk laser berbasis darat, yang dipasang di armor (atribut), laser sebagai salah satu perlengkapan kapal, untuk pesawat terbang dan bahkan senjata laser orbital. 

Titik puncak penelitian senjata awal ini adalah Inisiatif Pertahanan Strategis AS (SDI) yang dimulai oleh pemerintahan Reagan pada tahun 1980-an. Ini dijuluki sebagai “Star Wars” oleh para kritikusnya.

SDI sendiri adalah sebuah program yang bertujuan untuk menghilangkan kebuntuan nuklir antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, dengan mengembangkan teknologi rudal antibastistik defensif yang akan menyingkirkan doktrin lama diantara kedua pihak, yaitu Perusakan Saling Tertanggung, yang identik dengan keegoisan dimana keduanya sama-sama tak mau kalah. Mereka mengabaikan fakta bahwa serangan yang mereka lakukan akan memusnahkan kedua belah pihak.

Salah satu aspek SDI adalah pengembangan laser anti-rudal. Salah satu contoh penerapannya adalah Project Excalibur, yang merupakan laser X-ray nuklir berbasis ruang angkasa. Senjata berbasis satelit ini terdiri dari perangkat nuklir yang dikelilingi oleh batang logam yang bertindak sebagai media penguat.

Masing-masing batang ini dapat secara independen ditujukan pada ICBM yang masuk dan menghancurkannya. Maksudnya adalah bahwa sistem laser ini sangat murah dan dapat melibatkan begitu banyak target, sehingga AS dapat membangun satelit yang cukup untuk menghadapi ancaman potensial, dengan biaya yang lebih sedikit dari Soviet untuk membanjiri mereka dengan hulu ledak tambahan.

Proyek Excalibur ini mengalami sejumlah iterasi selama bertahun-tahun, tetapi masalah teknis yang dikombinasikan dengan oposisi politik menyebabkan pemotongan pendanaan pada tahun 1990.

Pada tahun 1985, Angkatan Udara AS mulai bereksperimen dengan Mid-Infrared Advanced Chemical Laser (MIRACL), yang menggunakan deuterium fluoride sebagai media penguat dan mampu menghancurkan rudal Titan di dalam uji tanah yang mensimulasikan kondisi penerbangan.

Sementara itu, Angkatan Udara juga mulai bekerja di Laboratorium Laser Udara. Ini adalah Boeing NKC-135A dengan laser kimia yang dipasang pada badannya dan turret yang mengarah ke hidungnya. Ini kemudian berevolusi menjadi Boeing YAL-1 Airborne Laser, yang merupakan sistem yang jauh lebih canggih yang dipasang di 747 badan pesawat terbang yang terbang dari 2002 hingga 2012.

2. Uni Soviet

Tidak hanya Amerika Serikat, Uni Soviet juga memiliki program senjata laser yang sangat agresif. Meskipun sangat terselubung dalam kerahasiaan, namun kejatuhan komunisme telah berhasil membuat sejumlah program ini menjadi terbuka (diketahui masyarakat).

Diantara sekian banyaknya program rahasia tersebut, diketahui bahwa yang terbesar adalah proyek Terra-3 dan Omega yang dimulai pada tahun 1960-an, dengan tujuan untuk membuat senjata darat yang menggunakan laser karbon dioksida untuk mengambil hulu ledak nuklir saat mereka menutup target.

Setelah sistem seperti itu dilarang dalam perjanjian kontrol senjata pada tahun 1972, misi mereka berubah menjadi misi anti-satelit, tetapi keduanya tidak memiliki kekuatan untuk membunuh dan mengalami kesulitan melacak serta mengunci target.

Tindakan paling dramatis yang pernah dilakukan oleh Soviet adalah pada saat me-mount laser di atas tangki. Ini dimulai pertama kali dengan 1K11 Stilet, yang kemudian diikuti oleh 1K17 Szhatie, yang sampai dengan Uni Soviet runtuh, proyek tersebut masih tak selesai juga.

Yang terakhir adalah monster dari senjata yang dipasang pada chassis howitzer 2S19 self-propelled dengan dua bank dari enam pemancar laser, dimana masing-masing laser memegang 30 kg (66 lb) kristal ruby. Ketika ini difokuskan pada target, mereka dapat secara permanen membutakan tentara atau membakar sensor optik.

Tapi yang paling aneh dari semua senjata yang pernah mereka ciptakan adalah pistol laser Flash Gordon. Dibangun pada tahun 1984, laser ini dimaksudkan untuk digunakan oleh kosmonot dan dirancang untuk membutakan astronot musuh dan melumpuhkan satelit tanpa merusak induknya.

3. Britania (Inggris)

Selain kedua negara adidaya yang telah kami sebutkan di atas, Inggris juga menaruh minat pada senjata laser dan memiliki perbedaan sebagai negara pertama yang menempatkan mereka di zona perang.

Selama Perang Falklands yang terjadi pada tahun 1982, beberapa kapal dari satuan tugas Angkatan Laut Kerajaan dikirim untuk membebaskan Kepulauan Falkland setelah invasi Argentina dilengkapi dengan senjata laser.

Ini tidak pernah diidentifikasi secara publik, tetapi mereka mungkin telah menjadi Laser Dazzle System (LDS), yang dirancang khusus untuk digunakan melawan sensor dan pilot pesawat.

Ini adalah perangkat manual yang mengandalkan teropong untuk membidik, meskipun pada tahun 1990-an ada laporan bahwa mereka telah beroperasi di dekat gelombang IR. Kapal yang membawa laser ini tepatnya masih tidak pasti, tetapi ada kemungkin kalau laer tersebut dibawa di frigat, kapal serbu amfibi, atau dua kapal induk lainnya.

Nah, itulah beberapa informasi yang bisa kami sampaikan terkait tentang penggunaan laser sebagai senjata yang kemungkinan akan menjadi andalan seluruh dunia di masa depan.

Apakah jenis senjata ini benar-benar efektif atau tidak, serta bagaimana dampak yang mungkin akan ditimbulkannya di kedepannya, tinggal kita lihat saja nanti. Tapi apapun itu, semoga saja mereka bisa menggunakannya dengan bertanggungjawab.