Unique

5 Fakta Unik Keberadaan Suku Lingon Bermata Biru Yang Misterius

Indonesia bukan hanya sebuah negara yang terkenal degan kekayaan rempah-rempahnya, tapi juga terkenal dengan keragaman sukunya. Pada tahun 2016, tercatat bahwa suku bangsa di Indonesia ada sekitar 1340 suku. Dengan jumlah suku yang begitu besar, Indonesia akhirnya ditetapkan sebagai negara dengan suku terbanyak di dunia.

Jumlah suku di Indonesia memang sangat banyak, sehingga sangat sulit untuk merincikannya. Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah dikarenakan wilayah geografis Indonesia yang terbilang sangat luas dan terdiri dari banyak pulau. Faktor migrasi juga menjadi alasan mengapa sensus suku di Indonesia ini masih belum akurat.

Dari banyaknya suku-suku yang ada di Indonesia, ada satu suku yang bisa dibilang keberadaannya sangat misterius. Nama suku ini adalah “Suku Lingon”. Pernah dengar nggak nama suku ini? Kalau belum, berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai keberadaan mereka.

  • Suku Lingon Dan Tempat Tinggal Mereka

Suku Lingon adalah salah satu suku di Indonesia yang terkenal dengan misterinya, yang lambat laun mulai terungkap. Lingon ini merupakan suatu komunitas suku bangsa, yang tinggal dan hidup di daerah pedalaman hutan Halmahera Timur, Indonesia. Keberadaan suku lingon di daerah trepencil ini, mengundang banyak rasa penasaran dan tanda tanya masyarakat, karena keberadaannya yang sangat misterius.

Tahu nggak Pulau Halmahera Timur itu dimana? Pulau Halmahera Timur yang memiliki luas tanah 17.780 km² (6.865 mil persegi) ini, merupakan sebuah pulau terbesar yang ada di Kepulauan Maluku. Pulau ini merupakan bagian dari provinsi Maluku Utara, Indonesia. Pulau ini juga sering disebut sebagai Pulau Jilolo atau Gilolo.

  • Karakteristik Suku Lingon

Suku Lingon ini dianggap misterius, karena keberadaannya sekarang masih belum diketahui dengan pasti. Belum ada yang bisa memastikan apakah suku unik ini masih ada atau sudah punah atau mungkin sudah berbaur dengan suku-suku lainnya. Tapi yang pasti, Suku Lingon ini tidak berasal dari ras weddoid, melanesia, polinesia, ataupun mongoloid seperti kebanyakan penduduk yang tinggal di Halmahera.

Suku Lingon ini adalah suku yang termasuk dalam ras kaukasoid, yang merupakan ras Orang Eropa, sehingga tampilan fisik mereka lebih menyerupai orang Eropa dibandingkan dengan orang Indonesia. Wah, kalau tampilan fisik mereka mirip dengan orang-orang Eropa, dapat dipastikan bahwa mereka memiliki wajah yang cantik dan tampan. Setuju, nggak guys?

Karena Orang-orang suku Lingon ini memiliki tampilan fisik seperti orang Eropa, maka dapat digambarkan bahwa suku ini memiliki tubuh yang tinggi, kulit putih, rambut pirang, dan mata yang berwarna biru atau hijau. Meskipun mirip dengan orang Eropa, beberapa diantara suku ini juga ada yang mirip dengan masyarakat Asia Tenggara, yang memiliki rambut berwarna hitam. Akan tetapi, hingga saat ini, populasi suku Lingon ini masih menjadi sebuah misteri yang belum bisa terpecahkan.

  • Eksistensi Suku Lingon di Indonesia

Dahulu kala, suku ini sering mendapatkan ancaman maupun gangguan dari suku Togutil, yaitu salah satu suku yang hidup di pesisir pantai. Suku Togutil ini dikabarkan suka menculik wanita dari suku lingon, karena memiliki paras yang cantik, layaknya orang-orang Eropa. Populasi suku ini sampai sekarang belum diketahui karena diperkirakan bahwa keberadaan mereka hampir punah.

Keberadaan suku lingon ini dianggap sangat berbahaya oleh beberapa suku setempat, yang juga tinggal dan hidup di wilayah tersebut. Mereka menganggap suku ini sangat berbahaya, karena diduga memiliki ilmu sihir, sehingga membuat suku lain menjadi sangat ketakutan. Suku Lingon ini juga memiliki kebiasaan memakan daging mentah. Beberapa penjelajah Maluku mengatakan bahwa, mereka sempat bertemu dengan suku lingon yang memiliki mata indah berwarna biru di Pulau Halmahera, Maluku.

  • Sejarah atau Asal Usul Suku Lingon

Mengenai darimana asal usul suku lingon ini sebenarnya, msih belum dapat dipastikn secara akurat, karena tidak ada yng mengetahui dengan pasti darimana suku ini berasal. Jika dilihat dari karakteristik fisik yang dimiliki oleh masyarakat Lingon ini, diperkirakan bahwa suku ini datang dari daratan Eropa.

Sebuah cerita rakyat mengatakan bahwa sekitar 300 tahun yang lalu, ada sebuah kapal yang tenggelam di dekat perairan Halmahera. Kapal tersebut diduga berasa dari daratan Eropa. Akibat peristiwa tersebut, beberapa penumpang yang selamat terdampar di pulau Halmahera, dan tidak bisa kembali ke tempat asal mereka, sehingga mereka akhirnya memilih untuk menetap di pulau tersebut.

Saat tiba di suatu daerah di pulau Halmahera ini, mereka sempat bertemu dengan suku-suku lainnya yang sudah terlebih dahulu menetap di sana. Nah, pertemuan mereka ini akhirnya menciptakan sebuah perseteruan, untuk mendapatkan tempat tinggal di daerah tersebut.

Namun karena mereka tidak memiliki senjata untuk melawan, akhirnya mereka pun memilih mundur dan pergi mencari daerah lain untuk tinggal. Dan akhirnya mereka mendapatkan tempat yang cocok, yaitu di tengah pedalaman hutan Halmahera Timur. Di sinilah mereka kemudian membangun permukiman, dan membentuk sebuah komunitas masyarakat, yang disebut dengan Suku Lingon.

Setelah mereka menetap di wilayah ini selama ratusan tahun, budaya asli mereka yang berawal dari Eropa berangsur angsur mulai pudar dan berubah. Mereka mulai beradaptasi dengan budaya primitif setempat. Kepercayaan merekapun akhirnya beralih ke kepercayaan setempat, dengan mengamalkan segala hal animisme dan dinamisme.

  • Keunikan Suku Lingon

Karakteristik bermata biru yang dimiliki suku lingon ini, menjadikan suku ini sebagai suku Indonesia yang unik. Kenapa unik? Karena, seperti yang kita semua tahu, masyarakat di Indonesia terlahir dengan mata yang berwarna gelap, seperti hitam, atau kecoklatan. Tapi hal yang berbeda terjadi pada Suku Misterius ini. Mereka tinggal di wilayah Indonesia, tapi memiliki warna mata yang berbeda dengan masyarakat Indonesia pada umumnya. Warna mata berwarna biru yang dimiliki oleh suku ini, malah lebih mirip dengan masyarakat dari Benua Eropa.

Akan tetapi, meskipun mereka berbeda, mereka tetap menjadi bagian dari keluarga Indonesia, meskipun saat ini keberadaan mereka masih saja misterius dan bahkan hampir punah.