Supranatural Unique

Aneh, Amerika Pakai Kekuatan Supranatural Sebagai Taktik Perang

Untuk bisa menang di dalam sebuah peperangan, selain keberanian, apa lagi ya yang diperlukan oleh pasukan agar dapat menakhlukkan musuh – musuhnya? Sebelum berperang, biasanya akan ada banyak sekali persiapan demi persiapan yang harus dilakukan oleh pasukan demi mencapai sebuah kemenangan. Di dunia ini tidak ada seorangpun yang mau kalah saat berperang. Iya nggak?

Jika mengutip salah satu quote Jenderal Sun Tzu di dalam karyanya yang berjudul “The Art of War”, Jenderal bijak ini mengatakan bahwa “Yang bisa membuat seorang penguasa atau jenderal bersikap baik dan bijaksana dalam melakukan penyerangan dan penakhlukan terhadap musuh, serta bisa mencapai hasil yang melebihi jangkauan manusia pada umumnya adalah informasi awal“. 

Meskipun kalimatnya tersebut sudah berusia ribuan tahun, tapi kalimat tersebut masih relevan hingga saat ini. mengumpulkan informasi mengenai keadaan musuh merupakan salah satu kunci kemenangan di dalam peperangan. Hal seperti ini sangat sering digunakan sebagai taktik perang dalam dunia intelijen.

Taktik perang yang dimiliki oleh setiap negara pastinya berbeda – beda. Ada beberapa yang memilih untuk menggunakan teknologi – teknologi yang canggih, tapi ada juga yang masih menggunakan cara – cara tradisional. Salah satu negara yang menggunakan cara tradisional adalah Amerika. Hal ini tercermin dari sebuah proyek rahasia CIA, yang bocor ke publik pada tahun 1995 yang lalu. Proyek rahasia ini bernama “proyek Stargate.

Proyek seperti apakah stargate ini? Tahu nggak? Memang sih, tidak banyak yang tahu tentang proyek yang disebut – sebut sebagai proyek paranormal ini.

Stargate Sebagai Proyek Rahasia

Proyek Stargate merupakan sebuah proyek rahasia pemerintah Amerika Serikat yang dijalankan oleh CIA, yang bekerja sama dengan badan intelijen dan militer lainnya seperti NSA (National Security Agency) dan angkatan darat. Proyek ini sudah mulai aktif dikerjakan sejak tahun 1970-an dan terpaksa harus ditutup pada tanggal 30 Juni 1995 karena alasan tertentu.

Tujuan proyek stargate ini adalah untuk menyelidiki fenomena paranormal, seperti remote viewing, yaitu kemampuan mendapatkan informasi tertentu dari jarak jauh tanpa harus berada di lokasi dan Precognition, yaitu meramalkan suatu peristiwa yang akan terjadi di masa datang, serta Telekinesis, yaitu memindahkan sebuah objek tanpa menyentuhnya. Keren bukan?

Meskipun proyek ini terdengar berlebihan dan terlalu mustahil untuk dilakukan, tapi nyatanya penggunaan teknik Remote Viewing ini telah dipakai oleh intelijen Amerika Serikat pada beberapa black operation pada masa lalu. Adapun salah satu tokoh yang dikenal sebagai ahli dalam penggunaan teknik ini adalah Ingo Swann.

Dia lah yang di kemudian hari menjadi otak dari Proyek Stargate yang sangat dirahasiakan ini. Ingo Swann sendiri jugalah yang menjadi orang yang pertama menggunakan istilah Remote Viewing ini. Tidak disangka kalau proyek tersebut ternyata berhasil menarik perhatian CIA.

Bukan hanya sekedar tertarik untuk menyelidiki fenomena ini, tapi mereka juga menyelidiki kemungkinan penggunaannya di dalam dunia intelijen.

Dalam proyek stargate ini, para peneliti mengembangkan satu set protokol, yang dimaksudkan untuk menciptakan sejumlah pengalaman paranormal, seperti remote viewing, agar menjadi lebih scientific. Mereka juga secara aktif berusaha untuk menemukan metode yang bisa meminimalisir ketidakakuratannya.

Sebenarnya proyek yang sangat rahasia ini dijadikan sebagai usaha terakhir di dalam komunitas intelijen Amerika dan para remote viewers. Proyek tersebut hanya akan diberikan jika semua usaha yang telah dicoba gagal.

Saat masa kejayaannya, proyek ini memiliki banyak sekali laboratorium penelitian, yaitu mencapai sebanyak 14 unit, yang tersebar di seluruh wilayah Amerika dan paling tidak terdapat 22 orang remote viewers yang bekerja untuk menyediakan data intelijen tersebut. Saat proyek ini harus ditutup pada tahun 1995, paling tidak masih ada 3 orang remote viewer yang masih aktif di CIA.

Remote Viewing

Ketika seorang viewer diberikan sebuah tugas khusus, mereka akan dibawa masuk ke sebuah ruangan bersama dengan seorang pemandu. Di ruangan inilah viewer tersebut akan diminta untuk memproyeksikan pikirannya, sambil tetap berusaha untuk menjaga kesadarannya.

Sang pemandu kemudian akan menunjukkan sebuah lokasi atau koordinat sebuah wilayah di peta, kemudian meminta viewer untuk mulai memproyeksikan pikirannya. Setelah selesai, pemandu kemudian akan menanyakan tentang hal – hal apa saja yang dilihat oleh viewer tersebut.

Sang viewer biasanya akan membuat catatan dan sketsa untuk menggambarkan impresi yang didapatkannya saat proses proyeksi pikiran selesai dilakukan. Yang menjadi salah satu aspek penting dalam teknik ini adalah sang viewer tidak diperbolehkan untuk memberikan penilaiannya sendiri atas impresi yang didapat.

Jika hal ini diabaikan, maka impresi yang dihasilkan akan menjadi tidak akurat. Tidak hanya sampai di situ saja, ada hal lainnya juga yang perlu diperhatikan, yaitu jika viewer telah mendapatkan beberapa informasi, maka informasi itu masih harus diverifikasi kembali oleh pihak lainnya untuk menemukan penafsiran yang lebih tepat lagi.

Informasi yang didapat dari proyeksi para viewer ini memang tidak selalu tepat, akan tetapi para viewer di proyek Stargate ini terbukti pernah menghasilkan beberapa informasi intelijen yang cukup luar biasa. Percayakah anda? Berikut ini akan dijelaskan beberapa contoh nyatanya.

Viewer Dalam Proyek Stargate

Ada beberapa orang remote viewers yang tergabung di dalam proyek stargate milik Amerika ini. Mereka adalah:

1. Keith Harary

Keith Harary adalah salah seorang remote viewer yang direkrut ke dalam proyek Stargate. Pada tahun 1979, didapat kabar bahwa tengah terjadi krisis penyanderaan warga Amerika di Iran, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Iran Contra.

Saat itu, Keith Harary diminta untuk menyelidiki situasi di Iran, dengan menggunakan remote viewing. Dia menerima tugas tersebut dan mulai melakukan proses demi proses untuk memproyeksikan pikirannya.

Dari penglihatannya tersebut, dia berhasil mendapatkan informasi kalau salah satu warga Amerika yang disandera di Iran saat itu mengalami Nausea (Perasaan selalu ingin muntah) dengan salah satu bagian tubuhnya terluka. Dia juga mengtakan bahwa sandera tersebut akan dibawa pulang dengan pesawat terbang beberapa hari kemudian.

Ternyata informasi yang diberikan oleh Harary tersebut memang cukup akurat. Seorang sandera yang bernama Richard Queen ternyata mengidap lemah otot, mata rabun, kordinasi tubuh yang kacau balau, vertigo dan multiple sclerosis, yang mempengaruhi saraf di satu sisi tubuhnya.

Akibatnya, Queen dilepas oleh para penyandera di Iran. Kemudian presiden Jimmy Carter mengirim sebuah pesawat untuk membawanya kembali pulang.

2. Joseph McMoneagle

Seorang remote viewer lainnya yang juga memberikan kontribusi dalam proyek stargate adalah Joseph McMoneagle. Pada tahun 1979, ketika perang dingin masih berlangsung antara Rusia dan Amerika, dia berhasil mengetahui informasi mengenai jadwal peluncuran kapal selam Rusia terbaru.

Dia mengatakan bahwa kapal selam tersebut akan diluncurkan empat bulan setelah prediksinya, yaitu sekitar bulan Januari 1980. Dan ternyata foto satelit yang didapatkan oleh intelijen Amerika menunjukkan keakurasian prediksi yang diberikan oleh Joseph.

Bisa dikatakan bahwa dari semua rekan – rekannya di Stargate, Joseph memang dikenal sebagai viewer yang memiliki kemampuan untuk memprediksi sebuah peristiwa beberapa bulan sebelum peristiwa itu terjadi. Kemampuan yang dimilikinya ini sebenarnya lebih mengarah pada precognitive dibanding remote viewing.

Berdasarkan informasi yang didapat, kemampuan ini didapatkan oleh dirinya ketika dia mengalami Near Death Experience (pengalaman hampir mati) pada tahun 1970-an. Setelah itu, ia mulai mendapatkan berbagai pengalaman paranormal yang membuatnya direkrut ke dalam proyek Stargate.

3. Patrick Price

Patrick Price adalah contoh seorang remote viewer yang lainnya. Berbeda dengan viewer sebelumnya, Patrick memiliki akurasi yang sangat luar biasa. Di dalam proyek Stargate, kemampuannya bisa dibilang menyamai Ingo Swann, sang otak dari Stargate. Persaingan di antara keduanya telah melegenda di kalangan CIA.

Pada tahun 1973, Patrick diberikan sebuah kordinat di wilayah Rusia dan diminta untuk mendeskripsikan impresi yang didapatkannya mengenai wilayah tersebut. Hasilnya, para petinggi militer merasa sangat terkejut, karena dia mendeskripsikan adanya sebuah fasilitas militer super rahasia di tempat itu.

Patrick yang tidak memiliki latar belakang militer atau intelijen ini, mampu membuat daftar nama proyek yang berhubungan dengan aktifitas yang sedang berlangsung di sana, termasuk proyek yang sangat sensitif dan rahasia yang sedang dilakukan oleh Rusia di wilayah tersebut.

Bahkan Patrick juga bisa menyebut nama kode untuk fasilitas itu, tata letaknya dan nama orang – orang yang terlibat dalam proyek rahasia tersebut secara akurat. Melihat kemampuan supranatural yang dimilikinya itu, salah seorang petinggi CIA pernah mendeskripsikan Patrick sebagai seorang viewer yang memiliki keakurasian yang sangat luar biasa, menakjubkan yang tak terbayangkan.

Sekarang kalian sudah tahu kan mengapa Uni Sovyet bisa runtuh dan takluk dengan Amerika Serikat saat itu? Tapi sayangnya Patrick meninggal dunia pada tanggal 14 Juli 1975 sebelum sempat memberikan kontribusi yang lebih besar lagi. Wah, hebat sekali ya!

4. Paul H Smith

Pada tanggal 17 Mei 1987, Iran pernah meluncurkan sebuah rudal yang kemudian menghancurkan kapal fregat Stark milik Amerika Serikat. Peristiwa ini sangat mengejutkan dunia, namun tidak bagi mereka yang terlibat di Stargate, karena tiga hari sebelumnya, salah seorang viewer yang bernama Paul H Smith telah memprediksi hal itu.

Dalam bukunya yang berjudul “Reading the Enemy’s Mind: Inside Star Gate: America’s Psychic Espionage Program”, Smith mengatakan kalau ada rekannya di Stargate yang bahkan bisa membengkokkan sendok dengan pikirannya. Dia juga menyalahkan birokrat di pemerintahan Amerika yang skeptis dan takut untuk mengambil risiko, sehingga stargate pada akhirnya harus terpaksa ditutup.

5. Lyn Buchanan

Lyn Buchanan adalah seorang sersan yang direkrut ke dalam proyek Stargate. Namun ia bukanlah seorang remote viewer, melainkan seorang ahli telekinesis. Selain itu, dia juga adalah seorang ahli komputer. Dua kemampuan yang dimiliki olehnya ini sangat cukup untuk menarik perhatian petinggi militer yang akhirnya merekrut dirinya ke dalam proyek Stargate.

Pada tahun 1995, CIA melihat bahwa proyek ini tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap intelijen. Jadi, mereka memutuskan untuk menutup proyek senilai 20 juta dolar ini untuk selamanya, walaupun banyak yang percaya kalau mereka masih menjalankannya secara diam – diam hingga saat ini.

Setelah ditutup secara resmi, para veteran stargate yang masih hidup mulai terbuka mengenai subyek remote viewing kepada publik Amerika. Salah seorang Viewer bernama David Morehouse misalnya, telah mendirikan sebuah perusahaan yang khusus melayani pelatihan remote viewing untuk pengembangan diri manusia.

Tidak hanya David, Paul H Smith juga mendirikan RVIS, yang juga merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pelatihan remote viewing. Dia juga menjabat sebagai kepala dari IRVA (International Remote Viewing Associations), yaitu sebuah organisasi yang terdiri dari para veteran Stargate dan paranormal generasi terbaru.

Seakan tidak mau kalah, Lyn Buchanan, sang ahli telekinesis bersama dengan Mel Riley, sang remote viewer Stargate juga mendirikan PSI (Problems Solutions Innovations) yang juga menyediakan jasa Remote Viewing.

Meskipun proyek stargate ini katanya sudah ditutup oleh CIA, namun tidak menutup kemungkinan juga kalau mereka masih menggunakannya secara diam – diam. Siaoa yang tahu ya kan? Seluruh dunia juga sudah tahu kalau CIA menyimpan ribuan rahasia dengan sangat rapat. Jadi tetap saja masih ada kemungkinan mereka masih melaksanakan proyek rahasia ini. Iya nggak guys? 

Kalau dipikir – pikir sih, tidak ada salahnya juga kalau proyek stargate ini dilaksanakan, karena proyek seperti ini bisa cukup membantu kehidupan masyarakat, negara dan dunia, misalnya dalam hal memprediksi bencana alam dan untuk memberantas teroris serta lain sebagainya. Setuju nggak?