Unique

Aneh, Serangga Purba Ini Mati Setelah Kawin

Pernah tahu nggak kalau ada hewan yang ternyata hanya bisa hidup selama 3 jam? Alasan mengapa masa hidup hewan ini begitu singkat bukan karena mereka terkena penyakit ganas seperti tumor, kanker atau semacamnya lho guys, melainkan karena memang begitulah siklus hidup dari hewan unik tersebut.

Nama ilmiah hewan unik ini adalah Palingenia Longicauda. Hewan ini merupakan serangga yang juga dikenal dengan nama Tisa’s Flower. Sesuai dengan namanya, serangga unik ini biasa ditemukan di sungai Tisza, yaitu satu dari sungai utama di Eropa. Tisza di Chornohora dan Tisza Hitam di Gorgany. Letaknya di Ukraina – Hongaria – Serbia – Rumania.

Sungai ini terletak di mulut Sungai Danube. Sungai ini memiliki panjang sekitar 1.358 km dan merupakan sumber transportasi dan air bersih utama. 

Mengenal Tisa’s Flower

Dilihat dari namanya yang begitu asing, bisa dipastikan bahwa banyak diantara anda yang belum mengenal serangga ini, kan? Tak apa, karena artikel ini akan memberikan informasi tentang serangga tisa’s flower kepada anda. Pertama, anda harus tahu bahwa tisa’s flower merupakan jenis atau spesies serangga purba.

Jenis serangga ini diperkirakan berasal dari 200 juta tahun yang lalu. Wow, seumuran nggak ya sama dinosaurus? Gak nyangka kan kalau di zaman moderen seperti saat ini ternyata masih ada hewan purba yang masih hidup? Sebagai salah satu serangga yang jumlahnya sangat terbatas alias langka, habitat serangga ini juga tidak sembarangan.

Untuk bisa bertemu dengan serangga unik ini, anda harus pergi ke sungai Tisza di Eropa. Di sanalah salah satu tempat dimana serangga – serangga ini berkumpul dan bermunculan. Tisza River atau Sungai Tisza merupakan salah satu suaka terakhir, dimana setiap tahun serangga tersebut muncul dalam jumlah yang sangat besar.

Kalau serangga – serangga ini sudah berkumpul, maka anda akan melihat sebuah tontonan yang sangat menakjubkan. Mereka akan tampak seperti sedang menari bersama, layaknya sedang berada di sebuah pesta. Kalau dilihat – lihat, serangga ini memiliki sedikit kemiripan dengan kunang – kunang yang juga suka berkumpul bersama di atas sungai. Benar nggak? 

Sama seperti serangga – serangga lain pada umumnya, Tisa’s Flower juga mengalami yang namanya siklus hidup. Meskipun begitu, tisa’s flower ini memiliki siklus hidup yang bisa dibilang sangat singkat. Kenapa? Karena mereka hanya bisa hidup selama 3 jam saja dan setelah itu mereka mati.

Coba deh bayangin, sedih bangetkan jadi anak – anak serangga ini, karena harus menjadi yatim piatu dalam waktu yang begitu singkat?

Masa Hidup Tisa’s Flower

Percayakah anda kalau serangga yang bernama tisa’s flower ini ternyata hidup hanya untuk kawin dan kemudian mati? Setidaknya begitulah yang dapat disimpulkan oleh masyarakat tentang serangga unik ini. Penasarankan dengan bagaimana sebenarnya masa hidup serangga ini?

Sebagai salah satu serangga yang jumlahnya sudah sangat langka saat ini, tisa’s flower memang hanya terlihat pada waktu – waktu tertentu saja. Kapan sajakah waktunya? Tepatnya pada bulan Juni, serangga – serangga ini akan berkumpul di sungai Tisza, meskipun memang tidak setiap tahun bisa terjadi.

Pada waktu tersebutlah hewan purba ini akan mlakukan proses perkawinan, lalu mati. Pada waktu itu pula tisa’s flower junior lahir. Selama 3 jam segalanya akan berakhir di sana. Hidup yang sangat singkat, bukan? Meskipun terdengar sangat menyedihkan, namun sangat menarik jika anda berada di sana untuk menyaksikan fenomena tersebut.

Biasanya fenomena unik dan indah ini hanya berlangsung selama 5 hari saja pada bulan Juni. Disana anda akan melihat ribuan serangga ini terbang dengan semangatnya dan memenuhi seluruh bagian sungai.

Proses Perkawinan Tisa’s Flower

Seperti yang kita ketahui, makhluk hidup (kecuali tumbuhan) termasuk serangga, dapat berkembang biak dan bertambah banyak jika melakukan sebuah proses yang dinamakan dengan proses perkawinan. Begitu juga dengan Serangga purba yang bernama Palingenia Longicauda ini. Yang berbeda, serangga ini hanya melakukannya setahun sekali.

Jika dilihat dari ukuran tubuhnya, tisa’s flower merupakan salah satu serangga “mayfly” yang terbesar di Eropa. Spesies jantan serangga ini memiliki panjang yang bisa mencapai 12 cm, yang diukur dari kepala sampai ekor. Serangga ini akan berada pada masa larva selama 3 tahun dan selama 3 tahun tersebut, larva akan berada di dasar sungai.

Akan tetapi sayangnya, masa hidup mereka tidaklah berlangsung lama. Begitu lahir, mereka kemudian akan tumbuh dewasa, berpasang – pasangan dan kemudian langsung mati. Serangga ini mempunyai sayap yang unik, dimana sayap mereka tersebut akan berganti kulit setelah mancapai fungsi utamanya.

Tisa’s Flower tumbuh dewasa hanya satu kali. Pada pertengahan bulan Juni, tepatnya pada pukul 5.00 – 6.00 PM, serangga dewasa akan menari – nari di atas sungai dalam kelompok yang jumlahnya sangat besar. Kemudian mereka akan berganti kulit di atas pohon, di tanah, atau dimanapun tempat yang mereka hinggapi.

Fenomena pergantian kulit yang dialami oleh tisa’s flower ini dikenal dengan nama Tissa Blooming atau Pemekaran Tisa. Setelah mereka tumbuh dewasa secara penuh (setelah beberapa detik mereka berganti kulit), serangga jantan hanya memiliki waktu beberapa jam saja untuk menemukan betina pasangan mereka dan melakukan perkawinan, sebelum mereka mati.

Berbeda dengan hewan – hewan lainnya yang membutuhkan waktu sebelum mengalami proses kehamilan dan melahirkan, serangga ini malah tidak membutuhkan waktu yang lama seperti padaumumnya. Tak lama setelah proses perkawinan terjadi, serangga betina akan langsung bertelur.  

Itulah sebabnya mengapa setelah berpasangan atau kawin, serangga betina kemudian terbang menyusuri sungai untuk memastikan telurnya sudah berada di dalam sungai dan jatuh ke dalam dasar sungai. Kemudian telur tersebut akan menjadi larva dalam waktu 45 hari dan akan menetas setelah 3 tahun.

Wow, lama juga ya guys waktu menetasnya. Tidak lama setelah proses bertelur itu, maka serangga – serangga purba (betina maupun jantan) tersebut akan langsung mati.

Tisa’s Flower Sebagai Indikator Lingkungan

Pernahkah anda mendengar tentang hewan bernama cacing planaria atau cacing pipih? Atau pernahkah anda melihat hewan ini? Planaria merupakan hewan yang habitatnya adalah diperairan. Jika anda pernah menemui hewan ini di perairan tertentu, maka bisa dipastikan bahwa perairan tersebut adalah perairan yang bersih dan jernih.

Planaria adalah salah satu hewan indikator lingkungan. Hewan ini tidak akan hidup jika habitatnya sudah tercemar. Selain planaria, ternyata Tisa’s Flower juga adalah serangga indikator. Serangga ini merupakan serangga yang sangat sensitive dengan polusi.

Jika mereka berada di sebuah sungai, sungai tersebut pasti merupakan sungai yang bersih. Disamping sebagai indikator lingkungan, serangga ini juga makanan yang baik untuk ikan, sehingga beberapa pemancing sering kali menggunakan serangga ini sebagai umpan pada pancing mereka. Saat ini serangga Palingenia longicauda sudah punah di beberapa Negara Eropa dan hanya bisa ditemui di Serbia dan Hungaria.

Begitulah siklus hidup hewan purba yang bernama tisa’s flower, yang bisa dibilang sangat singkat. Kalau dipikir – pikir, hidup serangga ini sangat malang sekali, terutama nasib anak – anaknya yang harus tunbuh dan menjadi dewasa tanpa pernah mengenal orangtua mereka.

Tapi mau gimana? Begitulah ekosistem yang ada di alam. Semuanya telah diperhitungkan oleh yang Maha Kuasa. Betul kan guys? Nah, supaya anda lebih paham dan mengerti mengenai siklus singkat dari serangga purba ini, anda bisa menontonnya pada video di bawah ini: