Unique

Bukan SPG, Karyawan Perusahaan Ini Diharuskan Berdiri Saat Bekerja

Apakah anda seorang karyawan kantor yang selalu berhadapan dengan layar komputer? Kalau iya, apakah saat bekerja, perusahaan anda menyediakan anda meja lengkap dengan kursinya? Kalau memang anda masih merasakan fasilitas seperti itu, berterima kasihlah kepada pimpinan perusahaan dimana tempat anda bekerja tersebut. Tahu kenapa? Karena anda termasuk karyawan yang beruntung mendapatkan dan merasakan fasilitas seperti itu.

Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu yang menjadi daya tarik orang – orang memilih pekerjaan sebagai karyawan kantoran adalah karena fasilitas yang disediakan oleh perusahaan, seperti: disediakannya kursi untuk duduk saat bekerja. Bener nggak? Yang karyawan kantor pasti ngerti deh enaknya gimana. Iya kan?

Jadi, selagi perusahaan masih memberikan anda kenyamanan seperti itu, yah nikmati dan syukuri saja, ya guys. Jangan terlalu banyak mengeluh, karena dibandingkan dengan anda, banyak karyawan di luar sana yang ternyata tidak seberuntung anda. Salah satunya adalah karyawan yang bekerja di Iris Ohyama, Jepang.

Tahukah and bahwa karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut dilarang duduk saat sedang bekerja menggunakan komputer? Bayangin aja coba, bekerja dengan komputer dalam keadaan berdiri. Wah, itu karyawan kantor atau SPG ya? Kalau SPG sih tidak masalah, karena memang pekerjaan mereka menuntut mereka untuk selalu berdiri. Trus, gimana dengan karyawan kantor? Apa bisa fokus mengetik dengan posisi berdiri seperti itu? Anda sanggup tidak? 

Selain unik, Jepang juga merupakan sebuah negara yang dikenal sebagai negara yang luar biasa. Tidak hanya karena teknologi robot yang dimilikinya, tapi juga dilihat dari cara mereka bangkit dari keterpurukan. Banyak hal yang sebenarnya bisa dipelajari dari negara ini. Lihat saja seberapa gigihnya mereka dalam membangun kembali negara mereka tersebut, setelah mengalami kerusakan akibat bom atom yang dijatuhkan oleh sekutu beberapa tahun yang lalu, yang pada akhirnya membuat mereka harus mengaku kalah dalam perang.

Tidak ada yang pernah menyangka sebelumnya bahwa sejak saat itu ternyata Jepang mampu bangkit menjadi negara yang makmur dan maju dalam segala bidang. Tahukah anda mengapa hal tersebut bisa terjadi? Jawabannya adalah karena Jepang memiliki budaya kerja yang luar biasa produktif. Seberapa produktif kah mereka? Apa pernah anda memikirkan hal ini sebelumnya? Pasti belum pernah bukan? 

Kalaulah Indonesia sedikit saja menaruh perhatian dan mempelajari beberapa hal tentang budaya kerja mereka, mungkin Indonesia juga bisa menjadi negara yang maju seperti Jepang. Jika dilihat dari cara bekerjanya, karyawan di Indonesia rasa – rasanya belum bisa dibandingkan dengan Jepang, baik itu dilihat dari tingkat kedisiplinannya, kegigihannya, keseriusan kerjanya maupun dalam semua hal yang lainnya. Miris sekali bukan?

Baru – baru ini didapat kabar bahwa salah satu perusahaan di Jepang telah menerapkan sebuah aturan yang mungkin jika diterapkan di Indonesia, akan membuat semua karyawan kantor menjadi gusar tak karuan. Protes ya pasti, bahkan demo pun akan ditempuh untuk menunjukkan rasa protes dan tidak terima mereka. Hal seperti ini sudah biasa terjadi di Indonesia. Aturan seperti apakah yang diterapkan oleh perusahaan Jepang tersebut?

Aturan Berdiri Selama Bekerja di Jepang

Sebuah perusahaan di Jepang, bernama Iris Ohyama, mengumumkan sebuah aturan baru perusahaan pada seluruh karyawannya, bahwa mereka tidak diperbolehkan lagi untuk duduk saat sedang bekerja menggunakan komputer. Hal ini diberlakukan selama mereka masih berada di tempat kerja. Perusahaan Iris Ohyama ini merupakan perusahaan yang menjual hampir semua barang elektronik di Jepang.

Yang unik dari perusahaan ini adalah aturan yang mengharuskan karyawannya berdiri saat bekerja menggunakan komputer. Aturan tersebut diterapkan pada kantor pusatnya yang berada di Kakuda City, Prefektur Miyagi dan kemudian diikuti di seluruh cabang kantornya yang lain.

Di bawah sistem atau aturan yang baru tersebut, karyawan yang bekerja di perusahaan ini akan menggunakan workstation bersama. Masing – masing akan diberi waktu maksimal 45 menit untuk melakukan tugasnya di komputer bersama tersebut. Nah, pertanyaannya adalah tahukah anda apa yang dimaksud dengan workstation yang dimaksud di atas? 

Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server. Workstation ini tidak dapat menjalankan tugas pemprosesan, karena tugas pemprosesan tersebut seluruhnya dilakukan oleh server, sehingga beban pemprosesan dan lalu lintas network terpusat pada server. Istilah workstation juga sering disebut sebagai client.

Pemanfaatan jaringan ini dapat berupa sharing data, sharing printer dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan pada komputer workstation, itu berarti komputer yang digunakan tidak dapat masuk ke dalam jaringan, sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer server maupun komputer lain dalam jaringan tersebut.

Meskipun perusahaan di Jepang ini menetapkan aturan berdiri selama bekerja di depan komputer, namun tetap saja ada pengecualiannya. Pengecualian tersebut dibuat untuk karyawan yang memang membutuhkan lebih banyak waktu untuk menggunakan komputer dan juga bagi mereka yang memiliki kondisi medis yang bermasalah.

Sebenarnya larangan untuk menggunakan komputer di meja pribadi ini sudah ada dan ditetapkan sejak tahun 2007 yang silam, namun aturan untuk menghapuskan kursi dari workstation atau ruang kerja bersama adalah baru pertama kali ini. Hal tersebut tentu sudah dipertimbangkan sebelumnya oleh pihak perusahaan.

Di dalam pengumuman resminya, perusahaan ini mengatakan bahwa kebijakan atau aturan yang ditetapkan tersebut
adalah dikarenakan kebiasaan duduk selama delapan jam sehari di depan komputer, dianggap tidak menyehatkan bagi karyawan. Selain itu, aturan ini juga bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi, meningkatkan kreatifitas dan menjaga kesehatan.

Berkenaan dengan yang mereka utarakan mengenai tujuan kesehatan di atas, tidak diketahui apakah tujuan mereka tersebut didasarkan pada penelitian atau tidak. Aturan yang ditetapkan oleh perusahaan Iris Ohyama ini memang sangat berbeda dengan perusahaan – perusahaan lain pada umumnya yang duduk di kursi dengan satu set komputer di atas mejanya.

Seperti contohnya yang terlihat pada gambar di bawah ini:

Gambar di atas adalah tata letak meja tempat kerja di perusahaan Iris Oyama, di Jepang. Di sana sangat terlihat bahwa di dalam tata letaknya, Iris Ohyama juga mendirikan meja bundar di sebelah meja tempat duduk karyawannya. Meja bundar tersebut dipakai untuk meletakkan komputer. Jadi dengan kata lain, saat karyawan tersebut bekerja dengan menggunakan komputer, mereka harus berdiri.

Dengan adanya peraturan baru tersebut, para karyawan perempuan pun perlu menyesuaikan keadaan tempat kerja mereka saat ini dengan pakaian dan sepatu yang mereka gunakan. Inilah yang menjadi alasan mengapa mereka lebih memilih untuk menggunakan sepatu yang nyaman. Kalau biasanya mereka menggunakan sepatu high heels, ya mungkin mereka harus menggantinya dengan model flat shoes. Kalau tidak, bisa encok dong mereka berdiri lama dengan menggunakan sepatu itu. 

Unik sekali bukan aturan yang diterapkan oleh perusahaan di Jepang ini? Sebelumnya, kesibukan orang – orang di Jepang juga kerap membuat para karyawannya harus melakukan beberapa aktivitas dengan berdiri.  Salah satunya adalah makan siang. Ketika makan siang dan mereka tidak membawa bento atau bekal, mereka akan mencari makan di luar.

Tempat makan yang akan dipilih oleh para pekerja ini adalah restoran yang bisa menyajikan makanan dengan sangat cepat dan biasanya mereka juga akan menyantap makanan yang dipesan dengan cepat pula, sampai – sampai mereka tidak memerlukan kursi untuk duduk selagi menyantap makanan mereka tersebut. Hal ini lah yang membuat banyak sekali tempat – tempat makan di Jepang yang menggunakan konsep berdiri sambil makan yang sering disebut dengan tachigui.

Seperti ini bentuk restoran tersebut:

Unik sekali kan guys? Begitulah kehidupan orang Jepang karena sanking sibuknya. Untuk makan saja, mereka juga harus terburu – buru agar waktu karena mereka masih memiliki banyak pekerjaan lain yang harus segera diselesaikan. Gimana dengan di Indonesia? hehe tahu sendiri lah ya guys. Baik itu budaya makan, ataupun bekerja, semuanya pasti serba lelet dan sering sekali di longgar – longgarin. Betul tidak?