Unique

Di Korea Selatan, Orang Melamun Diberikan Hadiah

Setiap tahunnya di beberapa negara, menyelenggarakan perlombaan pada waktu – waktu tertentu mungkin sudah menjadi sebuah tradisi tahunan. Biasanya sih perlombaan tersebut diadakan ketika adanya perayaan besar atau pada hari nasional tertentu, seperti misalnya di Indonesia setiap tahunnya diadakan perlombaan 17 agustus untuk menyambut Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Biasanya ketika menjelang hari – hari khusus tersebut, akan ada banyak sekali perlombaan yang diadakan oleh seluruh masyarakat di Indonesia. Nah, masing – masing daerah di Indonesia pasti memiliki kreasi tersendiri untuk menciptakan jenis perlombaannya masing – masing. Selama perlombaan yang akan diselenggakan tersebut dirasa masih wajar dan tidak membahayakan, sepertinya sah – sah saja sih dilombakan.

Selain Indonesia, di negara – negara lainnya juga pasti memiliki berbagai jenis perlombaan tahunan yang diselenggarakan pada hari – hari tertentu. Beberapa perlombaan yang diadakan tersebut bahkan sangat unik dan tidak pernah anda pikirkan sebelumnya. Seperti contohnya perlombaan memperebutkan bangkai kambing yang dikenal dengan sebutan Buzkashi di Afghanistan.

Tidak hanya Afghanistan saja yang punya perlombaan yang aneh. Tapi tahukah anda kalau Korea Selatanjuga menyelenggarakan sebuah perlombaan yang sangat unik dan juga cukup aneh? Dikatakan unik karena tidak ada seorangpun yang pernah menyangka bahwa kebiasaan buruk ternyata bisa dilombakan. Pengen tahu nggak kebiasaan buruk apa yang diperlombakan oleh Korea Selatan ini?

Perlombaan Melamun di Korea Selatan

Pengertian Melamun

Apakah anda pernah melamun? Semua orang pasti pernah melakukan kebiasaan yang satu ini. Apalagi jika mereka sedang tidak memiliki pekerjaan dan hanya berdiam diri di rumah, melamun akan menjadi kegiatan yang paling menyenangkan untuk dilakukan pada saat kosong seperti itu. Ayo ngaku, pasti anda salah satunya, bukan?

Tahukah anda apa sebenarnya makna dari kegiatan melamun yang sering anda lakukan tersebut?Melamun merupakan sebuah kondisi terputusnya pikiran seseorang dengan lingkungan sekitarnya sesaat, dimana kontak seseorang menjadi kabur dan sebagian digantikan oleh khayalan, khususnya tentang hal-hal yang menyenangkan dan yang diinginkan.

Inilah yang membuat orang sangat senang melamun. Mereka bisa mendapatkan apa saja yang mereka mau hanya dengan menkhayal. Meskipun apa yang ada di dalam khayalan tersebut sangat berbanding terbalik dengan kenyataan yang dijalani seseorang, namun tetap saja terasa sangat menyenangkan untuk dilakukan. Benar nggak?

Melamun memang sangat mengasyikkan. Tapi kebiasaan ini sangat tidak baik jika keseringan dilakukan. Konon katanya, seseorang yang melamun, bisa kesambet alias kesurupan. Kalau dipikir – pikir, yah wajar saja jika anda kesambet saat sedang melamun, karena pada saat itu pikiran anda sedang kosong dan sangat mudah untuk dirasuki oleh makhluk lain yang sudah berbeda dunia.

Akan tetapi, siapa yang menyangka bahwa melamun ternyata dijadikan sebagai sebuah kompetisi di Korea Selatan. Di negara ini melamun tidak lagi dianggap sebagai kegiatan yang tidak berguna, karena tahukah anda kalau kompetisi melamun yang diadakan tersebut menyiapkan hadiah dan beberapa piala bagi para pemenangnya? Wah, kedengarannya menarik sekali ya kompetisi ini? Ada niat nggak untuk ikut dalam kompetisi melamun ini?

Awal Mula Munculnya Perlombaan Melamun di Korea Selatan

Di Korea Selatan, kompetisi atau perlombaan melamun ini dikenal dengan sebutan “Space Out Competition”. Kompetisi ini merupakan kontes tahunan Korea Selatan, yang diadakan untuk melihat siapa yang bisa melakukan tatapan kosong tanpa kehilangan fokus dalam waktu yang cukup lama.

Space Out Competition atau kompetisi melamun ini muncul atau diselenggarakan pertama kali pada tahun 2014 yang silam. Kontes ini pertama kali dibuat oleh seorang seniman visual yang bernama WoopsYang. Menurut WoopsYang , kompetisi melamun yang diadakan ini bertujuan untuk menyorot fakta bahwa banyak orang yang telah memeras habis otak mereka dan membuat mereka sadar bahwa dengan beristirahat, otak justru dapat bekerja secara lebih optimal.

Sebelumnya WoopsYang sempat menderita sindrom burnout atau sindrom kelelahan hingga membuatnya stress berat. Dia merasa sangat cemas untuk segala hal, baik pada saat melakukan sesuatu atau sedang tidak melakukan sesuatu. Hal ini membuat Dia menyadari suatu hal, bahwa akan terasa jauh lebih menyenangkan jika tidak melakukan apa – apa bersama orang lain.

Sejak kompetisi melamun yang pertama diadakan tiga tahun lalu, Space Out Competition berkembang menjadi kontes yang lebih rumit lagi, dimana kontes ini menggunakan sistem dengan panel juri dan menerapkan seperangkat aturan ketat perlombaan, seperti: dilarang menelpon, bicara, bahkan memeriksa jam tangan dan tertidur. Jika kontestan melakukan hal – hal yang dilarang tersebut, maka mereka akan didiskualifikasi.

Hingga saat ini, diketahui bahwasannya jumlah kontestan yang ingin mengikuti perlombaan melamun ini semakin meningkat setiap tahunnya. Bahkan jumlahnya pernah mencapai lebih dari 2 ribu orang. Jumlah yang banyak itu akhirnya membuat WoopsYang harus menahan babak kualifikasi untuk memilih kandidat yang terbaik.

Aturan Kompetisi Melamun

Seperti yang sudah diberitahukan sebelumnya, kontes atau perlombaan melamun ini menerapkan sejumlah aturan ketat seperti:

  • Peserta dalam kontes melamun ini diberi waktu selama 90 menit untuk melamun. Selama acara yang berlangsung selama 90 menit, kontestan dilarang melakukan kegiatan apapun selain melamun. Jika Anda tertidur, mulai tertawa, atau menggunakan teknologi, Anda akan langsung didiskualifikasi dari perlombaan.
  • Kriteria pemenang dilihat dan didapat dari mereka yang memiliki detak jantung paling stabil dan tenang, yang akan diperiksa setiap 15 menit sekali. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa para kontestan dalam keadaan yang rileks. Selain itu, peserta juga dilarang tidur atau tertawa selama mengikuti kontes ini.
  • Jika kontestan merasa sudah tidak nyaman dan misalnya merasa haus atau perlu menggunakan kamar mandi, mereka dapat mengangkat beberapa kartu permintaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
  • Kontestan yang akan mengikuti perlombaan ini diharuskan datang dengan mengenakan pakaian yang mewakili profesi mereka masing – masing, seperti jas atau seragam, sehingga mereka terlihat sebagai versi miniatur dari seluruh kota. Intinya adalah untuk menunjukkan bagaimana stres dan kelelahan bisa menyerang siapa saja, namun di sisi lain semua orang bisa mendapatkan keuntungan dari kegiatan melamun yang dilakukan tersebut.
  • Kompetisi ini diadakan pada jam paling sibuk dalam satu hari, yaitu Senin pagi, di bagian kota yang juga sibuk yaitu di sebuah taman publik yang besar, untuk menyoroti kontras antara sekelompok orang yang hanya diam tak melakukan apa-apa dengan hiruk pikuk kota di sekitar mereka.

Manfaat Yang Didapat Dari Perlombaan Melamun

Perlombaan melamun yang diadakan di Korea Selatan ini bertujuan untuk menunjukkan betapa pentingnya istirahat untuk anda selaku makhluk yang hidup yang terbatas. Hal ini tidak hanya berlaku untuk masyarakat Korea Selatan saja, tapi juga untuk seluruh masyarakat dunia.

Penelitian yang sudah dilakukan secara konsisten telah menunjukkan bahwa otak manusia membutuhkan waktu tenang atau istirahat, tidak hanya untuk memproses informasi dan membuat kenangan, tetapi juga untuk mengurangi stres dan kelelahan yang berasal dari tekanan tidak henti dari pekerjaan dan kehidupan sosial yang dijalani setiap harinya.

Korea Selatan adalah salah satu negara yang memiliki populasi paling stres atau tertekan di dunia, dimana New York Times pernah menggambarkan negara ini sedang berada di ambang gangguan saraf nasional. Masalah yang terkait dengan stres, kecemasan, dan otak yang bekerja terlalu keras inilah yang mendorong WoopsYang menyelenggarakan kompetisi ini di Korea Selatan.

Namun harapan WoopsYang tidak hanya untuk masyarakat Korea Selatan saja. Dia juga berharap kompetisi melamun ini bisa diperluas hingga ke seluruh dunia. Beberapa tahun lalu, Space Out Competition internasional ini juga sempat diadakan di Beijing dengan jumlah kontestan 80 orang.

Kalau Beijing saja sudah mencoba untuk menyelenggarakan kompetisi melamun ini, kenapa Indonesia tidak? Setujukah anda jika kelak Indonesia juga akan mengadakan kompetisi semacam ini? Apa alasan anda untuk mengatakan setuju atau tidak setuju? Yah, semuanya itu tergantung pada sudut pandang anda masing – masing.

Dengan adanya kompetisi ini, bukan berarti anda boleh melamun terus ya, sob. Kompetisi melamun yang diadakan di Korea Selatan ini hanya dilakukan selama 90 menit dan itupun tidak sendirian. Kegiatan ini dilakukan bersama – sama dan diawasi dengan sangat ketat oleh para petugas.

Jadi bukan asal – asalan lho. Ingat ya sob, melamun sendirian itu baik jika sering dilakukan apalagi yang dilamuni itu hal – hal yang buruk. Jangan ya. Ingat lho. Jangan serin – serinh dilakukan. Oke?