Unique

Hukuman Mati Tersadis Yang Pernah Dilakukan Oleh Manusia

Sewaktu masih sekolah, pernahkah anda mendapatkan hukuman dari Guru atau Orangtua anda, karena kesalahan atau tindakan yang anda lakukan? Menurut anda, pantaskah hukuman itu anda dapatkan? dan Apakah hukuman itu berdampak bagi anda dan membuat anda berubah menjadi lebih baik? Ooopss, sebelum membahas terlalu jauh mengenai hukuman ini, anda perlu mengetahui pengertian dari hukuman itu sendiri terlebih dahulu.

Pengertian Hukuman

Hukuman merupakan sebuah cara, yang dilakukan untuk mengarahkan tingkah laku seseorang, agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Cara tersebut mencakup sebuah perlakuan tertentu, yang sifatnya tidak meng-enakkan atau menimbulkan penderitaan, yang diberikan kepada pihak pelaku perilaku menyimpang.

Hukuman yang diberikan kepada para pelaku menyimpang ini, haruslah sebanding dengan kualitas penyimpangan yang dilakukan. Pemberian hukuman ini juga tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Biasanya pemberian hukuman dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang.

Pihak-pihak yang berwenang yang dimaksudkan di sini, bukan hanya polisi lo guys, tapi tergantung pada konteks persoalannya. Misalnya, dalam konteks kehidupan keluarga, pihak berwenang yang berhak untuk memberikan hukuman adalah orang tua, dalam konteks kehidupan di kantor, maka pihak berwenang adalah atasan. Dalam konteks kehidupan sosial, pihak yang berwenang yang memberikan hukuman adalah polisi atau pengadilan.

Hukuman yang diberikan kepada seorang pelanggar hukum dari dulu sampai sekarang, sudah mengalami beberapa perubahan, karena alasan tertentu yang telah dimusyawarahkan terlebih dahulu. Di zaman dahulu, hukuman mati merupakan hal biasa yang dilakukan, bahkan masih dilakukan sampai sekarang di beberapa negara. Hukuman mati ini diberikan bagi para pelaku kejahatan dan pelanggar hukum, dengan maksud memberikan pelajaran bagi masyarakat yang melihatnya, agar tidak meniru tindakan tersebut.

Berbeda dengan zaman sekarang, pemberian hukuman di zaman dulu tergolong sangat sadis, bahkan untuk sebuah pelanggaran yang sepele sekalipun. Untunglah beberapa hukuman mati sadis di beberapa negara ini, akhirnya dihapus dan tidak diterapkan lagi di zaman modern seperti saat ini.

Penasaran gak, sama hukuman mati yang sangat sadis tersebut? Kalau anda penasaran, berikut ini akan dijelaskan beberapa hukuman mati yang sadis sepanjang sejarah tersebut:

1. Ling Chi

Ling Chi adalah salah satu jenis hukuman eksekusi mati, yang dilakukan oleh kerajaan monarki Cina sejak tahun 900, hingga akhirnya dilarang pada tahun 1905. Hukuman ini diberikan kepada seseorang yang melakukan pengkhianatan dan pembunuhan saudara atau membunuh anggota kerajaan. Eksekusi mati yang dinamakan Ling Zhi ini, memiliki tahapan yang sangat mengertikan dan juga menyakitkan. Si pelaku akan dibuat menderita selama proses pengeksekusiannya.

Pelaku pelanggaran akan diikat pada kayu atau tiang, dengan posisi telanjang. Pengikatan ini dilakukan di depan umum, sehingga masyarakat bisa melihatnya. Kemudian daging tubuh orang tersebut diiris sedikit demi sedikit, mulai dari payudara hingga ke seluruh anggota tubuh lainnya. Kalau di zaman sekarang proses ini mirip dengan proses amputasi.

Selama eksekusi, korban diberikan opium agar tidak merasakan sakit yang terlalu. Setelah mengiris seluruh bagian-bagian tubuh, selama 10 – 20 menit, kemudian korban akan dipenggal dan ditikam pada jantungnya sampai mati. Waduh, seram banget kan? Untung saja hukuman mati ini sudah dihapuskan. Kalau enggak? Gak kebayang deh liat tubuh manusia yang diiris-iris kek gitu.

2. Digergaji

Hukuman mati atau eksekusi mati dengan cara menggergaji tubuh, merupakan hal yang biasa dilakukan pada abad pertengahan di Eropa. Gergaji yang digunakan di zaman ini masih manual lho. Belum ada tuh yang namanya gergaji listrik. Bayangin aja deh gimana jadinya kalau tubuh digergaji dengan menggunakan gergaji manual. Pasti penyiksaan yang diterima akan sangat lama.

Penggergajian tubuh sebagai hukuman mati bagi pelanggar hukum ini, dilakukan oleh dua orang eksekutor atau disebut dengan algojo. Kedua algojo yang berbadan besar ini, akan memegang gergaji manual yang cukup besar. Penjahat yang akan dieksekusi mati tersebut akan digantung terbalik, di sebuah pohon atau tiang gantungan. Selanjutnya algojo akan menggunakan gergaji tadi untuk memotong tubuh penjahat tersebut menjadi dua bagian ,mulai dari bagian selangkangan hingga ke dada dan kepala.

Selama eksekusi ini berlangsung, si pelaku kejahatan akan menderita kesakitan yang luar biasa. Eksekusi ini bisa berlangsung selama beberapa jam dan dilakukan secara perlahan-lahan. Karena begitu sadisnya hukuman mati ini, wajar saja jika hukuman digergaji ini masuk sebagai hukuman tersadis yang pernah ada.

3. Direbus

Hukuman mati yang terkenal sadis selanjutnya adalah hukuman mati dengan cara direbus. Eksekusi mati dengan cara direbus ini, banyak dilakukan oleh negara-negara di Eropa dan Asia. Hukuman ini termasuk ke dalam hukuman terkejam tang pernah ada di dunia.

Pada proses eksekusi, penjahat atau pelaku kejahatan dan pelanggar hukum, akan ditelanjangi dan dilemparkan dalam sebuah tempat atau wadah yang penuh dengan cairan mendidih. Cairan yang dipanaskan dan dibiarkan mendidih ini dapat berupa air, asam, lilin, tar, minyak, timah cair, dan lain sebagainya.

Dalam beberapa kasus, algojo biasanya akan menaikkan dan menurunkan korban ke kuali panas, dengan menggunakan tali. Wuah, hukuman macam apa ini ya? Apa mereka kira manusia itu sama seperti hewan yang bisa direbus, kemudian dimakan dagingnya? Sungguh terlalu.

4. Impalement

Impalement merupakan salah satu metode penyiksaan atau eksekusi mati paling sadis yang pernah dilakukan oleh umat manusia. Negara yang dulu menjalankan pemberian hukuman ini adalah beberapa negara, seperti: Yunani, Turki, China dan Roma.

Impalement adalah salah satu hukuman paling sadis, yang dilakukan pada abad pertengahan. Eksekusi mati dengan metode Impalement ini mulai dikenal pada zaman Kerajaan Assyrian. Penyiksaan ini dilakukan dengan menusuk korban dari bawah ke atas (Kaki ke kepala).

Alat atau benda yang digunakan untuk menusuk adalah berupa tombak kayu atau besi. Metode ini akan menyebabkan kematian yang sangat menyakitkan, karena berlangsung untuk waktu yang lama, bahkan bisa lebih dari satu hari, jika organ utama tidak terkena tusukan.

Penyiksaan ini dilakukan di depan umum. Dengan begitu, hukuman ini akan memberikan rasa takut pada orang-orang yang melihat, agar tidak melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh korban. Biasanya korban-korban tersebut adalah orang-orang yang melawan kerajaan. Ada juga beberapa negara yang menggunakan hukuman ini, untuk menghukum orang-orang yang berbuat zina.

5. Dimakan Tikus

Pemberian hukuman mati dengan menggunakan tikus ini rasanya unik, tapi juga terkesan sangat sadis. Si korban seakan-akan dibuat layaknya makanan untuk sekawanan tikus. Hukuman menjadi makanan tikus ini sangat popular dilakukan pada abad pertengahan di Cina.

Hukuman ini dilakukan dengan mengikat korban terlebih dahulu. Korban kemudian ditempatkan pada sebuah sel yang dipenuhi dengan tikus-tikus yang sedang lapar. Kemudian korban akan dimakan secara perlahan-lahan oleh tikus-tikus tersebut hingga mati. Hanya sebagian kecil dari korban yang selamat, kebanyakan dari mereka pasti meninggal karena mengalami pendarahan yang parah dan luka parah akibat terinfeksi oleh tikus-tikus tersebut.

6. Necklacing

Necklacing adalah sebuah hukuman atau eksekusi mati, dengan menggunakan ban sebagai medianya. Sebuah ban? mungkin beberapa diantara anda menganggap sepele hukuman ini, karena mungkin anda bertanya, bagaimana bisa orang mati karena sebuah ban. Bener gak?

Mungkin alat yang digunakan untuk eksekusi ini terdengar tidak terlalu menyeramkan. Namun proses pengeksekusiannya akan membuat anda merinding. Necklacing adalah hukuman yang menggunakan sebuah ban yang diisi bensin. Ban itu dipaksa muat untuk memasukkan dada dan lengan korban kedalamnya, dan kemudian dibakar. Proses ini akan membuat tubuh meleleh karena proses pembakaran yang hebat. Metode eksekusi tersebut biasa terjadi dan umum dilakukan di Afrika Selatan.

7. Colombian Necktie

Colombian Necktie adalah sebuah metode eksekusi mati terkejam di dunia, dimana tenggorokan korban disayat (dengan pisau atau benda tajam lainnya) dan lidah nya ditarik keluar melalui luka yang terbuka, akibat sayatan yang dilakukan sebelumnya tersebut.

Asal-usul metode ini berawal dengan pecahnya La Violencia, yaitu perang sipil Kolombia yang dimulai pada tahun 1948, dengan pembunuhan pemimpin Jorge Eliecer Gaitan. Metode ini biasanya dilakukan para gembong mafia sejak tahun 1950. Hal tersebut dimaksudkan sebagai metode perang psikologis, untuk menakut-nakuti dan mengintimidasi lawan-lawannya.

Gimana guys? Cukup mual gak ngebaca artikel ini? Cukup lah ya. Ketujuh hukuman mati di atas adalah hukuman yang paling sadis yang pernah terjadi di dunia. Bagaimana menurutmu? Untung saja hukuman itu sudah ditiadakan ya, guys. Tapi kalau hukuman itu masih ada, mungkin para koruptor dan begal yang berkeliaran, bakalan gigit jari dan langsung mengundurkan diri dari pekerjaannya. hehehe 🙂