Unique

Kalibrator Kecantikan, Perangkat Kecantikan Yang Mirip Dengan Alat Penyiksaan

Siapa sih wanita di dunia ini yang gak pengen cantik? Jawabannya pasti tidak ada. Setiap wanita pasti selalu mendambakan penampilan yang sempurna, iya nggak guys? Apapun akan mereka lakukan untuk mendapatkan penampilan yang mereka inginkan. Mulai dari merias wajah dengan make up dan sebagainya, pergi ke salon, bahkan jalan operasi plastik pun akan ditempuh, hanya demi mendapatkan wajah secantik Angelina Jolie.

Untuk mendapatkan wajah yang cantik dan sempurna, pastinya tidaklah mudah. Proses yang dilalui juga bisa dikatakan cukup atau bahkan sangat menyakitkan, misalnya saja saat memakai soft lens pada mata, pemakaian eyeliner, pencatokan rambut, dan lain sebagainya. Tapi meskipun begitu, lihat saja wanita-wanita yang ada di sekeliling anda, mereka sama sekali tidak memperdulikan rasa sakit tersebut. Yah, semuanya karena alasan yang tadi itulah, “Pengen Cantik”.

Untuk merias wajah, belum tentu semua wanita bisa melakukannya dengan baik. Itulah sebabnya mengapa salon kecantikan menjadi salah satu alternatif, yang paling diincar oleh sebagian besar wanita untuk mendukung penampilannya. Salon kecantikan yang banyak bertebaran di masyarakat ini, memang sudah ada sejak dulu sekali. Akan tetapi, peralatan yang digunakan serta proses atau tahapan yang dilakukan sangat berbeda dengan zaman modern seperti sekarang ini.

Kalau beberapa wanita menganggap bahwa, beberapa treatment kecantikan saat ini terasa sangat menyakitkan, maka treatment di zaman dahulu 10 kali lebih meyakitkan. Usaha untuk mempercantik diri pada zaman dulu cukup menyiksa bagi beberapa orang. Prosedur atau tahapan-tahapan yang dilakukan, memiliki rasa sakit yang berbeda-beda pada setiap bagian tubuh.

Pada tahun 1920-an, 30-an, dan 40-an, prosedur kecantikan lebih cocok jika diibaratkan sebagai sebuah ruangan penyiksaan, daripada sebuah salon. Berbeda dengan salon-salon kecantikan yang sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, salon pada zaman dulu identik menggunakan alat-alat kecantikan yang bersifat konvensional atau kuno.

Beberapa tahapan dilakukan secara manual oleh penata rias. Tapi jangan salah lho, hasil yang didapat dengan alat konvensionl ini jauh lebih bagus, dibandingkan dengan alat-alat yang digunakan oleh salon modern saat ini, karena setiap tahapan dilakukan dengan sangat hati-hati dan teliti, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Pada zaman tersebut, ada sebuah alat kecantikan yang sangat dikenal, oleh hampir seluruh masyarakat di seluruh dunia, terutama di kalangan para selebritis Hollywood pada zaman itu. Nama alat kecantikan itu adalah Beauty Calibrator atau Beauty Micrometer. Beauty Calibrator ini dianggap sebagai barometer kecantikan, khususnya untuk kecantikan wajah.

Kalau melihat bentuknya, mungkin anda akan teringat pada sebuah film horror yang berjudul “Hellraiser” yang tayang di tahun 1987. Ooppss, bagi anda yang belum lahir di tahun ini, mungkin akan asing dengan judul film yang satu ini. Tapi tak apa, anda yang penasaran bisa menontonnya di toutube. Beauty Calibrator dianggap sebagai sebuah perangkat penyiksaan dan pembunuh, seperti yang ada di dalam film horror tersebut. Seram banget, kan? Membayangkannya saja sudah buat bulu kuduk naik.

Alat yang dikenal sebagai kalibrator kecantikan ini diciptakan oleh seorang tata rias legendaris dunia, kelahiran 1872, yang bernama Maksymilian Faktorowicz atau lebih dikenal dengan Max Factor. Pria ini merupakan salah satu penata rias, yang sangat berjasa dalam perkembangan tata rias atau kecantikan di dunia. Beliau ini juga lah yang telah membuat atau menciptakan istilah make-up, yang begitu tenar di masyarakat dunia.

Bentuk dan Fungsi “Beauty Calibrator” dalan dunia kecantikan:

Setelah melihat gambar Beauty Calibrator di atas, apakah yang terlintas di dalam benak anda? Benar-benar sangat mirip dengan sebuah alat penyiksaan, bukan? Meskipun alat ini lebih mirip dengan alat penyiksa daripada alat kecantikan, akan tetapi alat ini memiliki fungsi yang sangat penting dalam hal mempercantik wajah.

Fungsi dari alat ini adalah membantu mengenali bagian wajah seseorang, yang memerlukan perlakuan, perawatan, ataupun treatment khusus, karena dianggap tidak sesuai dengan standar kecantikan. Alat kecantikan ini akan memberitahu si penata rias, bagian wajah mana yang perlu diperbaiki dengan bantuan make up.

Penemu alat ini, Max Factor merupakan seorang pria yang tinggal di sebuah daerah atau wilayah, yang sekarang berada di Polandia. Max Factor mulai bekerja di industri wig (rambut palsu) dan kosmetik, sejak masih sangat muda. Karena kegigihan dan kemampuan yang dimilikinya dalam bidang tata rias, Max akhirnya berhasil mendirikan Max Factor & Company pada tahun 1909 dan menjual berbagai kosmetik, sambil melakukan penelitian alat-alat yang bisa digunakan untuk menunjang kecantikan.

Seperti peribahasa “Pucuk di cinta, Ulam pun tiba”, beberapa eksperimen yang dilakukan pria ini akhirnya mendapatkan angin segar dari industri perfilman Hollywood, yang menghantarkannya terjun ke dalam bisnis perfilman, sebagai penata rias yang dikhususkan untuk layar lebar.

Dengan menggunakan alat kecantikan yang terbuat dari logam yang mengerikan tersebut, Max akan sangat terbantu untuk menerapkan riasan pada wajah para selebritis Hollywood untuk keperluan pembuatan film, karena alat ini dapat dengan mudah mengukur lekukan wajah wanita dengan tepat. Tak lama kemudian, Max diminta untuk menjadi konsultan untuk riasan bintang-bintang besar Hollywood. Langkah ini menjadi sebuah keuntungan besar bagi Max, karena bisa memasarkan produk-produk kosmetiknya. Hebat kan pria yang satu ini?

Cara Pemakaian atau Penerapan Beauty Calibrator:

Untuk memakai Beauty Calibrator ini, dapat dilakukan dengan menempatkannya pada kepala dan wajah. Penempatan tersebut dilakukan dengan menggunakan strip logam, yang disesuaikan dengan ciri-ciri lekukan wajah seseorang. Strip tersebut kemudian akan dikencangkan dengan memakai beberapa skrup, yang memungkinkan sebanyak 325 pengaturan. Dengan begitu, si penata rias dapat melakukan pengukuran dengan ketepatan hingga 1/1000 inci.

Pengukuran yang dimaksud di atas terfokus pada dua pengukuran, yang dianggp sebagai kunci dari kecantikan, yaitu: tinggi hidung dan kening harus sama dan mata harus terpisah sejarak lebar satu mata. Kegunaannya adalah, untuk mendeteksi kekurangan struktur atau bentuk wajah yang tak terlihat oleh mata, tapi bisa terlihat pada kamera. Nah, setelah mendapatkan hasil pengukuran tersebut, maka saatnya bagi si penata rias, untuk menerapkan riasan, guna menutupi masalah tersebut.

Berkat penemuannya ini, Max Factor dianugerahi Oscar kehormatan, atas kontribusinya dalam pembuatan film pada tahun 1929. Tapi sayangnya, alat Beauty Calibrator ini hanya populer pada zaman itu saja, dan tidak dipakai secara meluas. Diperkirakan hanya ada satu Beauty Calibrator yang masih ada dan dipajang di Hollywood Entertainment Museum.

“Wow”, mungkin adalah kata yang paling pas untuk memperlihatkan rasa kekaguman untuk alat ini. Kejeniusan Max dalam menciptakan alat ini pantas mendapatkan apresiasi dari masyarakat dunia, karena berkat penemuannya ini, bidang kecantikan menjadi semakin berkembang. Nah, sekarang mau tanya nih, kalau misalnya alat tersebut kembali digunakan, kira-kira berniat nggak untuk nyobainnya? 🙂