Info Unique

Kasus Perceraian Meningkat, Pengadilan Ini Tetapkan Aturan Ujian Tertulis

Pernikahan merupakan sesuatu yang bersifat sakral atau suci. “Sakral” dikarenakan pernikahan berkaitan dengan ritual keagamaan dan adat istiadat. Sejak awal mula diciptakannya manusia, sang pencipta memang sudah menciptakan manusia itu saling berpasang-pasangan.

Jadi untuk anda yang masih “jomblo atau single“, anda tidak perlu khawatir jika sampai saat ini anda masih belum bertemu dengan jodoh anda. Positive thinking saja guys, anggap aja kalau jodoh anda masih kesasar dan belum bisa menemukan jalan untuk mendatangi anda. hehe 

Bagi kepercayaan tertentu, pernikahan ini hanya dilangsungkan sekali seumur hidup. Berbeda dengan perayaan ulang tahun yang bisa diadakan setiap tahunnya. Didalam ikatan yang sakral ini tidak seharusnya ada yang namanya perpisahan atau perceraian. Yang bisa memisahkan dan menceraikan pasangan yang sudah menikah hanyalah maut.

Dulunya, perceraian dianggap sebagai sesuatu yang tabu bagi sebagian besar masyarakat. Namun apa yang terjadi sekarang? Perpisahan antara pasangan suami isteri bahkan sudah menjadi hal yang sangat biasa dan telah berubah menjadi sebuah trend di kalangan masyarakat. Bukan hanya di Indonesia, hal ini juga terjadi di negara-negara lain yang ada di dunia, termasuk Tiongkok.

Maraknya kasus perceraian ini juga sangat dirasakan oleh pengadilan di China. Entah apa sebenarnya yang melatarbelakangi masyarakatnya sehingga mereka tampak seperti saling berlomba-lomba untuk bercerai.

Tapi apapun yang menjadi alasan mereka melakukannya, hal ini tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Itulah sebabnya mengapa pada akhirnya pengadilan di China membuat sebuah peraturan baru bagi mereka yang ingin melakukan perceraian.

Peraturan semacam apa ya kira-kira yang telah mereka ciptakan itu? Ampuhkah peraturan itu menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan mereka? Daripada anda semakin penasaran dan menerka-nerka jawabannya, langsung aja yuk lihat penjelasannya di bawah ini.

Ujian Perceraian di China

Kalau mendengar kata ujian, biasanya sih identik dengan anak sekolahan atau kuliahan. Hampir tiap berapa bulan sekali mereka harus menghadapi yang namanya ujian. Beberapa ujian bahkan ada yang bisa sampai membuat sebagian orang yang menjalaninya menjadi stress. Contohnya saja ujian Gaokao untuk masuk ke perguruan tinggi di China. Konon katanya ujian ini lebih mengerikan dari ujian hidup lo guys. Bener nggak sih? 

Tahukah anda, ternyata bukan hanya masuk ke perguruan tinggi saja lho yang harus melewati jalur ujian, tapi  untuk bisa bercerai, masyarakat di China juga harus melalui proses ujian tertentu. Alasan dibuatnya ujian seperti ini tidak lain adalah untuk menekan tingkat perceraian yang terjadi di Tiongkok. Pengadilan sangat prihatin melihat tingkat perceraian di China yang terus saja meningkat dari tahun ke tahun.

Coba saja anda bayangkan, di wilayah yang dihuni oleh lebih dari satu juta orang penduduk ini, setiap tahunnya harus menerima ratusan kasus perceraian. Setengah dari kasus tersebut adalah disebabkan oleh ketidak cocokan dalam rumah tangga. Dengan jumlah yang begitu tinggi seperti ini, wajar saja jika kasus perceraian menempati posisi tertatas di pengadilan.

Pemrakarsa Gagasan Ujian Perceraian di China

Seperti yang sudah diberitahukan di atas tadi, maraknya kasus perpisahan suami isteri yang terjadi di China membuat pengadilan merasa khawatir. Masalah ini pun akhirnya menggugah hati seorang Hakim di Pengadilan Negeri Yibin, tepatnya berada di provinsi Sichuan yang bernama Wang Shiyu. Dia mencoba mencari ide untuk bisa menekan masalah tersebut.

Dan eng ing eng, terciptalah sebuah gagasan untuk melakukan ujian tertulis bagi mereka yang ingin mengakhiri rumah tangga dan janji suci pernikahan mereka. Aneh memang, tapi siapa sangka cara yang dilakukannya ini ternyata cukup ampuh untuk membatalkan keinginan bercerai mereka. Dengan adanya ujian ini, Wang berharap para pasangan bisa berpikir ulang tentang keputusan mereka.

Kalau saja mereka sadar, sebenarnya perceraian atau perpisahan yang diputuskan oleh pasangan suami-isteri ini bukanlah jalan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah. Malah sebaliknya, perpisahan hanya akan membawa mereka dalam permasalahan yang baru jika melakukannya secara terburu-buru.

Ingat nggak dengan pepatah yang mengatakan bahwa “Penyesalan selalu datang terlambat“? Menurut anda, pepatah ini masuk akal tidak? Masuk akal lah ya kan, karena “kalau yang datangnya duluan itu namanya bukan penyesalan, tapi pendaftaran”. hehe Ada kemungkinan besar anda juga akan mengalaminya jika anda salah langkah dalam mengambil keputusan.

Amarah dan rasa kesal mereka terhadap pasangan menjadi salah satu pemicu dari retaknya rumah tangga, hingga jalan pintas untuk berpisah pun akhirnya terlintas dalam benak mereka dan terucap dari mulut mereka. Menyedihkan bukan? Sebagai seorang yang sudah masuk ke dalam kategori dewasa, mereka seharusnya bisa berpikir lebih positif. Namun kenyataan tidak bisa selalu sama seperti yang diharapkan.

Awal Mula Munculnya Ujian Perpisahan Masyarakat Tiongkok

Terobosan unik yang dibuat oleh Wang ini pertama kali diterapkan pada tanggal 14 September 2017 yang lalu. Pada saat itu, diketahui bahwasannya pasangan yang menjalani ujian tersebut masing-masing mendapatkan skor 80 dan 86, nilai yang cukup tinggi, bukan? Karena tingginya nilai yang mereka peroleh, maka hakim memutuskan untuk menolak permohonan cerai mereka dan menasihati mereka agar kembali rukun.

Mungkin anda bertanya-tanya kan mengapa nilai yang begitu tinggi malah ditolak oleh pengadilan? Sabar dulu guys. Jangan keburu penasaran dulu. Santai saja, karena anda akan menemukan jawabannya sebentar lagi.

Sejak berita tentang ujian perceraian ini muncul ke masyarakat, banyak warganet yang menaruh perhatian terhadapnya. Beberapa ada yang memuji niat mulia dari Wang, namun ada pula yang menganggap tindakannya tersebut sebagai sesuatu yang tak sepatutnya ia campuri.

Mereka menganggap bahwa hakim tersebut telah melakukan tindakan yang mengintervensi keputusan seseorang yang hendak bercerai. Kalau pendapat anda sendiri bagaimana guys? Setuju kah anda dengan cara yang dilakukannya?

Setelah selesai menjalani tes, pasangan suami istri wajib menyerahkan dokumen pernikahan. Setelah itu, hakim akan membaca hasil tes dan mencocokkan dengan dokumen nikah untuk memberikan nilai. Jika nilai ujian tersebut lebih dari 60, maka hakim bakal menolak permohonan cerai. Hakim bakal memberikan nasihat kepada pasangan tersebut untuk memperbaiki hubungan mereka.

Persyaratan Dalam Ujian

Sama seperti ujian-ujian pada umumnya, tentu ada beberapa persyaratan yang telah ditetapkan, yang harus anda patuhi atau lakukan jika anda ingin lulus. Begitu pula dengan ujian perceraian yang diadakan di Tiongkok, China ini.

Di dalam ujian yang menjadi penentu perpisahan anda dengan pasangan ini, biasanya Wang selaku Hakin pengadilan akan mengajukan serangkaian pertanyaan secara terpisah kepada pasangan yang ingin bercerai.

Aturan penilaian yang diberlakukan di dalam ujian ini memang agak berbeda dari cara penilaian yang umum dilakukan saat anda sedang melakukan ujian sekolah dan sebagainya, dimana semua orang akan berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai tertinggi.

Syarat nilai yang harus berhasil mereka dapatkan dalam ujian ini agar permohonan perceraian mereka diterima antara lain: jika skor yang berhasil mereka dapatkan berada di bawah 60, maka Wang akan mengabulkan permohonan cerai mereka. Tapi sebaliknya, jika skor nya berada di atas niali 60, maka pasangan tersebut harus kembali menjalani pernikahan mereka, mau tidak mau, ataupun suka tidak suka.

Jenis-Jenis Pertanyaan

Pertanyaan yang diajukan dalam ujian ini juga bukanlah pertanyaan yang akan membuat rambut anda mendadak botak atau sebagainya. Bisa dibilang bahwa pertanyaan yang harus anda jawab merupakan pertanyaan yang tentunya sangatlah mudah. Bukan seperti soal ujian kenaikan kelas, masuk perguruan tinggi, apalagi ujian CPNS.

Ujian perceraian tersebut terdiri dari tiga bagian, yang mencakup hal mengenai kehidupan berumah tangga yang telah dijalani oleh masing-masing pasangan. Setiap pasangan wajib memberikan jawaban dengan jujur. Hasil tes inilah yang nantinya akan menjadi penentu terkabul atau tidaknya permohonan cerai yang diajukan.

Adapun contoh dari pertanyaan yang diberikan adalah seputar informasi mengenai hari ulang tahun anggota keluarga, ulang tahun pernikahan, makanan favorit masing-masing pasangan, tanggungjawab di dalam keluarga dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya.

Menurut Hakim Wang, pertanyaan itu dibuat dengan maksud agar setiap pasangan yang ingin bercerai ini bisa mengenang masa-masa indah pernikahan yang telah mereka jalani bersama serta hari-hari berharga yang mereka lalui bersama anggota keluarga mereka yang lainnya, seperti misalnya anak-anak, yang menjadi buah cinta mereka.

Dengan melakukan cara ini, ada kemungkinan bahwa pikiran mereka akan menjadi lebih rasional setelah mengingat memori-memori pernikahan mereka tersebut. Anda harus ingat, bahwa apa yang anda putuskan bisa berdampak pada anak-anak anda.

Jadi tolong berpikirlah dengan sangat jernih, sebelum memutuskan perpisahan. Jangan pernah korbankan kebahagian keluarga hanya untuk ego sesaat anda. Jangan sampai dikedepannya anda akan menyesal atas keputusan yang anda ambil atas dasar emosi semata. Ingat guys, Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan kedua, serta tidak ada yang bisa menjamin bahwa hidup anda akan jauh lebih bahagia setelah bercerai.