Unique

Kejam! Pembersihan Diri Suku Malawi Ini Lebih Mirip Dengan Ritual Seks

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Afrika merupakan sebuah negara yang memiliki banyak sekali suku-suku pedalaman yang masih terikat pada budaya atau tradisi yang aneh, unik, dan juga mengerikan. Memang tak ada habis-habisnya cerita tentang tradisi unik suku-suku di negara ini.

Suku-suku pedalaman di afrika, kerap menjalani ritual-ritual aneh dan juga mengerikan. Bagi mereka yang bukan berasal dari salah satu suku di Afrika ini akan merasa jijik untuk melakukan beberapa ritual mereka yang mengerikan. Kegiatan ritual yang dilakukan di Afrika tersebut dianggap sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan, dan jika tidak dilaksanakan maka akan mendapatkan sanksi. Wah, seperti di sekolah saja ya guys.

Di sekolah, jika PR tidak dikerjakan, maka siswa akan diberi hukuman. Yah sama juga dengan kegiatan ritual yang dilakukan oleh suku pedaaman ini. Jika ritual  tidak dilakukan, maka hukuman akan mereka dapatkan sebagai gantinya.

Tapi hukuman tersebut bukan berasal dari guru, melainkan dari leluhur yang mereka percayai sebagai pemberi kebaikan dan keburukan. Sebagai suku yang masih sangat mempercayai kekuatan karma dari leluhur, wajar saja jika mereka masih sering meakukan ritual-ritual aneh tersebut.

Ritual “Pembersihan” Wanita Perawan

Kali ini yang akan dibahas adalah kebiasaan atau tradisi yang mengerikan dari Suku Malawi yang ada di Afrika. Suku ini memiliki sebuah ritual khusus, yang dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan diri dari kutukan. Tahu nggak apa nama ritual unik dan aneh ini? Ritual ini dinamakan Ritual “Pembersihan” Wanita Perawan.

Kalau dilihat-lihat sih, ritual “pembersihan” yang dilakukan suku malawi terhadap wanita di Afrika ini lebih cocok dianggap sebagai sebuah pelecehan seksual, daripada sekedar sebuah ritual. Tapi bagi Suku Malawi, ritual ini bukan lah sebuah kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual dan lain sebagainya, melainkan dianggap sebagai sebuah ritual yang suci.

Ketika anak perempuan di suku ini sudah memasuki yang namanya masa pubertas, yang ditandai dengan terjadinya proses haid atau menstruasi pertama, maka harus terlebih dahulu dilakukan ritual pembersihan untuk mengusir roh jahat, menghilangkan teluh, kutukan dan penyakit kepada mereka.

Niatnya sih untuk membersihkan kutukan dan penyakit, tapi hasilnya malah mendatangkan sebuah penyakit yang mematikan. Rasanya ada yang salah pada ritual yang satu ini. Apalagi jika pihak orang tua yang mengizinkan pelaksanaan ritual tersebut.

Para orang tua di suku malawi ini sangat percaya bahwa, jika anaknya yang sudah ditiduri oleh sang Hyena saat sudah memasuki masa pubertas, ketika ia berumah tangga nanti, anak tersebut akan diberikan kemakmuran oleh para dewa yang mereka percayai. Untuk melakukan riual pembersihan tersebut, para orang tua suku ini rela mengeluarkan uang untuk menyewa seorang pria yang dijuluki sebagai Hyena untuk meniduri anak mereka.

Dan hanya dengan membayar sekitar 4 sampai 7 dollar kepada Hyena, anak mereka kemudian akan dibiarkan menginap selama beberapa hari dengan Hyena tersebut, sampai tubuhnya sudah benar-benar dipastikan bersih. Enak banget ya yang menjadi Hyena ini. Sudah mendapatkan keperawanan gadis, dibayar lagi. Gila bener!

Yang menjadi pertanyaan pentingnya adalah, siapakah sang Hyena tersebut, dan apa kaitannya atau hubungannya dengan ritual pembersihan tersebut?

Pengertian Sang Hyena

Hyena merupakan sebuah gelar kehormatan bagi pria yang tinggal di daerah Malawi, di Afrika. Hyena ini bertugas untuk melakukan pembersihan secara seksual. Beberapa tugasnya antara lain seperti: melakukan hubungan badan dengan seorang wanita yang ditinggal meninggal oleh suaminya.

Wanita itu harus berhubungan seksual dengan Hyena, sebelum mengebumikan jasad suaminya, agar wanita tersebut pantas untuk menikah lagi dengan pria lainnya. Sosok Hyena ini dikenal sebagai pria sejati dan soal urusan ranjang mereka memang jagonya.

Pembersihan seksual ini juga diperuntukkan bagi wanita yang telah menggugurkan kandungannya alias aborsi. Dan yang paling enaknya lagi adalah melaksanakan ritual pembersihan, dengan cara melakukan hubungan badan dengan gadis perawan yang baru saja mengalami menstruasi (10-13 tahun) selama tiga hari lamanya, sebagai tanda bahwa dia telah mengalami masa transisi dalam hidupnya, dan telah menjadi seorang wanita dewasa.

Jika ritual ini tidak dilakukan, maka kejadian buruk akan segera datang dan menimpa diri mereka sendiri, keluarga, hingga warga sekampung. Widih, ngeri banget nih adat. Meskipun kedengarannya sangat tidak masuk akal, namun yang namanya tradisi ya tetaplah tradisi. Mau tidak mau, ya harus mau. Semuanya itu berlandaskan pada kepercayaan turun temurun mereka yang sangat primitif.

Bagi seorang pria yang menyukai kegiatan seks, menjadi seorang hyena akan menjadi pekerjaan yang sangat amenyenangkan untuknya. Tapi untuk seorang pria yang sudah berumah tangga, profesi sebagai hyena pasti akan menimbulkan sebuah kontroversi dan beban yang besar.

Terutama untuk para isteri hyena, pekerjaan yang dilakukan oleh suaminya tersebut sebenarnya sangat menyiksa perasaan mereka. Akan tetapi, mau tidak mau mereka harus menerima hal itu, karena profesi hyena tersebutlah yang sampai saat ini bisa menghidupi mereka.

Wah, menyeramkan sekali ya ritual suku Malawi di Afrika ini? Gimana menurut anda? Apakah ritual ini manusiawi untuk dilakukan? Pasti tidak kan? Tidak mungkin ada satu orang tua pun yang setuju jika anak gadisnya diperlakukan seperti itu, kecuali orang tua kejam di suku ini.

Tradisi aneh sekaligus mengerikan ini sampai sekarang masih bisa ditemui di Afrika, walaupun ritual ini sudah dilarang keras oleh Pemerintah Afrika, karena terbukti bahwa ritual ini berpotensi sangat besar dalam penyebaran penyakit AIDS. Hingga saat ini, Malawi tercatat sebagai negara termiskin di dunia, dengan penderita AIDS terbanyak di dunia.