Unique

Pagar Bra Candrona, Destinasi Wisata Terunik di Selandia Baru

Bra adalah salah satu pakaian dalam yang biasa digunakan oleh para wanita di seluruh dunia. Pakaian dalam yang satu ini merupakan salah satu benda yang sangat penting dan dibutuhkan oleh wanita. Meskipun begitu, kebanyakan wanita akan merasa sangat risih apabila Bra  tersebut terlihat oleh orang lain.

Ada perasaan malu atau gimana gitu. Selain itu, menampakkan Bra di depan umum sepertinya dianggap sebagai sesuatu yang sangat kurang sopan bagi sebagian masyarakat di daerah tertentu.

Di sebagian daerah, sanking dianggap tabunya, menjemur pakaian dalam di luar rumah pun tidak diperbolehkan. Hal ini disebabkan karena tindakan tersebut akan mengundang perhatian orang-orang di sekitar, dan parahnya lagi bisa menimbulkan tindakan asusila.

Itulah sebabnya mengapa saat menjemur pakaian, pakaian dalam selalu diletakkan pada posisi yang paling belakang, sehingga tertutup oleh pakaian yang lainnya. Ada juga yang menjemurnya di dalam rumah lho, guys.

Kalau di sebagian masyarakat menjemur Bra di depan rumah secara terang-terangan bersifat tabu, lain halnya dengan di negara yang berikut ini. Tahu negara mana yang dimaksud? Negara tersebut adalah Selandia Baru atau dikenal juga sebagai New Zealand.

Selandia Baru adalah sebuah negara kecil, yang berukuran sama dengan Britania Raya atau Jepang. Jumlah populasi penduduk di negara ini hanya sebanyak empat juta orang. Negara Selandia Baru ini merupakan negara kepulauan yang berada di barat daya Samudera Pasifik.

Meskipun terbilang kecil, akan tetapi negara Selandia Baru ini menyimpan banyak keunikan yang menjadi daya tarik bagi para turis, yang ingin menghabiskan waktu liburannya. Salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi di negara ini saat berlibur adalah “Taumatawhakatangihangakoauauotamateapokaiwhenuakitanatahu”, yaitu sebuah bukit yang berada di teluk Hawkes.

Wah, kalau nama bukit ini dibaca tanpa jeda, mungkin anda akan merasakan nafas anda terengah-engah. Coba saja lakukan kalau tidak percaya! Tempat wisata tersebut telah dinobatkan sebagai destinasi wisata yang memiliki nama terpanjang kedua di dunia, setelah nama salah satu danau yang ada di Amerika.

Keunikan lainnya yang dimiliki oleh negara Selandia Baru ini adalah adanya sebuah pagar unik, yang terletak di salah satu daerah, yang dijadikan sebagai tempat untuk menggantung Bra. Yang uniknya lagi, pagar ini letaknya di depan jalan umum lho, guys. Lokasinya berdekatan dengan peternakan, yang berada di daerah Lembah Cardrona Wanaka barat daya. Wuah, ekstrim banget kan?

Pagar yang unik ini dinamakan sebagai Pagar Bra Candrona. Pagar ini dijadikan sebagai wisata kontroversial di Central Otago, yang berada di Selandia Baru. Pagar Bra ini bukan lah sebuah jemuran milik penduduk setempat. Bra yang bergelantungan di sana juga bukan berasal dari para penduduk. Sebagian besar Bra yang berada di sana adalah milik para turis atau wisatawan, yang datang berkunjung atau berlibur di sana.

Jumlah Bra pada pagar kawat tersebut awalnya hanya berjumlah puluhan. Akan tetapi, jumlah tersebut semakin bertambah seiring banyaknya turis atau wisatawan yang lewat di sana dan menambahkan koleksi Bra di pagar tersebut. Lambat laun pagar Bra tersebut menjadi sebuah atraksi para turis yang terkenal hingga saat ini. Jumlah Bra di desa ini diperkirakan sudah mencapai ratusan lebih.

Mulai dari Bra yang berbentuk polos sampai yang berenda pun ada, lengkap dengan berbagai jenis ukuran, yang disesuaikan dengan jenis Bra pemakai yang menggantungkannya. Kira-kira, Bra-bra itu bekas atau baru ya? Kalau penasaran, coba saja berkunjung ke daerah ini. Hitung-hitung dapat pengalaman baru.

Melihat jumlah Bra yang mencapai ratusan, jemuran Bra ini pastinya berukuran sangat panjang. Pagar yang dipenuhi bra di Lembah Cardrona ini pertama kali terlihat pada akhir bulan Desember tahun 1999. Awalnya hanya terdapat 4 bra saja di sana, lalu bertambah menjadi 800 bra di tahun 2006. Tidak ada yang tahu siapa yang pertama kali menggantungkan Bra nya di sana dan apa tujuannya sebenarnya.

Sebagai sebuah wisata kontroversial, pagar Bra ini sempat dibersihkan oleh Pemerintah Selandia Baru, karena dinilai mengganggu pemandangan. Bra-bra di pagar tersebut akhirnya dicopot. Namun, beberapa komunitas penduduk di sekitar daerah tersebut memiliki pemikiran yang berbeda dengan Pemerintah.

Para penduduk menganggap bahwa jemuran Bra yang ada di daerah tersebut merupakan daya tarik agar wisatawan atau turis datang berkunjung. Kalau sudah begitu, tidak hanya penduduk sekitar saja yang untung, tapi negara juga pasti akan ikutan untung. Benar nggak?

Karena tindakan penduduk sekitar tersebutlah, hingga saat ini pagar Bra di Selandia Baru masih bisa dinikmati olah para turis. Banyak juga media-media dari seluruh dunia, termasuk Eropa, yang datang ke sana hanya untuk mencari tahu keunikan pagar Bra tersebut.

Setelah membaca artikel ini, berniatkah anda berlibur ke Selandia Baru dan mengunjungi Pagar Bra ini? Kalau anda memang ingin berkunjung, jangan sampai lupa membawa Bra cadangan ya guys. Mana tahu anda juga ingin merasakan sensasi menggantung Bra di sana. Kan gak lucu kalau anda harus melepas Bra yang anda pakai di sana, dan pulang tanpa menggunakan Bra. 🙂