Unique

Percaya Nggak Kalau Sepatu Ini Terbuat Dari Jagung?

Sepatu merupakan salah satu benda yang sangat diperlukan oleh manusia untuk melaksanakan aktivitasnya di luar rumah. Sepatu sering diartikan sebagai alas kaki yang biasanya terbuat dari kanvas maupun kulit, yang sengaja dibuat untuk melindungi kaki dengan cara menutupi bagian punggung kaki, tumit, dan jari kaki.

Tanpa adanya sepatu, orang-orang akan mengalami kesulitan ketika sedang berjalan. Sepatu yang dipakai tersebut akan membuat kaki anda terlindungi dari panasnya trotoar yang anda lewati saat berjalan dan juga terlindungi dari benda-benda tajam seperti kerikil, kaca dan sebagainya, yang banyak terdapat di lingkungan sekitar anda.

Ada banyaK sekali tipe-tipe dan model sepatu yang bisa anda temukan saat ini. Pembuatan model sepatu tersebut disesuaikan dengan keperluan masyarakat akan sepatu itu sendiri. Misalnya: Sepatu yag digunakan untuk berolahraga pasti memiliki bentuk yang berbeda dengan sepatu yang digunakan pada saat pergi ke pesta. Bener nggak? Selain berfungsi untuk melindungi kaki, sepatu juga termasuktrend fashion masa kini. Jadi tak heran jika ada sebagian orang yang memiliki koleksi sepatu yang sangat banyak di rumah. Mungkin saja anda adalah salah satunya.

Ketika keadaan sepatu anda sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipakai, anda pasti akan segera menggantikannya dengan yang baru, kemudian membuang sepatu lama yang sudah tidak layak pakai tersebut ke tempat pembuangaan. Iya kan? Saat sepatu tersebut anda buang, ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi. Yang pertama adalah sepatu tersebut bisa saja diambil oleh orang lain untuk dipakai lagi setelah diperbaiki sebelumnya, atau sepatu itu akan berakhir menjadi sampah yang tidak berarti di tempat pembuangan.

Tapi tahukah anda, bahwa sepatu rusak yang anda buang tersebut merupakan benda yang sangat sulit terurai dan hanya akan menambah timbunan sampah saja? Dan pernahkah anda berpikir dampak dari timbunan barang-barang yang sulit terurai tersebut? “Pencemaran Lingkungan” adalah jawabannya. Jika masalah ini semakin lama dibiarkan, tentu saja bisa berbahaya. Timbulnya penyakit tertentu adalah salah satu dampak nyata yang bisa ditimbulkannya.

Sepatu Ramah Lingkungan

Melihat banyaknya timbunan sepatu-sepatu bekas, rusak dan tak layakk pakai tersebut, salah satu perusahaan atau produsen sepatu yang besat mencoba untuk mengatasi masalah itu dengan menciptakan sepatu-sepatu yang ramah lingkungan. Ketika sepatu tersebut sudah tidak layak pakai lagi, atau katakanlah sudah rusak dan terpaksa harus dibuang, sepatu tersebut tidak akan menimbulkan masalah pencemaran lingkungan seperti yang sebelum-sebelumnya pernah terjadi. Hal ini dikarenakan sepatu tersebut dibuat dari bahan-bahan yang mudah teruarai.

Tidak seperti sepatu-sepatu pada umumnya, sepatu yang diciptakan oleh perusahaan ternama ini akan melewati proses yang dinamakan dengan proses “hijau” dari awal sampai pada akhir pembuatannya menjadi barang bekas. Program yang dilakukan tersebut bernama Corn + Cotton. Rencana tersebut dituangkan dalam sebuah video berdurasi cepat seperti yang disajikan berikut ini:

Meskipun durasi video di atas terbilang sangat singkat, namun cukup membuat anda berdecak kagum, bukan? Apa yang anda lihat pada video berdurasi singkat ini akan segera terealisasikan, lho guys. Tidak percaya? Tunggu dan lihat saja.

Perusahaan Reebok – Pencetus Ide Sepatu Ramah Lingkungan

“Reebok”, Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan salah satu nama merek ini, bukan? Perusahaan yang mengeluarkan sejumlah barang dengan merek tersebut tidak lain adalah perusahaan Reebok International Ltd. Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan ternama di dunia yang bergerak dalam produksi perlengkapan dan alas kaki atletis. Perusahaan Reebok ini juga menghasilkan dan mendistribusikan barang-barang fitness dan olahraga seperti sepatu, pakaian dan aksesoris kerja di luar ruangan dan keperluan pelatihan. Reebok juga merupakan sponsor keperluan dan alas kaki resmi untuk CrossFit, Spartan Race, dan Les Mills.

Perusahaan Reebok berdiri pada tahun 1895 dengan nama J.W. Foster and Sons di Bolton, Lancashire, Inggris. Perusahaan tersebut kemudian diganti namanya menjadi Reebok dan beroperasi sebagai subsidiari dari Adidas sejak tahun 2005. Markas besar global perusahaan ini terletak di Canton, Massachusetts, Amerika Serikat, dengan pusat-pusat regional di Amsterdam (EMEA), Montreal (Kanada), Hong Kong (Asia Pasifik) dan Mexico City (Amerika Tengah dan Selatan). Nama Reebok yang digunakan oleh perusahaan ini sebenarnya berasal dari bahasa Afrika, yaitu rhebok yang berarti antelop Afrika atau gazelle.

Sebelum akhirnya berganti nama menjadi Reebok, awalnya Joseph William Foster memproduksi dan menjual sepatu lari pertamanya pada tahun 1890 di Holcombe Brook. Setelah ide-idenya berkembang, barulah Dia bergabung dengan anak-anaknya dan mendirikan perusahaan tersebut, yang selanjutnya diganti kembali menjadi Reebok oleh kedua cucunya yang bernama Joe dan Jeff Foster.

Bahan Untuk Membuat Sepatu Yang Ramah Lingkungan

Untuk bisa menciptakan sepatu yang ramah lingkungan, bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatannya harus berasal dari bahan-bahan alami. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh pimpinan proyek Reebok Future, Bill McInnis selaku pencipta sepatu unik ini, kepedulian mereka terhadap lingkungan telah menarik perhatian mereka untuk mencoba menciptakan sepatu dimana seluruh proses pembuatannyanya, pemakaiannya, hingga pembuangannya tidak akan mengotori bumi.

Untuk dapat mewujudkan impian tersebut, mereka telah melakukan berbagai macam penelitian untuk mencari tahu paduan materi dan desain yang akan digunakan. Penelitian tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu selama lima tahun, hingga akhirnya mereka berhasil menemukan alternatif tersebut. Tim proyek Reebok Future tersebut berhasil menghadirkan sepatu kanvas ber-sol tebal yang berkualitas dan juga ramah lingkungan.

Bentuk sepatu ramah lingkungan yang diciptakan tersebut sama seperti bentuk sepatu casual yang sering anda jumpai pada umumnya. Yang menjadi pembeda sepatu ini dengan sepatu yang lainnya terletak pada kemampuan penguraiannya. Sepatu ini dikabarkan 100 persen bisa terurai menjadi kompos. Wuih, keren sekali kan sepatu ini?

Sol sepatu ini terbuat dari bahan turunan jagung yang bebas petroleum dan tidak bersifat beracun.Sedangkan bagian atasnya dibuat dari katun yang bisa didaur ulang. Walaupun sepatu ini terbuat dari bahan-bahan tak terduga di atas, anda mungkin akan terkecoh pada saat pertama kali melihat dan memakainya. Anda mungkin akan kesulitan untuk membedakan sepatu unik ini dengan sepatu yang anda miliki atau yang anda pakai biasanya.

Sepatu unik ini juga sudah melalui pengujian seperti sneaker Reebok lainnya. Ketika pengujian dilakukan, kebanyakan para penguji yang mencoba memakai sepatu ini mengatakan bahwa mereka tidak merasakan perbedaan antara sepatu ini dengan sepatu biasanya.

Selain itu, sebagai sepatu yang ramah lingkungan, ketika usang, anda tidak perlu membuangnya ke tempat sampah atau pembuangan seperti yang biasa anda lakukan pada sepatu usang anda yang lainnya. Kenapa? Karena kemampuannya yang dapat terurai dengan cepat, anda bisa memanfaatkannya sebagai bio kompos. Rencana besar ini sedang dipersiapkan oleh perusahaan Reebok. Itulah sebabnya, mengapa dalam proses pembuatannya, segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan baik, sehingga hasil yang didapat juga sama baiknya.

Dengan adanya penemuan terbaru yang sangat baik ini, diharapkan masalah-masalah yang dapat merusak bumi secara perlahan seperti pencemaran lingkungan ini salah satunya, bisa segera di atasi sehingga kehidupan di bumi menjadi semakin lebih baik. Penemuan ini juga diharapkan bisa diaplikasikan pada produk-produk lain, seperti tas, maupun perlengkapan lainnya. Setuju kah anda jika hal ini kelak dapat segera direalisasikan?