Unique

Selain Beracun, Madu Nepal Ini Bisa Buat Orang Berhalusinasi

Pernahkan anda meminum madu? Apakah anda menyukai rasa madu tersebut? Madumerupakan cairan manis yang menyerupai sirup, yang biasanya dihasilkan oleh lebah. Umumnya, madu memiliki rasa yang manis seperti gula, namun memiliki nilai gizi yang jauh lebih tinggi daripada gula. Cairan yang disebut madu ini awalnya berasal dari nektar bungayang dihisap oleh lebah.

Sejak dahulu, madu dikenal sebagai obat yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Tidak heran jika akan banyak orang yang berusaha untuk mendapatkan bahkan membudidayakan lebah untuk mendapatkan madu tersebut. Tidak hanya baik untuk kesehatan, madu juga bisa dimanfaatkan untuk kecantikan.

Adapun beberapa manfaat madu bagi untuk kesehatan adalah sebagai berikut:

  • Mengobati batuk
  • Mempercepat penyembuhan luka
  • Mengobati Sariawan
  • Meningkatkan stamina tubuh
  • Menurunkan kolesterol
  • Mengobati asam urat
  • Mengobati diare dan masalah pencernaan lainnya
  • Mengatasi adanya infeksi akibat bakteri atau virus
  • Meringankan kondisi setelah melakukan operasi mata
  • Mampu meningkatkan kesuburan seseorang, baik pria ataupun wanita
  • Mengatasi kulit gatal dan iritasi
  • Menyembuhkan iritasi kulit yang disebabkan karena matahari
  • Dapat meringankan asma
  • Mengatasi adanya kekurangan gizi
  • Menurunkan berat badan
  • Mengatasi Insomnia

Selain bermanfaat untuk kesehatan, madu juga memiliki segudang manfaat untuk kecantikan, seperti:

  • Mencegah munculnya penuaan dini
  • Mengecilkan pori-pori wajah yang besar secara alami
  • Mengobati jerawat dan bekasnya
  • Mengangkat kotoran dan komedo di kulit
  • Memerahkan bibir secara permanen
  • Mencerahkan kulit
  • Menjaga kondisi rambut
  • Melembabkan kulit

Karena madu ini sangat kaya akan manfaat, sebagian orang rela mengeluarkan berapa pun biaya untuk mendapatkan khasiatnya. Seperti yang kita ketahui, madu-madu yang dipanen ini tidaklah berasal dari lebah yang sembarangan. Meskipun banyak sekali spesies lebah yang bisa anda temui di dunia ini, namun hanya sebagian kecil saja yang merupakan lebah penghasil madu. Bisakah anda menyebutkan beberapa contoh lebah penghasil madu tersebut?

Jenis-Jenis Lebah Penghasil Madu

Lebah madu merupakan hewan kelas Insecta atau “serangga” yang berasal dari keluarga Apidea “Apini” dan dari genus Apis. Dalam bahasa Inggris lebah madu disebut dengan Honey Bee. Menurut para ahli, ada sekitar 7 spesies lebah yang dapat menghasilkan madu di dunia ini. Dan dari ketujuh spesies tersebut, 6 diantaranya ternyata berada di Indonesia. Madu-madu yang dihasilkan oleh lebah-lebah ini sangat aman dan baik untuk dikonsumsi oleh manusia.

Adapun ketujuh lebah penghasil madu tersebut antara lain:

  • Apis cerana atau lebah madu timur (Asiatic Honey Bee)

Apis cerana (lebah madu timur) adalah spesies lebah penghasil madu yang tersebar di kawasan Asia Tenggara dan Selatan. Lebah ini benyak ditemui di daerah Cina, Pakistan, India, Korea, Jepang, Malaysia, Nepal, Bangladesh, Papua Nugini, Kepulauan Solomo, dan Indonesia. Di Indonesia, lebah ini sangat mudah atau dapat anda temukan di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Lombok. Selain itu, lebah ini juga diintroduksi atau dibudidayakan ke Pulau Sulawesi dan Papua.

  • Apis mellifera atau lebah madu barat (Western Honey Bee)

Dari beberapa jenis lebah penghasil madu, lebah madu barat inilah yang paling banyak tersebar. Serangga ini berasal dari Asia, Afrika, dan Eropa dan banyak dibudidayakan hampir di seluruh dunia, karena lebah ini memiliki daya tahan hidup dan adaptasi yang sangat baik. Di Indonesia sendiri, pembudidaya jenis lebah madu ini dapat ditemukan di daerah Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

  • Apis andreniformis (Black Dwarf Honey Bee)

Lebah madu Apis andreniformis ini merupakan serangga asli Asia tropis dan subtropis, termasuk Cina bagian tenggara, India, Burma, Laos, Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan Filipina (Palawan). Di Indonesia, jika anda ingin menemukan spesies lebah ini, anda dapat menemui lebah ini di Jawa dan Kalimantan. Akan tetapi, lebah madu jenis ini agak sulit dijumpai walaupun berada di Jawa dan Kalimantan.

  • Apis koschevnikovi atau lebah madu merah

Lebah madu merah ini adalah jenis lebah yang sangat unik dan berciri khas pada warnanya. Mungkin jenis lebah ini dinamakan lebah madu merah karena warna merahnya yang sangat mencolok. Anda dapat menemukan lebah madu merah ini di Malaysia dan Indonesia (Jawa, Sumatera, dan Kalimantan). Namun sayangnya, populasi lebah madu merah ini semakin berkurang di daerah Jawa.

  • Apis dorsata atau lebah madu raksasa

Lebah madu raksasa ini adalah lebah asli yang berasal dari Asia Tenggara dan Asia Selatan, yang terdapat di Indonesia, Malaysia, Filipina, India, dan Nepal. Lebah ini tersebar di seluruh Indonesia kecuali Papua. Lebah ini sangat cocok untuk dibudidayakan di Indonesia karena habitat asli lebah madu dorsata ini didominasi oleh daerah tropis.

Lebah madu raksasa ini juga memerlukan kebun bunga atau tanaman lainnya yang menghasilkan bunga untuk diambil nektarnya sebagai bahan penghasil madu. Salah satu contoh bunga penghasil nektar tersebut adalah Rhododendron atau Azela.

  • Apis nigrocincta

Lebah yang satu ini hanya terdapat di Filipina dan Indonesia (Kepulauan Sangihe dan Sulawesi). Lebah ini adalah penghasil madu yang berkelompok dan jarang sekali berpindah daerah. Dalam satu indukan lebah ini, ratu lebahnya bisa menghasilkan telur lebih dari 2.000 setiap harinya.

  • Apis florea atau lebah madu kerdil (Red Dwarf Honey Bee)

Jenis lebah madu ini adalah satu-satunya lebah madu yang tidak terdapat di Indonesia, mengingat secara alami lebah ini hidup di Oman, Iran dan India. Madu yang dihasilkan dari jenis lebah florea ini sangat berbeda dengan jenis madu lainnya karena dari segi lingkungan dan kondisi iklim sangat jauh sekali dengan iklim indonesia.

Itulah ketujuh spesies lebah penghasil madu yang tersebar di beberapa negara di dunia. Terlepas dari sejumlah manfaat madu yang dihasilkan oleh lebah-lebah di atas, tahukah anda bahwa untuk mendapatkan madu tersebut, beberapa masyarakat harus mempertaruhkan nyawa mereka? Hal itu dilakukan hanya untuk mendapatkan kelezatan rasa serta manfaat dari madu tersebut. Salah satu masyarakat yang harus mempertaruhkan nyawanya untuk mendapatkan madu adalah para pemanen madu di Nepal.

Cara yang dilakukan oleh para pemanen madu di Nepal untuk mendapatkan cairan manis ini terbilang sangat ekstrim. Mereka harus menghadapi beberapa tantangan sebelum berhasil mendapatkan madu yang mereka inginkan tersebut.

Salah satu tantangan yang harus mereka hadapi adalah disengat lebah terbesar di dunia.Spesies lebah yang terdapat di Nepal ini adalah spesies Apis dorsata atau lebah madu raksasa. Ukuran lebah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan lebah madu lainnya. Madu lebah dorsata ini juga sering disebut sebagai lebah madu hutan.

Karena lebah dorsata ini adalah jenis madu hutan, maka tentu saja anda harus pergi ke hutan jika ingin mendapatkan madunya. Di Nepal, para pemburu madu lebah dorsata ini harus mendaki tebing setinggi 30 kilometer, untuk mendapatkan madu yang tergantung 100 meter di bawah bibir tebing yang berada di dalam hutan.

Untuk mencapai puncak tebing tempat sarang lebah tersebut berada, mereka harus melalui hutan belantara ditengah hujan badai, dan menyingkirkan lintah yang menempel kuat ditubuh mereka. Mereka bahkan tidak menggunakan peralatan-peralatan moderen seperti sepatu, tali tambang, ataupun masker yang biasa digunakan oleh para pemanen madu moderen lainnya.

Mereka hanya mengandalkan sebuah tangga bambu yang mereka buat sendiri, untuk mengambil madu yang berada di tebing tersebut. Walaupun yang mereka lakukan terbilang sangatlah berbahaya, namun para pemanen madu ini tetap melakukan hal yang membahayakan nyawa mereka demi mendapatkan madu yang sangat berkhasiat tersebut.

Biasanya, sebelum para pemanen Nepal ini memulai pendakian untuk memanen madu lebah dorsata, konon katanya mereka harus melaksanakan sebuah ritual penyembelihan ayam terlebih dahulu. Ritual yang mereka lakukan ini dipercaya akan membawa keberuntungan bagi mereka. Setelah itu, mereka juga harus bersiap-siap untuk bertarung melawan perbedaan tekanan udara di ketinggian pegunungan Annapurna, yang terletak di kaki Gunung Himalaya.

Sesampainya di sarang lebah madu dorsata, mereka akan membakar dedaunan untuk membuat lebah keluar dari sarangnya. Setelah lebah-lebah tersebut keluar, barulah para pemanen memukuli sarang lebah dengan tongkat hingga terjatuh ke tanah. Selama proses itu berlangsung, mereka sangat beresiko terkena sengatan lebah raksasa. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya infeksi akibat sengatannya, mereka harus melumuri tubuh mereka dengan madu tersebut.

Ada sesuatu yang unik pada madu yang mereka panen ini. Tahukah anda apa itu? Madu yang mereka incar tersebut ternyata terbuat dari sari bunga Rhododendron atau Azela, yang mengandung zat beracun yang sangat berbahaya. Mengonsumsi sari bunga tersebut dapat menimbulkan rasa mual dan menyebabkan muntah-muntah. Sehingga pada zaman dulu, prajurit perang sering menggunakan madu tersebut untuk meracuni musuh.

Bunga ini memiliki kandungan zat halusinogen yang dapat menimbulkan halusinasi dan perasaan senang dan tenang. Madu yang dihasilkan dari bunga Azela yang dihisap oleh lebah madu dorsata ini juga dikenal dengan sebutan “mad honey”. Madu ini sangat laku di pasar gelap dan dijual dengan harga yang mahal, yaitu: US$ 492 atau setara dengan Rp. 6,6 juta per kilogram. Jika dihitung dari Produk Domestik Bruto (PDB) di Nepal, madu tersebut dapat dijual seharga US$ 532 atau setara dengan Rp. 7,1 juta.

Madu ini tidak hanya bisa menimbulkan efek halusinasi saja, tapi juga dapat menyebabkan grayanotoxins. Racun yang terdapat di dalamnya akan mengikat garam yang ada di dalam sel-sel tubuh, sehingga dapat mengktifkan saraf vagus yang mengontrol jantung, paru-paru dan saluran pencernaan. Namun terlepas dari bahaya tersebut, madu lebah ini ternyata dapat mengubah keadaan mental seseorang dan meningkatkan gairah seks.

Jika anda tidak hati-hati dalam mengonsumsi Mad Honey ini, jantung anda bisa saja berhenti berdetak secara tiba-tiba dan mengakibatkan kematian. Seram sekali bukan? Kalau begini ceritanya, masyarakat tidak akan mau coba-coba untuk mengkonsumsi madu jenis ini. Melihat bahaya yang bisa ditimbulkannya, pantas saja jika madu ini dijadikan senjata untuk melumpuhkan musuh. Benar nggak guys?