Unique

Sifudu, Ritual Pengasapan Bayi di Afrika Selatan

Afrika yang dikenal sebagai salah satu negara miskin di dunia, ternyata menyimpan segudang rahasia yang masih belum diketahui oleh banyak masyarakat. Banyaknya suku-suku primitif di negara ini menjadi salah satu faktor atau alasan mengapa di beberapa wilayah di Afrika masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistis.

Di zaman modern seperti saat ini, keberadaan suku primitif di dunia mungkin mulai berkurang atau bahkan punah. Namun, beberapa diantaranya masih mampu mempertahankan eksistensinya di dunia. Salah satunya adalah suku yang ada di Afrika. Kehidupan yang dijalani oleh suku-suku primitif ini sangat aneh, dan pastinya sangat berbeda dengan kehidupan masyarakat modern pada umumnya.

Suku-suku primitif ini biasanya tinggal di pedalaman yang jauh dari kehidupan modern. Hidup dengan bergantung pada alam dan hanya memanfaatkan benda-benda yang ditemukan di sana. Dengan kenidupan seperti ini, jangan bertanya, apakah mereka memiliki akun facebook dan lain sebagainya. Jangankan mengenal facebook, mereka tahu bagaimana cara memakai baju saja sudah bagus.

Kehidupan masyarakat primitif ini biasanya sangat kental dengan hal-hal yang mengandung mistis, dan sangat bergantung pada pelaksanaan ritual-ritual khusus, yang dipercaya memiliki kekuatan magis, yang secara turun temurun dilaksanakan, dan tidak bisa dilepaskan atau ditinggalkan sampai sekarang. Ritual yang dilakukan oleh suku primitif ini beberepa diantaranya tidak hanya terkesan aneh, tapi juga sangat mengerikan.

Suku Umtata Afrika

Salah satu suku primitif di Afrika ini adalah penghuni daerah Umtata, yang berada di Eastern Cape. Daerah ini terletak di wilayah Afrika Selatan. Pernahkah anda mendengar nama Nelson Mandela? Nelson Mandela ini merupakan presiden pertama negara Afrika.

Pria ini juga sempat dinobatkan sebagai peraih Piala Nobel, atas jasanya dalam menuntaskan masalah aphertheid, yang pada masa itu sedang marak-maraknya, sampai menimbulkan sebuah perpecahan. Salah satu fakta mengenai Presiden pertama afrika ini adalah bahwa dia merupakan salah satu warga afrika yang berasal dari daerah Eastern Cape,  tempat dimana salah suku primitif Afrika ini berada.

Dulunya, Nenek moyang dan orang tua dari Nelson Mandela secara turun temurun menjabat sebagai kepala suku di daerah tersebut. Pada zaman ini, masyarakat yang tinggal di sana masih sangat primitif, dan masih sering melakukan berbagai tradisi ritual tertentu.

Ritual Sifudu

Biasanya, masing-masing suku pedalaman yang tersebar di seluruh dunia memiliki tradisi atau ritual yang berbeda-beda. Ritual yang dilakukan tersebut dianggap sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang, yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan mereka. Walaupun beberapa diantara ritual itu terkesan sangat berbahaya untuk dilakukan, namun suku-suku ini tidak pernah berniat untuk berhenti melakukannya.

Salah satu Ritual unik dan aneh di Afrika ini adalah ritual yang dinamakan dengan Sifudu. Sifudu ini merupakan ritual khusus yang dilakukan untuk menyambut kelahiran seorang bayi. Merayakan kelahiran bayi memang bukan hal yang aneh di zaman sekarang ini. Berbagai bentuk perayaan banyak dilakukan untuk menyambut kelahiran tersebut. Akan tetapi, ritual bayi yang dilakukan di Afrika ini terkesan sebagai sebuah penyiksaan terhadap bayi. Bayangin aja, pada ritual ini bayi akan menjalani ritual pengasapan dengan menggunakan daun Sifudu.

Proses Pelaksanaan Ritual Sifudu

Pelaksanaan ritual ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu:

  • Menyiapkan Daun Sifudu
  • Kemudian membakar daun sifudu untuk membuat asap
  • Selanjutnya, Bayi akan di angkat dengan posisi terbalik, dimana kaki bayi diangkat, dan posisi kepala bayi berada di bawah. Kepala Bayi tersebut diposisikan tepat di atas asap yang dibuat dari daun sifudu yang dibakar sebelumnya

Tujuan Ritual Sifudu

Ritual Sifudu ini dilakukan dengan maksud untuk membersihkan jiwa bayi yang baru lahir, agar kelak menjadi seseorang yang pemberani dan kuat. Aroma asap yang sangat pedas akan membuat mulut, hidung dan mata menjadi pedih ibarat terkena gas airmata. Biasanya ritual ini akan dilakukan beberapa hari setelah bayi dilahirkan.

Bisa bayangin gak gimana ekspresi bayi yang melakukan ritual ini. Yang pasti bayi tersebut akan menangis dengan sejadi-jadinya. Jangankan bayi, orang dewasa saja, kalau terkena asap tidak akan tahan. Meskipun sebagian masyarakat sangat mengecam ritual ini, karena dianggap membahayakan nyawa para bayi, namun ritual ini masih saja dilakukan. Masyarakat primitif ini tidak memperdulikan kecaman yang datang, karena mereka menganggap bahwa apa yang mereka lakukan tersebut adalah yang paling baik.

Gimana guys? Ada niat nggak buat ngelakuin ritual ini sama bayi-bayi anda? Patinya nggak lah ya. Sebisa mungkin bayi tersebut akan diperlakukan sebaik dan seistimewa mungkin.