Unique

Wow, Suku-suku Ini Punya Ritual Pencarian Jodoh Yang Unik

Zaman sekarang nikah dijodohin? Hellow, udah nggak zamannya lagi keles. Ini bukan lagi zamannya “Siti Nurbaya” yang harus dipaksa nikah dengan orang yang tidak dicintai. Setiap manusia di zaman modern ini sudah bebas menentukan pasangn hidupnya masing-masing. Pepatah yang mengatakan “Jodoh ada di tangan Tuhan” memang benar, tapi yang jalanin kan manusianya. Jadi kalau manusianya hanya menunggu, gimana caranya bisa tahu jodohnya yang mana? Iya nggak?

Urusan jodoh adalah urusan yang terbilang penting, yang wajib dipenuhi. Jangan hanya karena sibuk mengembangkan karir, jadi lupa dengan jodoh. Itu nggak boleh. Pokoknya nggak boleh. Kenapa jodoh itu sangat penting bagi kehidupan seseorang? Jawabannya adalah karena sosok inilah yang akan menemani dan melengkapi kehidupan orang tersebut.

Untuk mendapatkan jodoh, beberapa masyarakat memiliki cara yang berbeda-beda. Kalau di zaman ini sih, pencarian jodoh dapat dilakukan dengan menggunakan media sosial, atau mengikuti situs pencarian jodoh. Namun beberapa masyarakat di beberapa daerah atau negara tertentu, memiliki ritual khusus yang terbilang unik dan aneh untuk mendapatkan jodoh. Entah karena nggak laku, atau terlalu pemilih, tapi ya begitulah tradisinya. Penasarankan dengan ritual pencarian jodoh di beberapa negara ini? berikut adalah penjabarannya:

1. Bilik Cinta – Kamboja

Memiliki anak perempuan sama artinya dengan mengemban tugas yang berat bagi keluarga. Kenapa? karena menjaga anak perempuan  itu sangat sulit dibandingkan dengan anak lelaki, apalagi menyangkut masalah pemilihan jodoh. Banyak keluarga yang akan mengekang dan membatasi pergaulan anak gadisnya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang kurang baik dan tidak diinginkan.

Akan tetapi, perlakuan orang tua di atas sangat berbanding terbalik dengan tradisi yang ada di negara Kamboja. Di Kamboja terdapat sebuah suku bernama Suku Kreung, yang melakukan tindakan ekstrim dalam hal perjodohan putri mereka. Untuk memberikan jodoh kepada putri mereka, biasanya mereka akan membangunkan sebuah bilik yang terbuat dari bambu dan menempatkan putri mereka tersebut sendirian disana.

Tahu nggak maksud pembuatan bilik tersebut? Gila. Ternyata tujuan pembuatan bilik ini adalah sebagai tempat perkenalan putri mereka dengan pemuda yang masih lajang. Para pemuda tersebut diperbolehkan untuk datang kapan saja dan masuk ke dalam bilik, untuk mengenal si gadis.

Yang gak masuk akalnya lagi adalah pemuda tersebut tidak hanya diperbolehkan untuk mengobrol dengan gadis yang ada di dalam, tapi juga diizinkan untuk menginap dan bercinta dengan si gadis, selama gadis tersebut tidak merasa keberatan.

Setelah itu, barulah Gadis ini kemudian akan menentukan apakah dia menyukai pria tersebut atau tidak. Jika suka, mereka akan segera menikah. Namun jika tidak, gadis tersebut akan terus berada di Bilik sederhana itu hingga menemukan pria yang cocok dengannya. Wah, Gila benar kan tradisi ini?

2. Bomena – Bhutan

Bhutan adalah nama sebuah negara yang terletak di Asia Selatan, dengan sistem pemerintahan Monarki. Tanpa disadari, negara ini ternyata memiliki berbagai budaya yang cukup unik, yang salah satunya adalan berkaitan dengan budaya pencarian jodoh.

Tradisi perjodohan unik tersebut dikenal dengan sebutan Bomena. Bomena ini merupakan sebuah ritual unik bagi para pria yang sangat ingin mendapatkan jodoh yang diinginkannya, tapi tidak berani untuk mengungkapkan perasaannya kepada wanita tersebut. Konon katanya, jika seorang pria berhasil melakukan tradisi unik ini, maka dia sudah pasti akan mendapatkan wanita idamannya.

Tradisi perjodohan Bomena di Bhutan ini dilakukan dengan cara menyelinap ke kamar gadis yang disukai pada saat tengah malam, kemudian berdiam di kamar gadis tersebut sampai pagi. Jika pada pagi harinya pria ini ketahuan oleh orang tua si gadis, maka mereka secara hukum adat wajib untuk dinikahkan.

3. Menaruh Apel Di Ketiak – Austria

Tradisi pencarian jodoh unik yang lainnya datang dari negara Austria. Di daerah pedesaan wilayah Austria yang masih sangat kental dengan tradisinya ini, kerap melakukan hal yang aneh bahkan terkesan menjijikkan dalam hal pencarian jodoh. Kira-kira apa ya yang dilakukan untuk mendapatkan jodoh di negara ini?

Di Austria khususnya di daerah pedesaanya, hingga kini masih ada masyarakat yang menganut sebuah tradisi unik dalam urusan mencari jodoh. Para gadis di negara ini biasanya akan memberikan buah Apel pada pria yang mereka sukai.

Namun buah apel tersebut bukanlah buah yang biasa, karena sebelumnya para gadis itu akan menaruh buah apel tadi di ketiak mereka sebelum memberikannya kepada pria yang disukai. Jika pria tersebut juga suka pada gadis itu maka ia akan memakan buah Apel yang diberikan tersebut. Ih, menjijikkan sekali bukan?

Jika pria yang menerima apel menyukai gadis itu, maka ia pasti akan memakan apel tersebut tanpa rasa ragu. Sedikit menjijikan memang, tapi sepertinya cara ini cukup manjur, karena tidak mungkin ada orang yang mau memakan apel yang bau ketiak, kalau memang tidak sungguh-sungguh jatuh cinta. Bener nggak?

4. Festival Meal Sisters – Cina

Di Cina, ada sebuah suku yang juga memiliki ritual unik dalam mencari jodoh. Nama suku tersebut adalah Suku Miao. Suku ini sebagian besar mendiami wilayah selatan Guizhou, dan merupakan suku minoritas. Suku ini juga ada di Laos dan Vietnam.

Setiap tahunnya, Suku Miao memiliki sebuah acara adat yang dilakukn secara rutin yang bernama Festival Meal Sisters. Dalam festival ini, para wanita akan secara gotong royong memasak nasi/ketan dengan berbagai macam warna dan kemudian membungkusnya dalam sehelai sapu tangan.

Bungkusan nasi inilah yang nantinya akan digunakan dalan ritual cari jodoh, yang merupakan salah satu acara wajib dalam festival Meal Sisters. Selama berlangsungnya festival, para pria dan wanita biasanya akan menari bersama sambil Diiringi musik khas Suku Miao.

Saat itulah para pria akan berusaha merayu para wanita dengan berbagai cara untuk mendapatkan hatinya. Dan jika si wanita menyukai pria tersebut, maka ia akan memberikan nasi atau ketan yang telah dibungkus sapu tangan tadi sebagai tanda bahwa mereka telah menerima si pria dan menyukainya. Unik kan ritual suku Miao ini?

5. Siulan Cinta – Meksiko

Siulan dari orang yang tidak dikenal biasa adalah hal yang paling di benci oleh para wanita pada umumnya. Siulan tersebut dianggap sebagai tindakan yang kurang sopan dan bahkan bisa dianggap sebagai sebuah penghinaan. Jadi rasanya agak aneh jika ada yang mengungkapkan rasa sukanya pada orang lain dengan sebuah siulan.

Namun hal tersebut nampaknya tak berlaku di Meksiko, karena di negara yang berbatasan langsung dengan Amerika ini, siulan merupakan sebuah tanda untuk mengutarakan ketertarikan mereka terhadap lawan jenis. Tradisi unik ini berasal dari suku Kickapoo, yaitu sebuah suku kuno yang kini mendiami wilayah Coahuila, Sonora, Durango dan sebagian lainya di Texas.

Suku Kickapoo ini berpendapat bahwa, bersiul merupakan suatu cara khusus untuk mengekspresikan rasa ketertarikan mereka pada lawan jenis. Bersiul bagi suku ini dianggap sebagai cara yang paling romantis untuk mengungkapkan rasa cinta.

Karena alasan inilah mengapa para muda-mudi di suku ini, memiliki siulan khas masing-masing. Siulan tersebut biasanya dijadikan isyarat untuk menandakan pertemuan yang akan mereka janjikan. Karena itu, bukan hal yang aneh lagi jika saat senja, akan banyak terdengar siulan di wilayah yang di huni oleh suku Kickapoo ini.

6. Mas Kawin Kepala Manusia – Taiwan

Zaman dulu maupun sekarang, saat akan melamar anak gadis orang, biasanya kita akan membawa seserahan sebagai mas kawin. Hal ini nampaknya juga berlaku bagi suku Atayal yang berasal dari Taiwan. Namun bedanya, jika biasanya seserahan yang dibawa berupa, uang, emas ataupun kain sutra, maka suku Pribumi di Taiwan ini akan menghadiahkan kepala manusia sebagai seserahan mereka. Wow, gila bener nih suku!

Suku Atayal memang sudah dikenal sebagai suku Headhunters (Pemburu kepala), jadi bagi mereka, kepala merupakan benda yang amat berharga. Kepala yang harus diberikan untuk mas kawin juga tak boleh sembarangan. Kepala yang bisa di jadikan sebagai mas kawin adalah kepala dari musuh wanita yang ingin dilamar oleh si pria tersebut.

Jadi saat ingin melamar gadis yang disukai, biasanya pemuda di suku ini akan mulai berburu kepala musuh mereka untuk dipenggal dan di berikan pada gadis yang mereka sukai. Tradisi menyeramkan ini terus belangsung selama berabad-abad hingga akhirnya resmi diakhiri oleh suku Atayal pada tahun 1930-an.

Di dunia ini, ada banyak cerita unik yang kadang tak masuk akal terjadi di tengah-tengah kehidupan kita. Seperti tradisi dan ritual unik dalam mencari jodoh di atas misalnya. Pelaksanaan ritual unik dan aneh ini tentu saja memiliki tujuan tertentu. Jadi bagaimanapun itu, kita harus bisa menghargainya. So guys, jika anda masih jomblo, coba saja lakukan salah satu ritual di atas. Mana tahu anda bisa ketemu sama jodoh anda. 🙂