Healthy

Bukan Hanya Pertanda Kanker, Benjolan Pada Payudara Bisa Terbentuk Karena Alasan Berikut

Selain sebagai salah satu daya tarik seksual seorang wanita, payudara juga berfungsi untuk menyusui. Itulah sebabnya mengapa sebagai seorang wanita, anda wajib menjaga kesehatan payudara anda. Apalagi saat ini wanita di seluruh dunia sangat rentan terkena kanker payudara. 

Salah satu tanda dari kemunculan kanker jenis ini umumnya adalah berupa benjolan di daerah sekitar payudara atau ketiak. Benjolan yang muncul ini bisa saja menimbulkan rasa sakit bagi si penderita dan beberapa mungkin tidak merasakan apa-apa. Oleh karena itu, sebaiknya anda rajin-rajin memeriksa benjolan tersebut, misalnya saja saat anda sedang mandi.

Dan jika anda menemukan ternyata terdapat benjolan di sana, maka cobalah periksakan diri anda segera ke dokter untuk mengetahui benjolan apa sebenarnya itu.

Anda harus tahu bahwa pendeteksian dini kanker payudara sangatlah penting dilakukan, supaya sebelum sel kanker tersebut menyebar, tim medis bisa melakukan tindakan. Kesempatan anda untuk sembuh pun akan jauh lebih besar dibandingkan dengan jika sel kanker tersebut sudah menyebar ke daerah lainnya.

Apakah Benjolan Selalu Menjadi Pertanda Keberadaan Sel Kanker?

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas tadi, keberadaan benjolan pada payudara biasanya menjadi salah satu tanda dari sel kanker. Namun ternyata tidak selamanya begitu. Jika memang anda memiliki benjolan di sana, maka berharaplah kalau itu bukanlah sel kanker.

90 persen benjolan yang bersifat tidak ganas alias jinak. Biasanya benjolan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, seperti masalah menstruasi, kista atau bisa juga karena sisa-sisa luka lama.

Kebanyakan dari benjolan bisa diobati dan beberapa bahkan tidak perlu diobati. Keberadaannya terkadang tidak dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker payudara.

Oleh sebab itu, jangan langsung panik kalau anda merasakan benjolan di bagian sekitar payudara anda. Tapi meskipun begitu bukan berarti anda bisa menganggap sepele keberadaannya.

Lindsay Peterson, MD, yang merupakan seorang ahli bedah kanker payudara di Henry Ford Cancer Institute di Detroit mengatakan bahwa, sangat penting bagi anda untuk memeriksakan benjolan itu ke dokter. Dia juga mengatakan kalau kemungkinan besar benjolan yang muncul itu bukanlah kanker.

Meskipun anda tidak perlu melakukan pemeriksaan setiap bulan, namun anda harus mengenal betul bentuk dan keadaan payudara untuk mengetahui kalau-kalau terjadi perubahan.

Cynara Coomer, MD, selaku kepala operasi payudara dan direktur Florina Rusi-Marke Comprehensive Breast Center yang ada di Staten Island University Hospital, New York City menganjurkan anda untuk pergi ke dokter, jika ternyata anda merasakan ada sesuatu yang berbeda pada payudara anda, seperti misalnya terasa seperti ada kelereng (sesuatu yang menonjol), atau tiba-tiba payudara anda merasa sangat kencang, yang sangat berbeda seperti biasanya.

Gejala lain yang juga harus anda diskusikan dengan dokter adalah rasa sakit baru yang timbul atau bahkan yang semakin memburuk yang anda rasakan pada payudara anda, perubahan payudara yang tidak hilang bahkan setelah menstruasi berakhir, tumbuhnya benjolan, atau ada sesuatu yang keluar dari puting susu anda.

Jika anda merasakan adanya benjolan di payudara anda, selain kanker, inilah beberapa kemungkinan yang terjadi pada anda dan yang mungkin dokter anda katakan.

  • Periode Menstruasi

Banyak wanita memiliki benjolan dan mengalami perubahan payudara lainnya sebelum dan selama menstruasi. Tanda ini relatif mudah dikenali, karena benjolan tersebut akan datang dan pergi mengikuti ritme siklus haid anda.

Dr. Peterson mengatakan kalau hal yang terjadi itu sangat normal dialami pleh para wanita. Sebelum atau selama menstruasi, kebanyakan wanita pasti akan menemukan benjolan seperti itu selama satu minggu dan setelah itu benjolan akan hilang bersamaan dengan selesainya periode haid anda.

Periode menstruasi terkait kemunculan benjolan ini biasanya disertai dengan perasaan jengkel, karena harus merasakan sakit pada kedua payudara.

Untuk itu, cobalah untuk menggunakan obat atau krim sakit over-the-counter untuk menghilangkan atau meredakan rasa sakit yang muncul dan pastikan juga kalau anda menggunakan bra yang nyaman.

  • Fibroadenomas

Fibroadenoma adalah sejenis benjolan payudara non-kanker, yang biasanya terdapat pada wanita muda. Mereka terdiri dari jaringan kelenjar payudara dan jaringan ikat.

“Benjolan ini biasanya agak kenyal-kenyal, bisa bergerak-gerak di payudara dan tidak terasa sakit”, kata Dr. Peterson.

Dokter bisa mengetahui bahwa itu fibroadenoma adalah dari pemeriksaan ultrasound atau mammogram. Jika ukuran fibroadenoma kurang dari 2 sentimeter, maka itu disebut sebagai fibroadenoma sederhana dan tidak harus diobati. Fibroadenoma sederhana yang bisa menyusut sendiri dan tidak meningkatkan risiko kanker payudara.

Sedangkan untuk ukuran yang lebih besar dari 2 centimeter biasanya disebut dengan fibroadenoma kompleks, yang memiliki bentuk tidak beraturan. Jenis massa ini dapat sedikit meningkatkan risiko kanker payudara dan dokter mungkin hanya akan menyarankan untuk melakukan biopsi (prosedur mengambil jaringan atau sampel sel dari tubuh Anda).

  • Perubahan Payudara Fibrosis

Fibrosis payudara merupakan pertanda bahwa anda memiliki jaringan ikat ekstra di payudara anda yang bisa terasa kental. Ini adalah jenis jaringan yang sama dengan jaringan yang membentuk ligamen dan jaringan parut. Fibrosis menyerang sekitar setengah dari jumlah wanita dan lebih sering terjadi pada mereka yang berusia 30 dan 60 tahun.

Kista adalah kantung berisi cairan kecil, yang biasanya berbentuk bulat dan juga bisa bergerak di sekitar payudara. Kista bisa menimbulkan rasa sakit, dimana rasa sakit tersebut akan semakin memburuk sebelum masa menstruasi.

Kista berjalan seiring (beriringan) dengan fibrosis. Dr. Cooner mengatakan kalau anda tidak akan mendapatkan kista kecuali jika anda menderita fibrosis terlebih dulu.

Tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan terjadinya perubahan payudara fibrokistik ini, tapi perubahan tersebut bisa dikaitkan dengan hormon bulanan.

Ini seperti pengerasan jaringan payudara,” kata Dr. Coomer. “Kami biasa menyebutnya penyakit payudara fibrokistik, tapi sebutannya terdengar seperti sesuatu yang perlu diobati. Strukturnya memang lebih padat, karena jaringan fibrokistik lebih banyak, tapi ini bukanlah sesuatu yang bisa kita berikan perlakuan dan kita juga tidak perlu mengobatinya.

Namun, jika pemeriksaan ultrasound menunjukkan bahwa kista tersebut mengandung zat cair dan padat, atau hanya materi padat, berarti anda mengidap kista kompleks. Pertumbuhan kista ini perlu dibiopsi, karena resiko kanker payudara anda bisa sedikit meningkat.

  • Nekrosis Lemak

Nekrosis merupakan keadaan dimana jaringan lemak telah mati, yang biasanya terjadi karena pemakaian sabuk pengaman atau terkena siku. Pembedahan dan radiasi juga bisa mengakibatkan nekrosis lemak.

Benjolan payudara semacam ini bukanlah kanker, tapi bisa terasa seperti itu. “Kadang-kadang akan terasa seperti massa yang keras sekali,” kata Therese Bevers, MD, direktur medis dari Pusat Pencegahan Kanker di University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston. “Kondisi ini bisa menjadi sedikit menakutkan.”

Hal tersebut mungkin akan bertambah menakutkan jika kerusakan tidak muncul selama satu atau dua tahun setelah cedera yang anda alami, dimana pada akhirnya anda mungkin telah melupakan kejadian tersebut.

Pergilah ke dokter untuk memeriksanya. Jika ternyata itu adalah nekrosis lemak, maka anda harus membiarkannya, karena mungkin akan timbul lebih banyak masalah lagi kalau anda mengeluarkannya. Pembedahan itu seperti trauma. Anda bisa menciptakan benjolan lain di sana,” kata Dr. Bevers

  • Tumor phyllodes

Tumor phyllodes adalah sejenis benjolan yang jarang atau yang hanya mewakili sekitar 1% tumor payudara. Mereka tumbuh dalam pola yang berbentuk daun. Istilah ini diambil dari bahasa Yunani, yaitu “leaflike.”

Massa phyllodes memang sedikit lebih kental dan memiliki banyak nodul dan sering terdapat pada wanita yang berusia 40 tahun-an. Biasanya tumor ini tidak terasa sakit.” kata Dr. Bevers. 

Sebagian besar pertumbuhannya bersifat jinak dan tidak meningkatkan risiko kanker, namun tetap saja anda perlu mngeluarkannya dari dalam.

Jika tidak dikeluarkan, tumor phyllodes akan tumbuh dengan tak terkendali. Sekitar 10% tumor phyllodes bersifat kanker, namun biasanya tidak merespons radiasi, kemoterapi, atau perawatan kanker payudara hormonal.

Ahli bedah biasanya mengambil beberapa jaringan di sekitar tumor phyllodes jinak untuk mengurangi kemungkinannya kembali. Jika tumornya bersifat kanker, pengobatan yang harus dilakukan adalah berupa lumpectomy atau mastektomi.

  • Papillomas

Papiloma intraductal payudara adalah tumor yang terbuat dari kelenjar dan jaringan fibrosa serta pembuluh darah yang tumbuh di saluran susu dan dapat menyebabkan benjolan di dekat puting susu.

Menurut Dr. Coomer, papillomas sangat mudah diidentifikasi dan bisa dirasakan karena umumnya ditandai dengan adanya benjolan halus di payudara.

Papilloma juga dapat menyebabkan keluarnya cairan jernih atau darah dari puting susu dan ini paling sering terjadi pada wanita yang berusia 35 sampai 55 tahun. Dengan jalan pembedahan, dokter anda bisa menghilangkan papiloma ini dari dalam payudara, bersama dengan bagian saluran yang tumbuh.

Memiliki satu papiloma biasanya tidak akan menyebabkan resiko kanker payudara yang tinggi. Resiko kanker anda mungkin akan meningkat jika anda memilikinya lebih dari satu, mengembangkannya sejak usia dini, terdapat sel abnormal di papiloma dan jika Anda memiliki riwayat keluarga yang mengidap kanker.

Itulah tadi beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab terbentuknya benjolan pada payudara wanita. Diantaranya adalah disebabkan karena siklus haid, fibroadenomas, fibrosis payudara, nekrosis lemak, tumor phyllodes dan pappilomas. Kebanyakan diantaranya bersifat jinak dan beberapa yang lainnya memiliki resiko mengembangkan kanker payudara.

So guys, jika anda memiliki benjolan pada payudara anda, jangan langsung panik dan mengira kalau itu adalah kanker. Bisa saja benjolan yang muncul adalah efek dari siklus haid yang tengah anda alami.

Anda harus memeriksakannya terlebih dahulu ke dokter untuk mengetahui hasilnya dengan pasti dan mengambil tindakan perawatan atau pengobatan yang sesuai dengan kondisi yang anda alami.

Kesadaran anda akan perubahan yang terjadi pada payudara anda merupakan satu langkah pendeteksian dini kanker yang sangat menentukan langkah selanjutnya. 

Meskipun tidak lebih berbahaya dari kanker, namun kondisi-kondisi yang telah disebutkan di atas tadi tetap memerlukan perhatian khusus dari anda.

Jika anda mengabaikannya dan merasa tidak perlu memeriksakannya ke dokter, mulai saat ini singkirkan jauh-jauh pemikiran tersebut jika memang anda tidak ingin menyesal dikedepannya.

Ingat ya guys, siapa saja beresiko terkena kanker payudara, kalau tidak hari ini, tidak ada jaminan kalau dikedepannya anda tidak bisa mengalaminya, kan?

Demikianlah informasi yang kami sampaikan, semoga bisa bermanfaat untuk anda.