Healthy

Fokus Pada Lemak Tubuh, Peneliti Temukan Pengobatan Kanker Terbaru

Selama bertahun-tahun, penyakit kanker telah menjadi “bintang” di antara semua penyakit terminal yang ada di masyarakat. Namun sayangnya, bintang yang dimaksud di sini bukanlah bintang yang bermakna positif, melainkan sebaliknya.

Penyakit terminal merupakan penyakit dimana tingkat sakitnya telah mencapai stadium lanju, sehingga pengobatan medis sudah tidak mungkin menyembuhkannya lagi.

Karena sifatnya inilah, para peneliti atau dokter yang merasa penasaran dan berusaha mencari atau menemukan berbagai cara dan teknologi untuk bisa menyembuhkan penyakit tersebut.

Banyak sekali orang yang berharap, kalau suatu hari nanti akan ada metode penyembuhan baru yang ditemukan, yang bisa menyembuhkan penyakit kanker ini dan tidak hanya sekedar pengobatan yang hanya bisa memperpanjang hidup seseorang tanpa bisa memberikan penyembuhan pada penderitanya.

Setelah menunggu bertahun-tahun lamanya, akhirnya manusia (para peneliti) berhasil menemukan teknologi penyembuhan terbaru, yang diharapkan bisa memberikan harapan hidup bagi mereka yang menderita kanker.

Penyembuhan Kanker Dengan Sintetis Lemak

Periset dari Institut Salk dikabarkan telah menemukan sebuah cara untuk menghentikan sel kanker dengan menciptakan molekul lemak mereka sendiri dan membangun membran plasma, yang dapat menghambat pertumbuhan kanker.

Penelitian yang dilakukan tersebut menunjukkan bahwa penemuan baru mereka bisa menghentikan pertumbuhan molekul sel kanker, yang dibutuhkan oleh kanker tersebut untuk berkembang. Setidaknya begitulah informasi yang didapat.

Tim Salk Institute yang dipimpin oleh Profesor Reuben Shaw, menjelaskan bahwa sel kanker umumnya akan melakukan rewire metabolisme (proses penggandaan) mereka untuk mendukung terjadinya pembelahan sel dengan cepat.

Dikarenakan  sel kanker lebih bergantung pada aktivitas sintesis lipid dibandingkan sel normal, maka para peneliti tersebut berpikir mungkin ada bagian (subset) kanker tertentu yang sensitif terhadap obat, yang dapat mengganggu proses metabolisme vital tersebut.

Kalau di buat ke dalam kalimat sederhana, maka kalimat di atas memiliki pengertian seperti berikut: “ Sel kanker tidak akan tumbuh jika ada sesuatu yang menghalanginya untuk mendapatkan makanan yang diproduksi oleh sel tubuh. Adapun cara yang bisa dilakukan adalah dengan fat synthesis (sintesis lemak)“.

Dalam penelitian yang telah dilakukan tersebut, para periset mampu mengganggu proses pembentukan lipid atau molekul sel, dengan menggunakan enzim yang disebut dengan Acetyl-CoA Carboxylase, yang juga dikenal sebagai ACC. Enzim inilah yang bertugas untuk mematikan sel yang penting dalam proses sintesis lipid.

Enzim ACC Efektif Lawan Kanker

Untuk mengetahui apakah enzim ini benar-benar bisa membantu untuk membunuh sel kanker, para peneliti pun mencoba mengujinya pada hewan dan manusia.

Ketika enzim ACC ini dicoba atau diuji kepada hewan yang mengidap kanker dan manusia yang memiliki sel kanker pada paru-parunya, sesuatu yang mengejutkan pun terjadi.

Massa tumor kemudian menyusut kira-kira dua pertiga dari massa awalnya hanya dengan menggunakan penghambat ACC, yang dijuluki sebagai ND-646. Ternyata hasil yang didapat ini jauh lebih efektif dari perkiraan semula.

“Ini merupakan pertama kalinya manusia berhasil menunjukkan, bahwa enzim yang bernama ACC tersebut sangat diperlukan untuk menghambat pertumbuhan tumor.

Data tersebut adalah data yang meyakinkan dan secara tidak langsung menunjukkan konsep yang menargetkan sintesis lemak sebagai pendekatan antikanker baru,” Kata Shaw.

Dia juga mengatakan bahwa konsekuensi atau dampak dari penemuan tersebut adalah manusia kini memiliki obat yang sangat menjanjikan untuk dilakukan uji klinis pada subtipe kanker paru-paru, hati, bahkan untuk jenis kanker mematikan yang lainnya.

Bisa dibilang ini merupakan senjata baru untuk melawan kanker.

Hubungan Antara Lemak dan Kanker

Benarkah kalau lemak perut ada kaitannya dengan pertumbuhan sel kanker? Dan ternyata sebuah studi yang baru-baru ini telah dilakukan berhasil menunjukkan bahwa hal tersebut memang berhubungan.

Lemak yang selama ini ditakuti dan dihindari oleh kebanyakan orang ternyata bisa memicu terbentuknya sel kanker, tapi juga bisa menghentikan perkembangan sel kanker. Aneh sekali bukan?

Menurut tim peneliti di Harvard School of Public Health, memasukkan lemak baik ke dalam tubuh anda akan memberikan manfaat yang baik pula untuk kesehatan anda dan begitu pun sebaliknya. Kalau yang anda masukkan adalah lemak jahat, otomatis dampak buruk yang akan ditimbulkannya.

Studi yang diterbitkan di dalam JAMA Internal Medicine ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih selama 30 tahun, dengan tujuan penelitian adalah untuk membantu menghilangkan kesalahpahaman lama tentang lemak makanan.

Memicu Pertumbuhan Sel Kanker

Berdasaran laporan yang diterima dari Mail Online, lemak perut memiliki kemampuan untuk melepaskan protein yang memicu pertumbuhan sel kanker ganas.

Sebenarnya sudah sejak lama diketahui bahwasannya obesitas merupakan faktor timbulnya resiko dari sejumlah kanker, termasuk kanker payudara, usus dan hati. Tapi alasan mengapa hal ini terjadi sampai saat ini memang masih terus diteliti untuk memastikan kebenarannya.

Tapi meskipun belum ada kepastian mengenai alasan tersebut, namun anggapan sementara yang muncul saat ini adalah obesitas tampaknya akan segera menyalip posisi rokok sebagai penyebab utama timbulnya sel kanker.

Sebuah studi baru telah menyelidiki kemungkinan terjadinya mekanisme biologis di balik hubungan antara lemak dan sel kanker. Peneliti kemudian memusatkan perhatian mereka pada jaringan adiposa viseral, yaitu lemak yang melapisi organ dalam.

Lemak viseral umumnya adalah penyebab ukuran pinggang lebih besar dan lebih banyak lemak perut. Lemak ini terletak di tubuh bagian dalam. Letaknya dekat dengan organ-organ vital seperti : jantung, hati, saluran pencernaan, paru-paru dan berada di area dada, perut dan juga panggul.

Para periset menemukan bahwa kelebihan lemak viseral tidak hanya mempengaruhi kinerja dari organ-organ dalam yang disebutkan di atas tadi, melainkan lebih parahnya lagi bisa merangsang pertumbuhan sel normal dan sehat, serta dapat meningkatkan resiko pertumbuhan kanker, dengan cara melepaskan protein yang disebut fibroblast growth factor-2 (FGF2).

Menghentikan Perkembangan Sel Kanker

Layaknya manusia, lemak juga memiliki 2 sisi atau sifat yang berlawanan, yaitu baik dan buruk, tergantung bagaimana cara anda memanfaatkannya.

Kalau tadi di atas sudah dijelaskan kalau lemak bisa memicu pembentukan kanker (sisi buruk), sekarang adalah waktunya untuk membicarakan sisi baik dari lemak, yang diketahui mampu menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui lemak visceral yang terdapat di dalam tubuh tidak memiliki kemampuan untuk merangsang pertumbuhan kanker, pada saat sel kekurangan reseptor FGF2. Reseptor ini adalah bagian khusus yang ada pada sel, yang dirancang untuk merespons sinyal kimia tertentu.

Para periset menyarankan agar temuan tersebut di kedepannya semakin bisa membuka jalan untuk menemukan atau bahkan menciptakan strategi -strategi baru pencegahan kanker, yang mungkin menargetkan FGF2 dan Acetyl-CoA carboxylase (ACC), karena hasil penelitian saat ini masih dalam tahap awal dan membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.

Itulah tadi penjelasan mengenai kaitan antara lemak yang ada di dalam tubuh dengan pertumbuhan sel kanker. Dari penjelasan di atas, anda bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa mempertahankan berat badan yang sehat adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko kanker, serta sejumlah kondisi kesehatan serius lainnya.

Selesai sudah informasi untuk kali ini, semoga bisa bermanfaat untuk anda sekalian. Terima kasih.