Healthy

Kulit Mudah Terbakar Sinar Matahari? Mungkin Anda Pemilik Kulit Jenis Ini

Sebelum masuk ke dalam pembahasan, coba luangkan sedikit waktu anda untuk memperhatikan warna kulit anda (biasanya orang-orang akan melihatnya dari tangan).

Setelah diperhatikan, bisakah anda menyebutkan warna kulit anda? Apakah anda punya kulit yang putih? Atau mungkin hitam? Hmm, atau mungkinkah masih ada diantara anda yang masih bingung menentukan apa warna kulit anda?

Perlu anda ketahui bahawa warna kulit manusia bukan hanya terdiri dari putih dan hitam saja. Selain kedua warna tersebut, ada juga warna kulit sawo matang dan juga kuning langsat. Tapi memang tidak banyak orang yang tahu atau menggunakan istilah warna ini.

Warna Kulit Sebagai Warisan Keturunan / Ras

Seperti yang anda lihat, setiap manusia memiliki warna kulit yang berbeda. Perbedaan ini bisa terjadi karena disebabkan berbagai faktor, yang salah satunya adalah faktor keturunan atau ras.

Jadi, tidak perlu heran jika anda melihat warna kulit orang Tionghoa berbeda dari orang Barat.

Secara umum, ras manusia dibagi menjadi 4 jenis, yaitu : Mongoloid (kulit putih-Asia), Negroid (kulit hitam), Kaukasoid (kulit putih – Eropa) dan kelompok ras khusus (memiliki ciri-ciri yang khusus atau tidak termasuk pada ketiga ras).

Selain perbedaan warna kulit, masing-masing ras di atas juga dibedakan dengan ciri-ciri lainnya, seperti bentuk rambut dan tempat tinggal mereka.

Perbedaan ras akan mempengaruhi pigmen (zat warna) kulit pada seseorang. Nah, jumlah pigmen inilah yang sebenarnya membedakan antara ras yang satu dengan yang lainnya. So, guys? Termasuk ras yang manakah anda?

Terlepas dari jenis ras yang berakibat pada perbedaan warna kulit ini, satu hal yang perlu anda tanamkan dalam diri anda, yaitu bahwasaannya anda tidak boleh menjadikan perbedaan warna tadi menjadi alasan untuk mengecilkan ataupun mengucilkan seseorang, hanya karena orang tersebut tidak memiliki warna yang sama dengan anda.

Ingat, setiap warna kulit memiliki keistimewaannya masing-masing. Jangan pernah minder apa pun warna kulit yang anda miliki. Semakin berbeda anda dari orang lain, maka akan semakin istimewa pula anda.

Tipe Kulit Fitzpatrick Yang Manakah Anda?

Tubuh manusia terdiri hampir 16 persennya terdiri kulit. Bisa dibilang kalau kulit merupakan organ tubuh terbesar yang berfungsi sebagai lapisan luar yang menutupi organ dalam tubuh.

Sebagai lapisan luar tubuh, sel-sel yang ada di dalam kulit rentan mengalami kerusakan, terutama yang disebabkan karena terkena paparan sinar ultraviolet dari matahari.

Kerusakan yang terjadi ini bisa menyebabkan tanda-tanda penuaan dini bahkan kanker. Lantas, bagaimanakah hubungan antara kerusakan yang terjadi tersebut dengan jenis-jenis kulit? Ini mungkin salah satu yang menjadi pertanyaan di kepala anda, bukan?

Anda tidak perlu khawatir, karena sebentar lagi anda akan segera mendapatkan jawabannya. Yang penting anda paham dulu dengan penjelasan yang sudah disampaikan di atas, supaya anda tidak bingung saat membaca penjelasan yang sebentar lagi anda dapatkan.

Seperti yang sudah anda ketahui sebelumnya, “setiap warna kulit memiliki keistimewaannya sendiri“. Warna-warna inilah yang akan memberitahukan anda, apa dan bagaimana anda harus menjaganya.

Beberapa studi berpendapat kalau kulit dengan pigmen yang lebih pekat (hitam) memiliki resiko yang lebih kecil untuk terkena kanker kulit, dibandingkan dengan mereka yang jumlah pigmennya lebih sedikit (kulit putih).

Oleh karena itu, sangat penting bagi anda untuk mengetahui tipe kulit seperti apa yang anda miliki, serta bagaimana cara untuk melindunginya. Dan untuk mengetahuinya, anda bisa melihatnya pada sistem pengklasifikasian Fitzpatrick.

Apa Itu Tipe Fitzpatrick?

Tipe kulit Fitzpatrick adalah cara pengklasifikasian berbagai jenis kulit. Cara ini bisa menunjukkan kepada anda jenis kulit seperti apa yang anda punya. Menurut tipe ini, jenis kulit manusia terdiri dari 6 jenis atau tipe, yang memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda.

Dikenal juga dengan sebutan Fitzpatrick skin phototype (Fototipe kulit fitzpatrick), sistem klasifikasi kulit ini diketahui telah dikembangkan sejak tahun 1975. Meskipun cara ini terbilang sudah kuno, namun masih tetap digunakan untuk menentukan jenis dan resiko kanker kulit.

Sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa cara pengklasifikasian kulit Fitzpatrick ini jauh lebih efektif untuk digunakan oleh seorang dermatologis (spesialis kulit), dalam melakukan penilaian pada pasien mereka, dibandingkan dengan self-reporting  (pelaporan diri oleh pasien itu sendiri), yang dianggap kurang akurat.

Teknik yang digunakan untuk membedakan jenis kulit ini dilakukan dengan mewawancarai banyak orang tentang bagaimana kulit mereka bereaksi terhadap sinar matahari.

Dari sanalah para peneliti mendapatkan data-data yang diperlukan untuk kemudian diidentifikasi. Alhasil, didapatlah pembagian 6 jenis atau tipe kulit. Perlu anda ketahui juga kalau pembagian ini masih berdasarkan bukti anekdot.

Seseorang mungkin saja mendapati kulit mereka tidak sesuai sepenuhnya dengan satu kategori pun yang disebutkan. Untuk melakukan penilaian sendiri, pengklasifikasian kulit Fitzpatrick ini harus digunakan sebagai panduan dan bukan sebagai definisi tipe kulit.

Cara pembagian jenis kulit ini ditemukan olrh Thomas B. Fitzpatrick, yaitu seorang dokter kulit dari Harvard.

Jenis Kulit Berdasarkan Skala Fitzpatrick

Thomas B. Fitzpatrick membagi tipe kulit manusia menjadi 6 jenis, yang juga terkait pada rambut dan warna mata. Pembagian ini didasarkan pada seberapa banyak melanin yang terdapat di dalam kulit.

Melanin sendiri merupakan zat protein yang berperan untuk menentukan warna kulit seseorang. Warna kulit yang lebih gelap biasanya mempunyai melanin yang lebih banyak pada lapisan epidermis, dibandingkan dengan kulit yang berwarna terang. Melanin yang terkena sinar UV umumnya akan menimbulkan noda gelap pada kulit.

Adapun keenam tipe tersebut antara lain:

1. Tipe kulit Fitzpatrick 1

Untuk tipe yang pertama ini, karakteristik umumnya biasanya terdiri :

  • Kulit berwarna putih pucat, bintik-bintik
  • Mata berwarna biru muda, abu-abu terang, atau hijau muda
  • Rambut pirang atau merah alami

Reaksi sinar matahari terhadap jenis kulit ini adalah:

  • Selalu terbakar
  • Mengelupas
  • Muncul bintik-bintik
  • Warna kulit tidak berubah menjadi sawo matang

2. Tipe Fitzpatrick 2

Karakteristik umum yang dimiliki oleh jenis kulit ini antara lain:

  • Kulit berwarna putih terang sebelum terkena sinar matahari
  • Memiliki mata yang berwarna biri, abu-abu, atau hijau
  • Memiliki rambut pirang alami

Reaksi yang muncul ketika terkena sinar matahari:

  • Kulit terbakar dan kadang-kadang mengelupas
  • Sering muncul bintik-bintik
  • Sedikit mengalami penggelapan warna kulit

3. Tipe kulit Fitzpatrick 3

Tipe yang ketiga ini memiliki karakteristik umum seperti:

  • Kulit berwarna putih krem atau keemasan
  • Mata berwarna coklat atau hazel (merah tua)
  • Rambut berwarna pirang gelap atau coklat muda yang alami

Ketika terkena sinar matahari, jenis kulit ini akan mengalami perubahan, yaitu:

  • Kemungkinan akan muncul bintik-bintik
  • Kadang kulit menjadi terbakar
  • Sesekali kulit akan berubah gelap

4. Jenis Fitzpatrick 4

Karakteristik umum yang dimiliki oleh tipe kulit ke-4 ini adalah:

  • Kulit berwarna coklat terang
  • Warna mata coklat gelap
  • Rambut berwarna coklat gelap alami

Reaksi sinar matahari akan menyebabkan jenis kulit ini berubah menjadi:

  • Memiliki bintik-bintik walaupun tidak sering
  • Terbakar (tidak sering)
  • Warna kulit menggelap sampai berwarna coklat sedang

5. Jenis kulit Fitzpatrick 5

Tipe kulit ini memiliki beberapa karakteristik yang diantaranya:

  • Kulit berwarna coklat atau coklat gelap
  • Mata berwarna coklat gelap
  • Memiliki rambut alami dengan warna coklat gelap atau hitam

Adapun reaksi yang muncul saat terkena sinar matahari adalah:

  • Muncul bintik-bintik (jarang)
  • Hampir tidak pernah terbakar
  • Mudah terjadi penggelapan warna pada kulit

6. Tipe kulit Fitzpatrick 6

Karakteristik umum dari jenis kulit ini adalah:

  • Warna kulit adalah coklat gelap atau hitam
  • Memiliki mata dengan warna hitam kecoklatan
  • Rambut memiliki warna hitam yang alami

Pada saat terkena sinar matahari, mereka yang memiliki jenis kulit ini akan menunjukkan reaksi, seperti:

  • Tidak akan mucul bintik-bintik pada kulit
  • Kulit tidak pernah terbakar
  • Warna rambut hitam alami

Perlu anda ketahui, kulit yang memiliki jumlah melanin yang sangat sedikit biasanya juga hanya akan memiliki sedikit perlindungan dari sinar ultraviolet matahari. Itulah mengapa kulit ini (tipe 1 dan 2) kemungkinan besar akan mudah terbakar.

Pigmen melanin adalah pigmen yang memberikan warna coklat pada rambut, kulit dan iris mata. Inilah yang menyebabkan kulit akan berubah menjadi lebih gelap, sebagai bentuk respons terhadap sinar ultraviolet matahari.

Kulit yang tinggi kandungan melaninnya cenderung akan berwarna cokelat dan tidak akan mudah terbakar, sekalipun terkena paparan sinar matahari langsung.

Mudah terbakarnya kulit inilah yang bisa meningkatkan resiko terkena kanker kulit. Menurut Skin Cancer Foundation, 1 dari 5 orang di Amerika Serikat berpotensi mengembangkan kanker kulit selama masa hidup mereka.

Mampu mengklasifikasikan jenis kulit sesuai dengan seberapa banyak jumlah melanin yang terkandung di dalamnya, akan membantu masyarakat untuk memprediksi seberapa besar kemungkinannya untuk membakar.

Tips Melindungi Kulit Berdasarkan Jenisnya

Jika orang-orang memahami jenis atau tipe kulit Fitzpatrick mana yang mereka miliki, mereka bisa membuat pilihan yang tepat untuk melindungi kulit mereka.

Adapun saran yang bisa anda lakukan untuk melindungi kulit sesuai dengan jenis yang anda punya adalah sebagai berikut:

Untuk Tipe kulit Fitzpatrick 1 dan 2

Orang dengan tipe kulit 1 dan 2 umumnya adalah mereka yang memiliki resiko tinggi untuk mengalami kerusakan kulit dan tanda-tanda penuaan dini ketika terkena sinar matari. Mereka juga beresiko terkena kanker kulit, seperti melanoma.

Menurut American Cancer Society, kulit yang berwarna cerah, bintik-bintik dan rambut rambut yang terang merupakan faktor dari resiko kanker kulit. Karakteristik ini dimiliki oleh mereka dengan tipe kulit 1 dan 2, yang dengan kata lain mereka yang memiliki jenis kulit ini perlu melakukan tindakan pencegahan yang lebih ekstra.

Untuk melindungi kulit, seseorang dengan kulit tipe 1 atau 2 ini harus:

  • Selalu memakai tabir surya (pelindung kulit) dengan SPF 30 atau lebih
  • Sebisa mungkin menghindari sinar matahari
  • Duduk atau berjalan di tempat teduh bila memungkinkan
  • Pakailah topi yang bertepi lebar sebagai perlindungan
  • Kenakan kacamata hitam untuk menghalangi sinar UV yang berbahaya
  • Pakailah pakaian pelindung jika berada di bawah sinar matahari untuk waktu yang lama

Tindakan perlindungan di atas tersebut akan mengurangi resiko anda untuk terkena kanker kulit dan juga dapat membantu kulit tetap awet muda lebih lama. Namun, hal ini masih membutuhkan pemeriksaan lanjut dari sang ahli.

Anda yang termasuk tipe 1 atau 2 harus melakukan pengecekan kulit di seluruh tubuh setiap bulan untuk memeriksakan ada tidaknya kelainan kulit yang terjadi.

Untuk Tipe Kulit 3 sampai 6

Jika anda adalah orang yang memiliki tipe kulit 3 sampai 6, anda tetap masih bisa beresiko terkena kanker kulit. Hanya saja, resikonya lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang memiliki kulit tipe 1 atau 2.

Hal yang sama juga penting untuk anda lakukan, yaitu menggunakan tabir surya secara teratur. Secara khusus, untuk bisa melindungi kulitnya, orang dengan tipe kulit 3 sampai 6 ini harus:

  • Memantau dan membatasi paparan sinar matahari
  • Mengenakan topi bertepi lebar sebagai perlindungan
  • Memakai kacamata hitam untuk menghalangi sinar UV
  • Mengenakan pakaian pelindung jika berada di luar untuk waktu yang lama
  • Menggunakan tabir surya dengan SPF 15 atau di atasnya

Seperti jenis kulit lainnya, orang dengan tipe kulit antara 3 dan 6 ini juga masih harus memeriksa kulit mereka setiap bulan. Hal penting lainnya yang juga harus dilakukan oleh orang dengan tipe kulit ini adalah memeriksa adanya kemungkinan terjadinya acral lentiginous melanoma.

Jenis melanoma ini biasanya ditandai dengan titik gelap pada kulit, yang kemungkinan berkembang di telapak tangan atau telapak kaki mereka.

Untuk Semua Jenis Kulit

Menggunakan tempat tidur dan mesin penyamakan buatan akan sangat berbahaya bagi semua jenis kulit. Studi yang dilakukan pada tahun 2013 telah menunjukkan bahwa, jika seseorang menggunakan tempat tidur penyamakan buatan sebelum mencapai usia 35 tahun, sebanyak 75 persen atau bahkan lebih, memiliki kemungkinan untuk mengembangkan melanoma.

Untuk alasan ini, anda perlu menghindari tempat tidur penyamakan buatan terlepas dari jenis kulit apapun yang anda miliki.

Jika anda merasa telah terjadi sesuatu atau perubahan pada kulit anda akibat paparan sinar matahari, maka usahakanlah untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Hal ini penting untuk anda lakukan sebagai tindakan pencegahan dan pengobatan jika memang telah terjadi sesuatu pada kulit anda.

Perubahan Semacam apakah yang perlu dikonsultasikan ke dokter?

  • Munculnya tahi lalat baru
  • Terdapat tahi lalat yang berubah menjadi semakin besar
  • Garis bentuk tahi lalat tampak sepertinoda kotor
  • Bintik berubah warna dari coklat menjadi hitam
  • Bintik semakin membesar atau berkembang menjadi benjolan
  • Permukaannya menjadi kasar dan memborok
  • Tahi lalat menjadi gatal
  • Tahi lalat berdarah
  • Bintik-bintik yang muncul tidak sama seperti yang pada umumnya

Itulah tadi beberapa hal yang bisa kami sampaikan mengenai pembagian tipe atau jenis kulit yang dimiliki oleh masyarakat secara umum. Sudahkah anda menemukan tipe kulit anda yang mana?

Kesimpulan

Setelah membaca penjelas di atas tadi, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:

  • Setiap manusia memiliki jenis atau tipe kulit yang berbeda-beda, salah satunya dilihat dari segi warna
  • Jenis atau tipe kulit dibagi menjadi 6 jenis berdasarkan teknik pengklasifikasian Fitzpatrick
  • Skala atau teknik Fitzpatrick ini tidak hanya sangat berguna untuk mengetahui jenis kulit seseorang, tapi juga bermanfaat untuk membuat setiap orang memahani cara tepat untuk melindungi kulit mereka, sesuai dengan kebutuhan tipe kulit yang mereka punya. Selain itu, hal ini juga penting untuk menghindari atau mengurangi resiko terkena kanker kulit.
  • Setelah mengetahui jenis kulit dan cara untuk melindunginya, hal lain yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah rutinitas untuk memeriksakan kesehatan kulit ke dokter, khususnya untuk mereka yang memiliki tipe kulit 1 dan 2.

Usai sudah informasi ini kami sampaikan, semoga setelam membacanya anda sekalian bisa menemukan jenis atau tipe kulit yang anda miliki dan semoga bisa membantu untuk memberikan informasi mengenai tips untuk melindunginya.