Healthy

Mimisan Datang Tiba-Tiba Tanpa Aba-Aba? Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pernahkah anda mimisan? Apa yang anda rasakan pada saat darah mengalir keluar dari dalam hidung anda? Nyerikah? Atau malah biasa-biasa saja? Sesering apakah anda mengalaminya? Sudahkah anda memeriksakan keadaan anda tersebut ke dokter?

Mimisan bisa terjadi begitu saja pada beberapa orang, tanpa adanya peringatan ataupun tanda-tanda tertentu yang ditunjukkan terlebih dahulu seperti penyakit-penyakit lain pada umumnya.

Selama satu menit mungkin tidak terjadi apa-apa pada anda atau bisa dibilang kalau keadaan anda baik-baik saja. Tapi setelah beberapa detik kemudian, anda harus mencari tisu untuk menghentikan darah yang keluar dari hidung anda“. Setidaknya begitulah gambaran tentang kemunculan mimisan tersebut.

Mengapa Darah Bisa Mengalir Secara Tiba-Tiba Dari Dalam Hidung?

Keluarnya darah dari dalam hidung tentu ada alasannya. Bisa juga menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan seseorang. Itulah sebabnya mengapa anda harus memeriksakan diri ke dokter jika anda mengalami kondisi seperti ini.

Kalau hanya terjadi sekali, mungkin anda bisa mengabaikannya. Tapi jika sudah terlalu sering terjadi, anda wajib menemui dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

Pada dasarnya didalam hidung semua orang dipenuhi dengan pembuluh darah, yang mudah terluka dan berdarah. Pendarahan hidung adalah masalah yang umum terjadi, terutama selama bulan-bulan musim dingin.

Udara kering yang masuk ke dalam hidung akan menyebabkan selaput lendir dari lubang hidung menjadi tersumbat dan mengeras, yang pada akhirnya berakibat pada pendarahan.

Mimisan biasanya bukanlah sesuatu yang akan menimbulkan masalah yang serius, tapi meskipun begitu, anda juga perlu mengetahui bagaimana cara untuk mengatasi masalah mimisan yang anda ataupun anggota keluarga anda alami tersebut, serta mengetahui kapan waktu yang tepat bagi anda untuk menemui atau memeriksakannya ke dokter. 

Siapa saja yang rentan mengalami kondisi ini?

Di Amerika, diperkirakan satu dari tujuh orang Amerika mengalami mimisan (pendarahan hidung), atau yang dalam istilah medis disebut dengan istilah epitaxis di beberapa titik dalam hidup mereka.

Mimisan ini bisa terjadi pada siapa saja dean tidak pandang usia. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak yang usianya berkisar 2 sampai 10 tahun dan pada orang dewasa yang berusia sekitar 50 sampai 80 tahun. Data tersebut diambil dari American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery.

Jenis-Jenis Mimisan

Dalam bidang kedokteran, mimisan ternyata terbagi menjadi 2 jenis, dimana pembagian jenis ini tergantung pada apakah pendarahan yang terjadi tersebut berasal dari depan atau belakang hidung.

Adapun kedua jenis mimisan yang dimaksud, yaitu: mimisan posterior dan anterior. Apa sih yang menjadi pembeda keduanya? Adakah dari anda yang mengetahui jawabannya? Kalau tidak ada, abda bisa membacanya pada penjelasan yang akan disampaikan di bawah ini.

  • Mimisan Anterior

Karena pembagian jenis mimisan didasarkan pada asal pendarahannya, yaitu depan atau belakang, maka jenis mimisan pertama yang disebut dengan mimisan anterior ini adalah mimisan yang berasal dari area depan hidung.

Mimisan anterior ini melibatkan pembuluh darah kecil yang berada di bagian depan hidung. Kebanyakan mimisan anterior bisa diobati sendiri.

  • Mimisan Posterior

Mimisan posterior melibatkan pembuluh darah yang lebih besar, yang berada jauh di dalam rongga hidung. Mimisan jenis yang satu ini lebih berpotensi menimbulkan masalah, karena pendarahan yang terjadi bisa sangat banyak dan sulit dihentikan. Mimisan ini hampir selalu membutuhkan intervensi medis.

Menurut Shaunda Rodriguez, DO, yang merupakan seorang ahli bedah telinga, hidung dan tenggorokan / ahli bedah kepala dan leher dengan Via Christi Health System di Wichita, Kansas, secara keseluruhan, mimisan anterior merupakan jenis yang jauh lebih umum dibandingkan dengan posterior.

Penyebab Terjadinya Mimisan

Picking nose fun looking eye cute human child face

Salah satu penyebab terjadinya mimisan adalah keadaan udara yang kering. Udara kering bisa mengeringkan bagian selaput hidung. Keadaan yang seperti ini bukan hanya sekedar tidak nyaman, tapi juga menyebabkan lapisan mukosa hidung menjadi berkerak, terluka dan bahkan berdarah, dimana terkadang tanpa adanya peringatan ataupun aba-aba tertentu.

Tapi mimisan paling sering disebabkan karena kebiasaan mengorek hidung (mengupil) ataupun disebabkan oleh gangguan lainnya, seperti pukulan pada hidung yang dilakukan secara agresif atau pukulan berulang.

Peradangan yang disebabkan karena alergi atau infeksi virus biasa seperti misalnya pilek, juga bisa membuat lapisan hidung lebih rentan terhadap mimisan.

Dalam kasus tertentu, mimisan juga bisa disebabkan oleh kondisi genetik yang disebut dengan telangiectasia hemoragik herediter, yaotu kelainan pada proses pembekuan darah, atau bahkan kanker.

Penyebab hidung berdarah yang paling jarang terjadi adalah disebabkan karena adanya trauma, katakanlah disebabkan oleh sebuah kecelakaan mobil atau pukulan. Menggunakan obat alergi tertentu atau obat-obatan terlarang seperti kokain juga bisa menyebabkan pendarahan pada hidung.

Aspirin, obat antiinflamasi nonsteroid lainnya (NSAID) dan beberapa blood thinners seperti misalnya warfarin, semuanya terkait dengan resiko pendarahan di hidung. Tapi anda tidak perlu khawatir karena anda tidak akan mengalami mimisan hanya karena anda mengkonsumsi obat-obatan ini.

Cara Menghentikan Mimisan

Saat anda mengalami mimisan, apa yang biasanya anda lakukan untuk menghentikan pendarahan yang terjadi? Apakah anda langsung menarik tisu dan menempelkannya pada lubang hidung anda? Apakah cara itu berhasil? Kalau berhasil, berapa lama waktu yang anda butuhkan sampai darah yang keluar tersebut benar-benar berhenti?

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menghentikan aliran darah yang keluar tersebut. Bagaimana ya kira-kira caranya? Penasarankan? Mari temukan jawabannya di bawah ini:

  • Pertama-tama, yang harus anda lakukan adalah bersikap tenang, karena apapun yang anda lakukan bisa memperburuk pendarahan. Anda cukup memiringkan kepala anda sedikit ke depan dan bukan ke belakang. Tindakan anda yang membelakangkan kepala saat mimisan akan membuat darah mengalir deras ke dalam tenggorokan anda.
  • Dr. Rodriguez mengatakan bahwa dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk anda, cubit atau kepit dengan lembut bagian bawah hidung anda. Anda bisa memberikan tekanan yang cukup pada saat mengepit hidung anda tersebut. Lakukan selama lima menit. Jika pendarahan belum hilang, lanjutkan kembali untuk melakukannya selama lima sampai 10 menit lagi.
  • Setelah pendarahan berhenti, anda mungkin bisa mencoba menggunakan semprotan hidung dekongestan untuk mengencangkan pembuluh darah di dalam hidung. Tapi pastikan jika anda sudah mendapatkan izin dari dokter terlebih dulu. Untuk beberapa orang dengan tekanan darah tinggi dan kondisi masalah kesehatan lainnya, sebaiknya tidak mengkonsumsi obat-obatan yang bisa menyempitkan pembuluh darah, karena bisa menaikkan tekanan darah.

Jangan sekali-kali memasukkan apapun ke dalam hidung Anda,” kata Dr. Rodriguez memperingatkan. “Tidak ada tisu, tidak ada kasa.” Anda bisa memperburuk keadaan dengan itu, katanya, karena hal tersebut bisa mengiritasi pembuluh darah hidung.

Selain cara menghentikan pendarahan pada hidung yang sudah dijelaskan di atas tadi, anda juga perlu mengetahaui beberapa langkah pencegahannya.

Tips Untuk Menghindari Mimisan

Selama bulan-bulan kering pada musim dingin, gunakanlah semprotan saline over-the-counter yang ditambah dengan humidifier (pelembab) pada malam hari, dengan tujuan untuk menjaga kelembaban membran hidung agar tidak pecah atau terluka dan juga berdarah.

Dr. Rodriguez tidak merekomendasikan untuk menggunakan petroleum jelly di hidung. Di dalam beberapa kasus yang jarang pernah terjadi, cara ini dapat membuat jelly tersebut melakukan perjalanan ke paru-paru, sehingga menyebabkan peradangan.

Tapi sebagai gantinya, cobalah menggunakan gel saline over-the-counter atau berkonsultasilah dengan dokter anda tentang resep salep antibiotik. Begitulah anjuran yang diberikan oleh Dr. Rodriguez.

Spesialis telinga, hidung dan tenggorokan lainnya juga merekomendasikan anda untuk memotong kuku anak-anak, agar tidak menyebabkan luka pada hidung saat mengupil. Dokter juga menyarankan untuk berhenti merokok, karena asap rokok bisa mengeringkan dan mengiritasi hidung. 

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa mimisan adalah suatu kondisi dimana darah mengalir keluar dari dalam rongga hidung yang bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Alergi, infeksi, atau kekeringan yang menyebabkan gatal dan disebabkan karena kebiasaan suka mengupil.
  • Kebiasaan menarik napas dengan kencang berakibat merusak pembuluh darah superfisial.
  • Gangguan pembekuan yang terjadi karena turunan dari salah satu anggota keluarga atau karena efek pengobatan yang dilakukan.
  • Pengkonsumsian Obat-obatan (seperti antikoagulan atau anti-inflamasi).
  • Patah tulang hidung. Cedera kepala yang menyebabkan mimisan adalah yang paling dianggap serius.
  • Telangiectasia hemoragik herediter, yaitu kelainan yang melibatkan pertumbuhan pembuluh darah, mirip dengan tanda lahir di bagian belakang hidung.
  • Tumor, baik ganas maupun nonmalignant, harus diperhatikan, terutama pada pasien yang lebih tua atau pada perokok.

Mimisan tidak menyerang orang-orang tertentu saja. Siapapun anda, semuanya memiliki potensi untuk mengalami kondisi yang tidak mengenakkan ini. Jika pada suatu waktu tiba-tiba anda mimisan, maka jangan angkat kepa anda ke atas, melainkan menduduk lah.

Meskipun mimisan sejauh ini tidak begitu menimbulkan kefatalan, namun tetap saja anda tidak boleh mengabaikannya. Ada baiknya jika anda memeriksakan keadaan anda ke dokter. Dokter akan memberikan penjelasan tentang penyebab mengapa anda mimisan dan bagaimana cara mengatasinya.

Seleai sudah pembahasan mengenai fenomena mimisan yang dialami oleh sebagian orang ini kami sampaikan. Semoga setelah membaca, anda memiliki pengetahuan baru mengenai cara untuk menangani masalah mimisan ini. Good luck, Friends.