Healthy

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara, Peneliti Rekomendasikan Cara Ini

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling umum ditemukan di kalangan wanita, setelah kanker kulit.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, satu dari delapan wanita di Amerika Serikat (sekitar 12%) akan menderita kanker payudara seumur hidupnya. Kanker ini juga merupakan penyebab kedua kematian pada wanita setelah kanker paru-paru.

Tapi meskipun demikian, tingkat kematian akibat kanker payudara setidaknya telah menurun sedikit dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini mungkin dikarenakan mulai adanya kesadaran dari masyarakat dan skrining yang lebih besar untuk jenis kanker ini, serta perawatan yang juga semakin lebih baik.

Kanker payudara yang dialami oleh beberapa wanita umumnya bervariasi antara satu sama lain. Dengan mengetahui apakah payudara anda dalam keadaan normal akan sangat membantu untuk mengenali gejala dari kanker mematikan ini.

Seperti apa ya rasanya memiliki Kanker Payudara?

Tanda dari keberadaan kanker ini biasanya tidak akan langsung muncul dalam kurun waktu yang singkat. Anda yang mungkin memiliki atau terkena kanker payudara tidak akan merasakan sesuatu yang tidak biasa terjadi pada payudara anda.

Tapi, jika anda menemukan bahwa terdapat daerah penebalan pada jaringan payudara, yang berupa benjolan (biasanya tidak sakit, tapi tidak selalu) atau yang ditandai dengan kelenjar getah bening ketiak yang membesar, maka segeralah pergi ke dokter untuk memeriksakannya.

Sebagai tandanya, anda mungkin melihat adanya perubahan bentuk atau ukuran yang terjadi pada payudara anda dan memiliki area kulit yang lesung atau cairan puting yang bocor.

Seringkali, tidak ada tanda peringatan dini dari kemunculan kanker payudara ini. Bahkan jika benjolan itu muncul, mungkin terlalu kecil kemungkinan anda bisa merasakannya. Karena itulah skrining kanker payudara, yang menggunakan mamografi, sangatlah penting.

Selain wanita, pria juga memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit ini, meskipun terbilang jarang terjadi. Adapun tanda dan gejala awal dari kemunculan kanker payudara yang mungkin dialami beberapa wanita dan pria adalah meliputi:

  • Terdapat benjolan baru di bagian payudara atau ketiak, dengan atau tanpa rasa sakit. Benjolan tersebut bisa keras tapi bisa lunak juga. Tapi anda juga harus tahu kalau tidak semua benjolan adalah kanker payudara. Beberapa benjolan mungkin merupakan perubahan non-kanker atau kista yang mengandung cairan dan jinak, tetapi harus diperiksa oleh dokter anda.
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara. Cobalah untuk mencari daerah yang menunjukkan adanya pembengkakan, penebalan, atau penyusutan yang terjadi pada payudara.
  • Dimpling, pitting, atau kemerahan.
  • Ada bagian kulit payudara yang mengelupas.
  • Putingnya berwarna merah, tebal, atau bersisik.
  • Merasakan nyeri payudara, puting susu, ataupun ketiak.
  • Puting terbalik. Carilah puting payudara sebelah mana yang masuk ke dalam atau rata.
  • Pelepasan puting susu. Bisa jadi puting susu yang keluar berwarna jernih atau berdarah.
  • Kemerahan atau terasa lebih hangat. Ini bisa menjadi tanda kanker payudara inflamasi, yang merupakan jenis penyakit yang langka dan agresif.
  • Terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening yang berada di bawah lengan atau di sekitar tulang selangka, yang bisa menjadi pertanda bahwa kanker payudara telah menyebar.

Skrining dan Diagnosis Kanker

Untuk masalah kanker payudara, sebenarnya deteksi dini adalah kunci utamanya. Semakin dini penyakit ini didiagnosis, maka perkembangan kanker akan semakin kurang dan akan semakin mudah untuk mengobatinya.

Skrining untuk kanker payudara

Sebuah mammogram skrining, yaitu sejenis pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X, diyakini dapat mengidentifikasi keberadaan kanker, bahkan sebelum timbulnya gejala.

Wanita yang lebih berisiko tinggi untuk terkena kanker payudara juga bisa diskrining dengan tes lainnya, seperti misalnya MRI payudara.

Organisasi medis dan kelompok advokasi kanker payudara, menyarankan dan menghimbau semua wanita yang ada di seluruh dunia untuk menjalani skrining secara rutin, dengan tujuan untuk menemukan dan mengobati kanker payudara sejak dini.

Namun untuk penentuan waktu yang tepat untuk memulai dan menjalani skrining tersebut belum begitu mendapatkan kesepakatan dari semua pihak yang terkait.

Jaringan Kanker Komprehensif Nasional (sebuah aliansi pusat kanker) merekomendasikan untuk menjalani skrining tahunan sejak usia 40 tahun.

ACS mengatakan bahwa wanita yang berusia 40 sampai 44 tahun seharusnya sudah mulai melakukan skrining setiap tahunnya. ACS juga merekomendasikan skrining tahunan untuk wanita yang berusia 45 sampai 54 tahun.

Dan pada usia 55 tahun, anda boleh memutuskan untuk melanjutkan skrining tahunan tersebut atau menjalani mammogram setiap tahun selama dia sehat dan memiliki umur atau kesempatam hidup sampai 10 tahun lagi.

Petugas Layanan Pencegahan Amerika Serikat menyarankan pada wanita yang telah berusia 40 sampai 49 tahun untuk berkonsultasi dengan petugas kesehatan, untuk mendiskusikan tentang kapan waktu yang paling tepat untuk memulai skrining dan seberapa sering mereka harus melakukannya.

Khusus untuk wanita berusia 50 sampai 74 tahun, mereka merekomendasikan untuk melakukan mammogram setiap dua tahun sekali. Wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara memang harus di skrining lebih awal dan lebih sering.

ACS merekomendasikan mammogram tahunan dan MRI payudara mulai usia 30 tahun untuk wanita dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi dari rata-rata, termasuk mereka yang memiliki mutasi gen kanker payudara yang diketahui atau mereka yang diketahui memiliki mutasi gen kanker bawaan yang diwariskan.

Bisakah Pria Terkena Kanker Payudara?

Untuk anda para pria, meskipun anda memiliki jaringan payudara yang memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk mengidap penyakit ini, sehingga mereka tidak perlu diskrining secara rutin, namun tetap saja anda tidak boleh menyepelekan jenis kanker yang satu ini.

Jika anda memiliki riwayat keluarga yang kuat tentang kanker payudara atau adanya mutasi gen kanker payudara yang diketahui di dalam keluarga, pertimbangkanlah untuk segera melakukan tes genetik untuk mengetahui apakah anda memiliki mutasi yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Pria yang berisiko tinggi terkena kanker payudara harus berkonsultasi dengan dokter untuk membicarakan tentang pemeriksaan rutin yang harus mereka lakukan.

Baik pria ataupun wanita, tindakan kepedulian terhadap perubahan yang terjadi pada payudara anda sangatlah penting, terutama saat anda melakukan pemeriksaan.

Anda bisa menceritakan perubahan atau gejala apa saja yang anda rasakan, sehingga para medis bisa lebih mudah untuk menentukan pengobatan dan perawatan apa yang paling pas untuk anda.

American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan “kesadaran diri terhadap payudara,” yang berarti mengetahui apa yang normal untuk payudara anda sendiri dan memperhatikan setiap perubahan yang mungkin anda rasakan.

Haruskah wanita memeriksakan payudaranya ke dokter setiap tahun? Beberapa kelompok medis tidak melihat adanya manfaat yang jelas dari pemeriksaan payudara klinis, namun beberapa yang lainnya masih terus merekomendasikan pemeriksaan rutin setiap tahunnya.

Proses Diagnosis

Temuan abnormal yang tampak pada mammogram skrining seperti menemukan adanya benjolan atau perubahan payudara lainnya tidak selalu berarti bahwa anda pasti memiliki kanker payudara.

Pertama-tama, dokter perlu melakukan tes lanjutan terlebih dahulu dengan menggunakan satu atau lebih jenis pemindaian. Sebuah mammogram diagnostik, yang melibatkan lebih banyak sinar-X daripada mammogram skrining, ternyata dapat menawarkan pandangan yang lebih rinci tentang area yang harus mendapatkan perhatian.

Dua tes lainnya, seperti MRI payudara dan ultrasound payudara, dapat diperintahkan untuk mengumpulkan informasi diagnostik tambahan.

Hanya ada satu cara untuk mengkonfirmasi diagnosis kanker. Anda memerlukan biopsi untuk mengekstrak sel atau jaringan dari area payudara yang menyebabkan kekhawatiran atau yang dicurigai.

Jarum halus bisa digunakan untuk mengangkat sel atau jaringan tersebut, atau anda mungkin lebih memilih untuk menjalani prosedur operasi untuk mengeluarkan jaringan payudara.

Seorang ahli patologi akan menggunakan spesimen ini untuk melihat, memeriksa ataupun meneliti jaringan tersebut untuk menemukan adanya sel kanker di sana.

Pemeriksaan biasanya menggunakan mikroskop dan mungkin mereka juga akan melakukan pengujian tambahan pada sampel jaringan. Temuan patologis dapat mengkonfirmasi apakah anda menderita kanker payudara dan kemungkinan anda bisa mengalahkannya.

Informasi ini dapat membantu tim medis (dokter, dokter bedah, radiolog dan ahli medis lainnya) dalam menentukan pengobatan terbaik yang paling sesuai dan pas untuk anda.

Sebagai seorang manusia, kita semua rentan terhadap segala penyakit, baik itu penyakit biasa maupun penyakit yang mematikan, yang salah satunya adalah kanker payudara.

Tidak peduli apakah anda seorang wanita atau pria, keduanya memiliki potensi atau resiko untuk terkena jenis kanker mematikan ini, meskipun memang pada pria, jenis kanker ini terbilang cukup jarang terjadi. Tapi tetap saja hal ini tidak boleh diabaikan apalagi dianggap sepele.

Supaya tidak terlambat, kesadaran anda akan hal ini sangatlah dituntut. Mulai sekarang cobalah unuk lebih peduli pada payudara anda dan lihat apakah ada perubahan yang terjadi di sana. Jika ada, cobalah untuk pergi ke dokter untuk mencari tahu apa yang telah terjadi pada anda.

Namun jika tidak ada perubahan aneh yang terjadi, anda juga tidak boleh langsung bersantai ria begitu saja. Anda masih tetap harus melakukan periksaan rutin setiap tahunnya. Bukan apa-apa guys, semua yang anda lakukan itu adalah untuk anda sendiri.

Baiklah, selesai sudah artikel ini kami buat, kami berharap informasi yang telah kami sampaikan bisa membuka mata dan pikiran anda akan pentingnya pencegahan, pemeriksaan atau deteksi dini dari kanker payudara ini.