History

Mengerikan! Para Mumi Ini Malah Dijadikan Pameran Museum Karena…

Meksiko menjadi tempat yang sempurna sebagai salah satu tempat tujuan wisata. Selain memiliki pemadangan yang indah dan menarik untuk dikunjungi, Meksiko ternyata memiliki sebuah Museum yang banyak dikunjungi loh! Museum tersebut berada di kota Guanajuato, dimana menjadi tujuan wisata yang menyeramkan! Kenapa? Museum tersebut menyimpan mayat-mayat asli, termasuk satu wanita yang meninggal karena dikubur hidup-hidup.

Museum ini yang bernama El Museo De Las Momias setidaknya memiliki 108 jasad mumi yang dijadikan bahan pertunjukan. Baik pria ataupun wanita, serta orang tua dan juga anak kecil. Mumi-mumi ini menjadi salah satu kunjungan bagi para turis. Tapi, darimanakah para mumi ini berasal?

Mumi ini sebenarnya berasal dari para rakyat sederhana yang terkena wabah kolera pada tahun 1883. Akibat wabah yang berkepanjangan yang tersebut, berdampak banyaknya korban yang meninggal dunia. Pemakaman kota pun menjadi penuh sehingga terjadi kekurangan serius untuk ruang pemakaman. Sebagai upaya untuk memperbaiki masalah itu, Guanajuato menerapkan pajak yang menuntut para keluarga untuk membayar penguburan saudara-saudara mereka.

Pajak tersebut dikabarkan mencapai 170 peso pertahun untuk masa 3 tahun. Sayangnya, kebanyakan rakyat sederhana tidak sanggup untuk membayarnya, sehingga korban yang dikuburkan tanpa basa basi itu harus dikeluarkan secara paksa. Korban yang dikeluarkan karena tidak mampu dibayar oleh pihak keluarganya disimpan di pergudangan kota. Setelah mendengar kabar bangunan kota yang menyimpan banyak mumi yang diawetkan, para wisatawan pun mulai berdatangan untuk mengunjungi kota tersebut.

Para penjaga kuburan pun mulai mencari keuntungan dengan memungut uang masuk jika ingin melihat kedalam penyimpanan tersebut. Lama-kelamaan tempat tersebut didirikan menjadi sebuah museum. Museum ini semakin terkenal setelah dibuatkannya film di tahun 1970-an dengan judul Santo Versus the Mummies of Guanajuato. Film ini mengisahkan seorang yang bernama Santo yang berperang melawan para mumi dari museum tersebut.

Mumi yang paling terkenal bernama Ignacia Alguilar, dikenal sebagai mumi yang dikubur secara hidup-hidup. Ignacia Aguilar adalah seorang wanita yang memiliki penyakit aneh. Detak jantungnya terkadang bisa berhenti sendiri untuk beberapa waktu tanpa sebab. Detak jantungnya juga berdetak sangat lembut, sehingga terkadang sulit untuk terdeteksi.

Ignacia alguilar juga menderita penyakit kolera, dan akibat karena detak jantung yang sering berhenti tanpa sebab itu, dia langsung dikuburkan keluarganya secara tergesa-gesa akibat keluarganya. Kejadian ini juga diakibatkan karena kurangnya pengetahuan kedokteran pada saat itu.

Beberapa tahun setelah penguburan, jasadnya dikeluarkan karena pihak keluarganya tidak mampu membayar pajak pemakaman. Jasadnya didapati sedang bertelungkup di peti matinya, dengan jidat yang dipenuhi cakaran-cakaran. Mulutnya juga dipenuhi darah yang akibat menggigit tanganna sendiri. Jasad tersebut hingga sekarang masih saja dipajang dengan mulut yang masih terbuka lebar seperti berteriak.

Biaya untuk masuk ke museum ini terbilang cukup mahal yaitu 55 Peso, atau sekitar Rp 50.000. Dengan tambahan beberapa Peso, Pengunjung diizinkan untuk mengambil foto-foto mumi yang menyeramkan ini sesukanya. Tentu saja, ada pengunjung yang bertingkah ekstrim dengan berselfie bersama ‘mereka’.

Ngeri ya! Dari peristiwa tragis pada masa lampau ini, telah memberikan info bagi kita yang di masa kini bahwa penyakit-penyakit pada zaman dulu adalah sebuah wabah yang sangat mengerikan dengan akibat-akibat yang fatal bagi suatu komunitas. Berbeda dengan sekarang yang banyak penyakit sudah dapat dengan mudah untuk disembukan.