History

Sejarah Perkembangan Alat Perekam Suara di Dunia

Seorang penyanyi tidak akan menjadi apa-apa, tanpa adanya sebuah label rekaman. Label rekaman ini adalah sebuah perusahaan, yang mengelola rekaman suara seorang penyanyi dan penjualannya, termasuk promosi dan perlindungan hak cipta. Label rekaman biasanya akan menggaet beberapa penyanyi yang dianggap memiliki kemampuan dan harga jual yang tinggi, kemudian memperkenalkan dan mempromosikan mereka kepada masyarakat.

Label rekaman ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap ketenaran seorang penyanyi. Jika tidak ada Label rekaman yang mengontrak anda, bagaimana mungkin anda bisa dikenal sebagai penyanyi oleh masyarakat? Kalau kata orang Medan sih itu namanya “Mimpi di siang bolong, cuy”.

Di dunia ini, ada banyak perusahaan rekaman yang bisa anda temukan dengan mudah. Biasanya setiap negara memiliki jumlah perusahaan rekaman yang berbeda-beda satu sama lain, dan beberapa diantaranya dianggap memiliki kekuatan dan dampak yang lebih dasyat dibandingkan dengan label-label rekaman lainnya. Salah satu contohnya adalah “Warner Music Group”.

Itulah sebabnya, mengapa banyak artis ataupun penyanyi yang sangat berharap untuk berada di dalam naungan perusahaan-perusahaan rekaman besar tersebut. Selain dianggap mampu menaikkan nama para penyanyi, juga dianggap sebagai langkah awal menuju tahap kesuksesan, yang bakalan mengubah hidup mereka.

Tapi tahukah anda bagaimana asal usul berdirinya label rekaman di dunia ini? Kalau berbicara tentang asal-usul, tidak jauh-jauh dari pembahasan mengenai sejarah, penemu, dan alat perekam suara pertama yang ditemukan. Pengen tahu lebih lanjut? Ikutin aja nih penjelasannya:

Sejarah Rekaman dan Penemuan Alat Perekam Suara di Dunia

Tahukah anda kalau perusahaan rekaman yang ada pada saat ini, bukan berdiri baru-baru ini saja? Sebenarnya, perusahaan rekaman memang sudah ada sejak lama sekali. Menurut sejarah, awal kemunculan perusahaan atau label rekaman tersebut diawali dari munculnya alat perekam suara pertama, yang kabarnya ditemukan oleh seseorang yang bernama Leon Scott. Alat perekam yang ditemukannya tersebut diberi nama Phonoautograph.

Phonoautograph ini merupakan alat perekam yang pertama kali ditemukan ditemukan, sebelum adanya penemuan Phonograph oleh Thomas Alpha Edison, yang saat itu sedang menggunakan alat tersebut untuk mempelajari tentang gelombang suara pada tahun 1857. Pada masa itu, phonograph masih belum dimanfaatkan untuk memproduksi sebuah rekaman seperti sekarang ini.

Seiring berkembangnya zaman, penggunaan alat Phonograph ini mulai mengalami perkembangan, tepatnya seiring dengan pengembangan perangkat telepon pada tahun 1870-an. Pada saat itu, Thomas menggunakan penemuannya tersebut untuk mencetak pesan telepon di atas kertas berlapis wax, dengan manggunakan alat elektromagnetik.

Penemuannya tersebutlah yang kemudian mendorong kemunculan alat-alat perekam lainnya, seperti Graphophone. Penemuan alat perekam ini diperkirakan pada tanggal 9 April 1860 oleh Edouard-Leon Scott de Martinville, yang merupakan ilmuwan Perancis.

Cara Penggunaan Alat Perekam Pertama di Dunia

Phonautograph yang dipercaya sebagai alat perekam suara pertama ini, pertama kali digunakan untuk merekam suara, dengan cara memindahkan gelombang suara ke dalam selembar kertas, yang dihitamkan dengan asap lampu minyak. Untuk memutar rekaman itu sendiri, para ahli membuat sebuah alat pemindai digital dengan resolusi sangat tinggi.

Dengan menggunakan pemindai digital tersebut, para ahli dapat membaca gelombang suara yang dihasilkan oleh Edouard-Leon Scott de Martinville tersebut. Hasil percobaan ini pada akhirnya menghasilkan sebuah rekaman seseorang yang sedang menyanyikan sebuah lagu yang berjudul ‘Au clair de la lune, Pierrot repondit’.

Kelemahan Alat Perekam Pertama

Pada saat itu, rekaman yang dihasilkan oleh alat perekam pertama tersebut masih memiliki kelemahan. Kelemahannya adalah Edouard-Leon Scott de Martinville tidak bisa memutar ulang rekaman yang dia rekam tersebut.

Barulah pada tahun 1888, Thomas Alpha Edison kembali membuat sebuah alat yang dapat merekam, sekaligus dapat memutar kembali suara yang direkam tersebut. Pada tahun 1894, Emir Berliner yang merupakan seoramg ilmuan, mencetuskan sebuah ide untuk mencetak suara di atas piringan. Ide piringan inilah yang berkembang menjadi disc yang dikenal masyarakat sekarang ini.

Phonograph, graphophone dan alat perekam lainnya adalah alat perekam mekanik yang digunakan sampai pada tahun 1920, yang telah dikembangkan dengan player dan built in speaker, yang berfung untuk membuat pemutaran hasil rekaman, menjadi lebih keras suaranya. Sampai pada akhir perang dunia II, phonograph atau dikenal juga dengan gramaphone ini, menjadi satu-satunya alat perekam dan playback yang umum digunakan oleh masyarakat pada zaman itu.

Perkembangan Graphophone Sebagai Alat Perekam Suara

Setelah penemuan gramaphone, alat perekam suara masih terus mengalami perubahan demi perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Nah, barulah pada tahun 50-an, muncullah sebuah alat perekam yang dinamakan dengan tape recorder. Berbarengan dengan munculnya alat perekam ini, industri atau label rekaman di dunia pun mulai berkembang perlahan demi perlahan.

Dan hebatnya, ternyata tape recorder ini berhasil membawa dampak yang besar dalam permusikan dunia. Penggunaan tape recorder ini lebih mudah, dan biaya nya pun sangat terjangkau. Berkat adanya penemuan alat perekam ini, artis atau penyanyi tidak perlu menyanyi dengan sangat sempurna, karena sudah bisa dilakukan proses pengeditannya, sehingga tingkat terjadinya kesalahan pada saat proses perekaman, bisa dimanipulasi agar menjadi lebih baik.

Selanjutnya, alat perekam kembali berkembang menjadi Multitrack Recording yang dikenal sekitar tahun 60-an. Multitrack recording yang diciptakan ini memungkinkan untuk melakukan perekaman suara secara terpisah, dari berbagai sumber suara yang direkam pada waktu yang berbeda, untuk menciptakan suatu kesatuan yang utuh.

Selain itu, muncul pula yang disebut dengan suara stereo. Eksperimen kemudian dilanjutkan dengan merekam menggunakan 2 microphone, 2 amplifier, dan 2 speaker, yang bisa menghasilkan sebuah efek tertentu. Kemudian, pada tahun 1960-an, 8 track player mulai diasosiasikan dengan player pada mobil, sehingga menjadi sangat populer saat itu. Kepopuleran suara stereo ini ternyata tidak berlangsung lama, karena pada akhirnya kepopulerannya digantikan oleh kaset.

Tak sampai disitu saja, digital recording juga mulai berkembang di tahun 80an. Sedangkan di era 90an, budaya rekaman sudah sangat maju dengan penggunaan bermacam-macam peralatan multimedia, seperti: suara berupa file digital, edit dan mixing materi digital, serta kemunculan Musical Instrument Digital Interface (MIDI).

Nah, akibat teknologi yang berkembang dengan sangat pesat tersebut, sekarang anda bisa menemukan banyak label rekaman terkenal di dunia. Canggih bukan?

Itulah penjelasan singkat mengenai sejarah perkembangan rekaman dan alat perekam di dunia. Intinya, perkembangan rekaman di dunia ini tidak terlepas dari jasa seorang Edouard-Leon Scott de Martinville. Berkat penemuan alat perekam suara pertamanya yang dinamakan Phonoautograph nya tersebut, anda bisa mendengar suara-suara merdu dari artis atau penyanyi-penyanyi terkenal dunia saat ini.