History

Sejarah Tentang “Ark of Covenant”, Tabut Perjanjian Yang Hilang

Pernahkah anda mendengar istilah “Art of Covenant”? dan Tahukan anda tentang sejarah penting yang ada di dalamnya? Mungkin untuk beberapa orang, mempelajari sejarah adalah sesuatu yang sangat membosankan. Banyak yang tidak menyadari bahwa sejarah adalah bagian penting yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia.

Artikel kali ini adalah mengenai sebuah sejarah menarik yang banyak orang belum ketahui. Sejarah mengenai “Art of Covenant” ini akan menjadi ilmu pengetahuan baru untuk anda. Nah, sebelum masuk terlalu jauh ke dalam, ada baiknya jika anda mengetahui apa yang dimaksud dengan “Art of Covenant” ini terlebih dahulu.

Pengertian “Ark of Covenant”

“Ark of Covenant” atau sering diartikan sebagai Tabut perjanjian adalah sebuah peti suci yang dibuat oleh orang Israel zaman dulu, sesuai dengan perintah Allah. Allah sendirilah yang merancang Tabut itu. Tabut ini berisi “Kesaksian”, yaitu Sepuluh Perintah yang ditulis pada dua lempengan batu. (Keluaran 25:8-10, 16; 31:18).

“Ark of Covenant” ini memiliki arti yang berbeda-beda untuk masing-masing orang. Ada yang menganggapnya sebagai objek mistik yang memiliki kesaktian yang mengerikan, dan ada juga yang menganggapnya sebagai suatu barang atau harta yang sangat bernilai atau berharga.

“Ark of Covenant” ini merupakan sebuah artefak kuno dari sebuah agama. Banyak orang yang sangat ingin menyelidiki dan meneliti artefak ini, dengan tujuan untuk mengetahui asal-usul, tujuan dibuatnya, dan semua kebenaran tentang “Ark of Covenant” ini. Rasa penasaran inilah yang pada akhirnya menimbulkan berbagai perspektif atau sudut pandang yang berbeda-beda dari masyarakat.

Keberadaan “Ark of Covenant” di Gereja Katedral St. Mary of Zion, Ethiopia

Pengetahuan mengenai Tabut Perjanjian ini ternyata pertama kali disebutkan dalam kitab suci Alkitab, yaitu dalam keluaran 25. Ada banyak versi yang menceritakan tentang sejarah Tabut Perjanjian ini. Keberadaan benda ini pada zamannya dianggap begitu kuat dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan bangsa Israel.

Tabut perjanjian dianggap sebagai sesuatu yang sangat sakral, sampai-sampai memerlukan perlakuan khusus untuk menyimpannya. Walaupun bernilai sangat berharga, keberadaan “Ark of Covenant” ini sudah tidak diketahui lagi dengan pasti. Berbagai anggapan yang muncul mengatakan bahwa, Tabut Perjanjian tersebut sekarang berada di salah satu gereja di Ethiopia.

Gereja yang dipercaya menyimpan Tabut Perjanjian ini adalah Gereja Katedral St. Mary of Zion. Namun, yang menjadi masalahnya adalah, tak seorang pun diberi izin untuk masuk ke dalam gereja untuk melihat dan meneliti “Ark of Covenant” tersebut. Gereja ini hanya dijaga oleh seorang penjaga gereja, yang memang dikhususkan untuk menjaga gereja dan isi gereja tersebut.

Sejarah tentang “Ark of Covenant”

Sejarah mengenai Tabut perjanjian ini dimulai dari sebuak kisah dari seorang yag terpilih bernama Musa, yang pada masa itu membawa Bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir. Kisah dari Ark of Covenant ini berawal sejak kurang lebih 3000 tahun yang lalu.

Seseorang yang sengaja dipilih oleh Tuhan disuruh atau diperintahkan untuk memimpin sebanyak kurang lebih 2 juta orang Israel, keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian yang telah dijanjikan Tuhan kepada mereka. Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang,  sampailah mereka di gunung Sinai. Di atas gunung itu, Tuhan menurunkan 10 hukum penting kepada Musa. Kesepuluh hukum taurat tersebut tertulis pada dua Loh Batu.

Kemudian Musa menyimpan 10 hukum atau perintah tersebut ke dalam Tabut Perjanjian. Tabut perjanjian ini dibawa bersama-sama dengan Musa dan rakyat Israel sampai tiba di tanah perjanjian. Ada yang bilang kalau Tabut Perjanjian inilah yang membantu mereka berhasil dalam peperangan untuk merebut tanah perjanjian tersebut.

Berdasarkan beberapa informasi, ada yang mengatakan bahwa, tidak sembarang orang yang bisa melihat isi dari tabut perjanjian tersebut. Hanya orang-orang terpilih saja yang bisa melihatnya. Salah satunya adalah Musa dan Salomo. Selain kedua orang beriman ini, tidak ada seorangpun yang bisa melihatnya.

Tahu kenapa? Bukan karena mereka serakah dan ingin menguasai isi Tabut Perjanjian itu, melainkan karena selain mereka, orang lain akan meninggal ketika melihatnya. Karena alasan ini lah Tabut Perjanjian tersebut dibuat. Karena jika orang-orang langsung melihat isi tabut yang berupa kesepuluh hukum taurat secara langsung, maka orang yang melihatnya akan langsung meninggal pada saat itu juga.

Dan untuk menjaga keamanannya, Salomo membangun sebuah tempat suci yang dinamakan Bait Salomo. Di sinilah Tabut perjanjian tersebut disimpan. Tapi sayangnya karena pada saat itu terjadi peperangan yang sangat mengerikan, akhirnya Bait tersebut hancur. Tapi setelah beberapa lama kemudian, Bait tersebut berhasil dibangun kembali untuk kedua kalinya.

Pembangunan tersebut ternyata tidak bertahan cukup lama, karena tak beberapa lama kemudian, Israel kembali kalah dalam perang dan bait tersebut akhirnya dihancurkan dan dibakar. Akibat peperangan tersebut, Tabut Perjanjian dipindahkan entah kemana. Tidak ada yang dapat memastikan perihal perpindahan tersebut. Yang pasti Tabut tersebut sudah tidak ada lagi sejak Bait Allah yang kedua hancur. Keberadaannya masih menjadi sebuah misteri sampai saat ini.

Setelah berakhirnya peperangan tersebut, masyarakat Israel sempat berniat untuk membangun kembali Bait Allah yang sudah hancur untuk yang ketiga kalinya. Akan tetapi, yang menjadi masalahnya adalah di tempat yang dulunya berdiri Bait Suci yang pertama dan kedua tersebut, sekarang telah didirikan sebuah Masjid bernama Masjid Al Aqsa. Jadi tidak mungkin Bait Salomo tersebut dibangun kembali di sana.

Karena sudah tidak memungkinkan lagi untuk membangun Bait Salomo tersebut, hingga saat ini yang tertinggal dari Bait tersebut hanyalah penampakan sebuah tembok sebagai sisa peperangan.

Wah, seru kan cerita sejarah “Ark of Covenant” ini? Sebenarnya banyak hal menarik lainnya tentang Tabut perjanjian ini. Jika anda penasaran, anda bisa mencoba membaca artikel lain yang berkaitan dengan topik tersebut.