History

Sejarah Terbentuknya Batu Terbelah atau “Split Rock” di Jabal al Laws

Pernahkah anda melihat suatu penemuan atau fenomena aneh muncul di tengah masyarakat dimana anda tinggal?  Apa yang anda rasakan setelah melihat penemuan tersebut? Apakan anda akan merasa kagum atau malah melihat kejadian atau peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja? Jawaban anda terhadap pertanyaan ini pasti akan sangat bervariasi.

Di dunia ini, ada banyak hal misterius yang mungkin sering terjadi di dalam kehidupan anda. Fenomena-fenomena tertentu yang muncul di masyarakat kerap menjadi sesuatu yang menghebohkan kehidupan beberapa masyarakat di dunia. Entah itu fenomena alam ataupun fenomena buatan, pokoknya kalau ada sesuatu yang berbeda terjadi, pasti akan langsung booming seketika. Bener kan guys?

Nah, salah satu hal misterius tersebut ternyata terjadi dan terdapat di Arab Saudi. Arab Saudi ini merupakan nama sebuah negara yang berada di Asia Barat, yang mencakup hampir keseluruhan wilayah Semenanjung Arabia. Mau tahu nggak apa hal misterius yang terdapat di negara ini? Penasaran kan? Inii dia jawabannya.

Di salah satu wilayah Arab Saudi, terdapat sebuah batu yang sangat besar. Tidak hanya besar, tapi juga menyimpan sejumlah rahasia besar, yang belum diketahui oleh banyak orang. Rahasia yang dimiliki oleh batu tersebut bahkan akan sangat mempengaruhi kehidupan atau keamanan seluruh negara yang ada di dunia.

Batu misterius ini terdapat di Jabal al Laws, yaitu sebuah gunung yang terletak di Barat Laut Arab Saudi, dekat perbatasan Jordan, di atas Teluk Aqaba, dan berada sejauh 2.580 meter di atas permukaan laut. Gunung ini lebih dikenal dengan nama ‘Gunung almond’.

Banyak orang yang beranggapan bahwa, Jabal al Laws atau gunung almond ini merupakan Gunung Sinai, yaitu gunung dimana Musa berdoa dan menerima perintah Tuhan. Pendapat ini tentunya didasarkan pada sejumlah penelitian yang berhasil dilakukan oleh beberapa orang.Walaupun penelitian tersebut berhenti di tengah jalan, dan tidak mendapatkan hasil yang memuaskan, namun setidaknya masih ada sedikit bukti yang bisa mendukung keberadaan batu ajaib ini.

Ada beragam hal misterius yang terdapat di Jabal al Laws ini. Mulai dari puncak gunung yang gosong, Gambar seekor sapi di batu, sampai dengan batu yang terbelah dua, menjadi keunikan dan rahasia tersendiri di gunung ini.

Salah satu penemuan atau peninggalan sejarah yang sangat unik dan misterius di gunung ini akan dibahas di dalam artikel ini. Penemuan tersebut adalah mengenai sebuah batu, yang berada di bagian barat atau punggung gunung, dimana Musa dan Tuhan bertemu. Tempat ini dinamakan dengan Rafidim,  yaitu tempat pemberhentian terakhir perjalanan orang-orang Israel dari Mesir sampai ke Gunung Sinai (Keluaran 17:1; 19:2; Bilangan 33:14, 15).

Awalnya Musa dipilih oleh Tuhan untuk menuntun bangsa Israel menuju tanah perjanjian. Di tengah perjalanan, bangsa Israel ini bersungut-sungut dan mengatakan bahwa mereka merasa sangat haus. Karena daerah tersebut merupakan daerah yang sangat kering dan tandus, Musa sadar kalau sangat sulit untuk mendapatkan air di sana.

Akhirnya Musa pun memutuskan untuk meminta pertolongana kepada Tuhan di atas puncak gunung sinai. Dan Tuhan pun memberikan jawaban kepada Musa. Tuhan menyuruh atau memerintahkan Musa untuk memukul sebuah batu yang sangat besar,  kemudian batu itu pun akhirnya terbelah menjadi dua, dan airpun mulai mengalir keluar dari batu tersebut. Begitulah sejarah dari “split rock” yang dikemukakan di dalam perjanjian lama, pada alkitab ini.

Batu ini merupakan batu raksasa, dengan ketinggian 60 kaki. Batu ini dipercaya sebagai sebuah batu yang dipukul oleh Musa untuk mengeluarkan air, untuk memuaskan rasa haus yang dirasakan oleh umat Israel, pada saat mereka berada di padang gurun.

Berikut ini adalah gambar dari Batu terbelah misterius tersebut.

Banyak yang berasumsi bahwa batu tersebut terbelah karena terjadinya erosi air atau angin. Bagi mereka yang tidak percaya pada cerita Musa, batu ini tidak memiliki keunikan sama sekali. Karena tidak percaya dengan sejarah alkitab tersebut, akibatnya banyak pendapat-pendapat lain yang mulai bermunculan mengenai hal tersebut.

Hanya sebagian kecil saja yang percaya bahwa sebenarnya Musa lah yang membelah batu tersebut. Dan hebatnya lagi, batu itu terbelah dua hanya dengan diketuk saja. Wah, ajaib bukan? Karena batu ini dalam kondisi terbelah dua, batu ini sangat dikenal sebagai “Split Rock” di dunia.

Seorang peneliti juga sempat mengklaim bahwa pembelahan yang terjadi pada batu tersebut adalah diakibatkan oleh erosi angin, seperti yang pernah ditemukannya di pulau Mackinaw di upper Michigan. Akibatnya, kepercayan masyarakat terhadap Musa pun menjadi hilang atau berkurang.

Beberapa orang mengklaim bahwa bahwa pemerintah Arab sengaja memagari daerah ini, karena dianggap dapat mempengaruhui pemikiran orang-orang Israel, yang menganggap bahwa daerah tersebut merupakan tanah perjanjian yang diberikan oleh Tuhan kepada nenek moyang mereka.

Jika diantara masyarakat Israel tersebut berhasil menemukan beberapa artefak sejarah di daerah ini, tentu saja akan membuat mereka mengklaim bahwa tanah tersebut adalah milik bangsa mereka. Kalau hal ini sudah terjadi, mau tak mau, perang pun didak akan bisa terelakkan. Itulah sebabnya mengapa daerah ini ditutup untuk umum sampai sekarang.