Inspiration

Sun Tzu, Jenderal China Dengan Seni Berperang Yang Mutakhir

“Know Your Enemy and know yourself, and you can fight a hundred battles without disaster”

Kalimat tersebut merupakan salah satu kebijakan dari Sun Tzu dalam menghadapi sebuah peperangan atau pertempuran. Menurut Sun Tzu, untuk bisa memenangkan peperangan, anda harus bercermin untuk mengenali siapa diri anda sebenarnya, dan mengenal siapa musuh anda terlebih dahulu, agar anda tidak kalah dalam pertempuran tersebut.

Beberapa diantara anda mungkin masih sangat asing dengan sosok Sun Tzu ini. Tapi ketika anda sudah mengetahui sosok pria hebat ini, mungkin anda akan langsung terpana dengan kemampuan atau seni berperang dan apa yang sudah dilakukannya pada masa pemerintahan dan kejayaannya. Penasaran kan?

Sebelum membahas seberapa hebat pria ini dan apa-apa saja yang sudah pernah dilakukannya, ada baiknya jika anda mengenal sosok pria ini terlebih dahulu. Sun Tzu merupakan salah satu Jenderal terhebat dan tercerdas yang ada di sepanjang sejarah militer China. Sun Tzu dianggap sebagai ahli strategi militer pada zamannya.

Ketika mendengar kata strategi, mungkin anda akan berpikiran tentang sebuah taktik perang yang mematikan, yang dilakukan dengan pertumpahan darah, yang menewaskan banyak manusia. Tapi, strategi yang dimaksud di sini tidak seperti itu. Strategi yang diciptakan oleh Sun Tzu ini merupakan sebuah strategi yang didasarkan pada kemampuan akal dan bukan sekedar kemampuan otot saja.

Pasca keruntuhan Dinasti Chou, The Art of War yang ditulis oleh Sun Tzu, dijadikan sebagai pedoman dalam mempelajari strategi peperangan oleh masyarakat China pada masa itu. Salah satu strategi Sun Tzu tersebut tergambar dalam lima faktor fundamental, dalam memprediksi hasil perang, yaitu: politik, cuaca, medan, komandan perang, dan doktrin.

Menurut Sun Tzu, perang merupakan suatu masalah penting yang kerap terjadi pada sebuah negara. Akan tetapi, Sun Tzu bukanlah orang yang membabibuta dalam melaksanakan peperangan. Dia memiliki sebuah kebijaksanaan sendiri untuk menghindari peperangan jika keadaan memungkinkan. Hal ini jelas terlihat dari tulisannya di dalam The Art of War, yang mengajarkan tentang “victory without war” atau “kemenangan tanpa perang”, yang tidak merugikan siapapun dengan cara berdiplomasi.

Secara keseluruhan, strategi Sun Tzu ini lebih menekankan kepada penggunaan politik, diplomasi, dan pertimbangan-pertimbangan strategis untuk menundukkan dan mengalahkan lawan, dengan menggunakan kekuatan ekonomi sebagai sebuah alternatif untuk menghindari kebrutalan perang. Strategi yang dilakukannya ini ternyata berhasil dan mampu untuk meminimalisir pertumpahan darah yang terjadi pada masa itu.

Ada beberapa strategi penting yang dilaksanakan oleh Sun Tzu pada masa kejayaannya. Ketiga strategi ini merupakan strategi yang selalu menjadikannya sebagai pemenang dalam setiap peperangan dan pertempuran yang terjadi. Kekuatan fisik ternyata bukanlah satu-satunya hal yang bisa dijadikan andalan untuk menang. Hal ini berhasil dibuktikan oleh Sun Tsu. Rahasia kemenangan yang didapatkannya dalam setiap peperangan tersebut ternyata didapat berkat strategi-strategi khusus yang dimiliki dan dijalankannya.

Dan perlu anda ketahui, strategi perang Sun Tzu ini telah banyak memberikan kontribusi dalam kehidupan masyarakat dunia, dan masih dipakai hingga sekarang. Pengaplikasian strategi yang paling menonjol terdapat dalam bidang politik dan militer.

Berikut ini adalah beberapa penerapan strategi tersebut di dalam bidang politik dan militer saat ini:

1. Seseorang harus bisa bercermin untuk mengetahui siapa dirinya dan juga musuhnya.

Strategi pertama ini akan memberikan informasi tentang apa yang seharusnya dilakukan dalam menghadapi sebuah peperangan. Cara ini akan membuat anda mngetahui apa kelebihan dan kekurangan yang anda dan musuh anda miliki. Setelah mengetahui kelemahan musuh tersebut, anda akan bisa menemukan cara yang tepat untuk mengalahkannya.

Nah, yang menjadi masalahnya adalah tidak mudah untuk bisa mengetahui kelemahan dari lawan. Bener nggak? Tapi hal ini sepertinya tidak berlaku untuk Sun Tzu. Sun Tzu mengatakan “Keep Your Friends close and your enemies closer”. Artinya, anda harus bisa menjalin hubungan yang sangat dekat dengan musuh anda, bahkan lebih dekat dari seorang teman. Dengan begitu, anda bisa mengetahui kelemahannya.

2. Melumpuhkan Lawan Tanpa Harus Bertempur

Sebagai seorang Jenderal yang cerdas, Sun Tsu mampu melumpuhkan lawan tanpa harus melakukan pertempuran. Dia bisa megkalkulasikan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah penyerangan, dan tidak pernah bertindak ceroboh.

“Appear weak when you are strong, and strong when you are weak”.

Strategi dengan cara terlihat lemah di depan lawan, akan memberikan jalan kemenangan bagi anda. Lawan tidak akan menganggap anda sebagai sesuatu yang mengancam, jika mereka melihat anda lemah. Nah pada saat inilah anda bisa memanfaatkan kelengahan tersebut, untuk mengalahkan mereka.

3. Menyerang Lawan Pada Titik Terlemahnya

Ya, strategi ini memang sangat masuk akal. Jika ingin mengalahan lawan, tentu anda harus menyerangnya dari titik terlemah dirinya, bukan pada kelebihannya. Tidak akan mudah bagi anda jika menyerangnya dari segi kelebihan yang dimiliki oleh lawan. Kemungkinan untuk menang pun akan sangat minim sekali.

Ketiga strategi ini memang sangat sederhana, dan beberapa orang menganggap dan menilai strategi ini bersifat klasik, karena dilakukan atas dasar kebijaksanaan, filosofi, dan tradisi. Tapi tetap saja strategi yang dilakukannya ini adalah yang terbaik sepanjang sejarah. Buktinya strategi ini telah diadaptasi ke dalam bidang politik dan militer di seluruh dunia.

Berikut adalah contoh sederhananya:

  • Bidang Politik

Dalam bidang politik, strategi ini sering dipakai ketika hendak bersaing untuk mendapatkan posisi penting dalam suatu negara. Untuk mendapatkan posisi penting tersebut, anda pastinya harus melalui proses persaingan dengan lawan politik anda. Nah, untuk bisa menang anda tidak perlu saling adu otot. Cukup dengan bercermin dan mengetahui kelebihan anda yang tidak dimiliki oleh lawan anda, dan memanfaatkan kelemahan yang dimiliki oleh lawan tersebut untuk menang.

  • Bidang Militer

Dalam bidang militer, strategi ini memiliki peranan yang sangat penting. Strategi jitu ini lah yang diterapkan pada saat perang dingin yang pernah terjadi di antara Rusia dan Amerika Serikat beberapa tahun yang lalu. Peperangan tidak lagi tidak lagi dilakukan dengan saling menunjukkan kekuatan dengan melakukan peperangan secara “face to face”, tapi dengan menggunakan strategi khusus yang telah dirancang dengan sangat baik, kemenangan akan lebih mudah untuk didapatkan.

Wow, hebat banget kan sosok Jenderal yang satu ini? Karena kepiawaiannya dalam membuat sebuah strategi, namanya menjadi sangat dikenal dan dianggap sebagai orang yang berjasa besar dalam perkembangan persaingan politik dan militer di seluruh dunia.