Technology

Sering Tertipu dan Salah Menginstal Aplikasi? Berikut Cara Mengatasinya

Kebiasaan mendownload aplikasi tanpa memastikan dan meyakini kalau aplikasi tersebut asli atau tidak, tampaknya sudah menjamur di kalangan masyarakat.

Entah itu karena buru-buru atau memang dasar manusia sekarang yang malas untuk mencari tahu, namun yang pasti kesalahan menginstal aplikasi memang banyak terjadi.

Tidak usah jauh-jauh mencari contohnya, kasus tentang versi palsu dari aplikasi WhatsApp yang telah diunduh lebih dari 1 juta kali beberapa waktu yang lalu sempat ramai menjadi bahan perbincangan masyarakat.

WA palsu yang yang telah dirancang dengan sedemikian rupa agar terlihat persis dengan versi aslinya tersebut telah berhasil membodoh-bodohi para pengguna smartphone yang tidak berhati-hati dan teliti pada saat melakukan pengunduhan. Bukan hanya aplikasi WA palsu, game Pokemon Go juga pernah mengalami hal yang sama.

Anda harus tahu kalau aplikasi palsu pada dasarnya bersifat merusak. Setidaknya satu perangkat akan langsung terkunci setelah proses instalisasi selesai dilakukan.

Para penggunan harus melepas atau mencopot baterai mereka atau menggunakan pengelola perangkat android untuk membuka kunci telepon mereka.

Kesalahan dalam mendownload aplikasi ini adalah sesuatu yang menakutkan. Apalagi kalau aplikasi yang anda instal tersebut termasuk aplikasi yang sangat berbahaya, yang dapat menyebabkan kerusakan yang mempengaruhi kinerja ponsel anda atau bahkan membuatnya tidak bisa berfungsi lagi alias “mati”.

Aplikasi palsu lainnya biasanya juga akan menampilkan iklan yang menjual layanan mahal. Ironisnya aplikasi tersebut juga mengklaim bahwa perangkat anda telah terinfeksi oleh perangkat lunak perusak, yang ujung-ujungnya juga akan meminta pengguna untuk membeli alat mahal (antivirus) untuk menyingkirkannya.

Meskipun Google telah berhasil menghapus beberapa aplikasi palsu tersebut dari Play Store, namun tetap saka masih ada yang berhasil lolos atau menyelinap masuk, seperti Judy Malware (Virus Judy), yang biasanya menyamar sebagai permainan mode atau permainan masak-memasak, yang pada kenyataannya adalah aplikasi klik-iklan yang berbahaya.

Judy merupakan jenis gangguan yang telah memberikan dampak pada perangkat iOS dan Android dan berhasil menginfeksi sekitar 36 juta perangkat Android sebelum berhasil terdeteksi keberadaannya. Itulah jenis malware yang paling banyak tersebar atau ditemukan di Play Store.

Sangking bahayanya malware ini, aplikasi populer mana saja bisa disalin olehnya. Jadi siapa pun anda, jika anda tidak teliti dalam memilih aplikasi dan tidak memiliki pengetahuan untuk membedakan antara aplikasi palsu dan asli, maka anda sangat beresiko untuk tertipu oleh malware ini.

Sebenarnya jika mau, anda bisa menghindari hal tersebut dengan melakukan beberapa langkah sebelum akhirnya memutuskan untuk mengunduh aplikasi yang anda inginkan dari Play Store. Ini semua adalah untuk keamanan smartphone yang anda gunakan. Lagian, tidak ada salahnya juga lo untuk dicoba guys.

  • Hindari Toko Aplikasi Pihak Ketiga

Meskipun aplikasi jahat ini terkadang ditemukan di Google Play Store, namun kemungkinan besar anda juga akan menemukannya di toko aplikasi pihak ketiga, yang diketahui jarang dilakukan pemeriksaan.

Oleh karena itu, anda lebih disarankan untuk menginstal aplikasi dari Play Store daripada dari toko-toko aplikasi lain yang belum jelas.

  • Cari Nama Pengembang Aplikasi

Memang mudah sekali untuk mendownload aplikasi palsu atau peniru secara tidak sengaja. Akan tetapi anda bisa saja mencegahnya dengan cara memverifikasi nama pabrikan yang membuat aplikasi tersebut.

Sebagai contohnya adalah untuk App Pokemon Go yang dibuat oleh Niantic. Jika aplikasi Pokemon yang anda coba unduh memiliki nama pengembang yang berbeda dari Niantic, maka sebaiknya segera tinggalkan aplikasi tersebut.

Dan untuk aplikasi yang lain, jika anda tidak tahu nama perusahaan pengembangnya, anda bisa mencari tahu informasi tersebut di pencarian Google.

Pengembang yang hebat biasanya akan memiliki situs web sendiri, yang memuat informasi tentang aplikasi yang dimilikinya, informasi mengenai dukungan teknis dan lengkap dengan detail kontaknya.

  • Membaca Ulasan Aplikasi

Aplikasi populer umumnya akan memiliki ulasan dari para ahli dan pengguna. Salah satu hal penting yang harus anda perhatikan sebelum memutuskan untuk mengunduh aplikasi yang anda inginkan adalah memeriksa ulasan pengguna di toko aplikasi tersebut.

Setelah itu cobalah untuk mencari dan membaca ulasan pakar dari publikasi teknologi terkenal. Dari ulasan tersebut anda bisa mengetahui seberapa akurat aplikasi yang akan anda instal tersebut dan bisa membantu anda terhindar dari perangkat lunak jahat (malware). Ulasan pengguna sangat membantu dalam menyaring aplikasi jahat atau perusak.

  • Instal Perangkat Lunak Keamanan (Security Software)

Jika anda menggunakan PC, kemungkinan anda pasti sudah memiliki perangkat lunak antivirus atau perangkat lunak keamanan lainnya yang bisa langsung digunakan.

Sebagian besar perusahaan tersebut menawarkan perangkat lunak keamanan mereka untuk versi mobile,  seperti misalnya Avast!, AVG, BitDefender dan Kaspersky.

Ada banyak pilihan gratis dari software keamanan serta aplikasi premium dengan fitur canggih dan biaya tahunan yang kecil, yang bisa anda temukan di play store.

Alat ini akan memindai aplikasi yang terpasang dan memperingatkan anda sebelum mengunjungi situs web yang terinfeksi. Sebagai bonus, anda juga akan mendapatkan berbagai fitur seperti backup data, remote wipe dan kemampuan untuk mengunci aplikasi.

  • Jaga Agar Android OS Anda Tetap Up to Date

Langkah berikutnya yang harus anda lakukan agar terhindar dari aplikasi palsu di google play store adalah memastikan kalau anda telah mengunduh pembaruan OS dan pembaruan keamanan, yang sering menyertakan tambalan untuk melindungi perangkat dari ancaman terkini.

  • Ikuti Berita Tentang Keamanan

Hingga saat ini, ada banyak sekali aplikasi berbahaya dan sejumlah pelanggaran keamanan yang telah berhasil ditemukan oleh perusahaan keamanan perangkat lunak. Dan salah satunya ditemukan oleh perusahaan penyedia antivirus Eset.

Sebagai peneliti malware, Lukas Stefanko menulis sebuah pernyataan di dalam sebuah laporan yang berisi kalimat seperti berikut, “Ini adalah pengamatan pertama tentang fungsionalitas lockscreen yang berhasil digunakan dalam aplikasi palsu yang telah mendarat di Google Play.

Penting untuk dicatat bahwasannya dari sana hanya dibutuhkan satu langkah kecil untuk menambahkan sebuah pesan ransom dan menciptakan pengunci layar ransomware pertama di Google Play. ”

Ransomware sendiri adalah infeksi malware tipe trojan horse yang membuat komputer korban tidak bisa beroperasi. Ketika seorang cybercriminal berhasil mengunci anda dari perangkat anda sendiri dengan virus perusak ini, maka mereka akan dengan mudah melakukan pemerasan pada anda.

Tawar menawar pun akan terjadi setelah virus ini berhasil melumpuhkan data atau aplikasi berharga yang anda miliki, serta mereka hanya akan membukanya setelah anda membayar dengan sejumlah uang yang telah ditentukan.

Jika ransomware berhasil masuk ke Google Play Store, maka walmare ini akan menjadi sebuah bencana. Itulah sebabnya mengapa saat ini anda harus mulai melindungi aplikasi anda dengan sejumlah antivirus yang hebat.

Bagaimana jika anda secara tidak sengaja mendownload aplikasi yang buruk atau salah?

Kalau pertanyaan anda sama seperti yang diutarakan di atas barusan, saya harap anda memiliki penyokong atau pelindung di perangkat anda, sehingga kalaupun nantinya ada virus yang masuk, virus tersebut bisa langsung dibersihkan dngan cepat sebelum menyerang aplikasi yang lainnya.

Anda semua pasti tidak ingin perangkat seperti smarthone anda terkena virus saat sedang mengunduh sesuatu, bukan? Untuk itu, mulai saat ini anda harus lebih jeli dalam melihat aplikasi yang anda unduh serta kalau bisa, cobalah untuk melakukan langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas tadi.

Semoga anda bisa terhindar dari “aplikasi-aplikasi siluman” ya guys. Good Luck.