Unique

Pulau Ini Hanya Dikhususkan Untuk Pria, Kenapa ya?

Jepang memang selalu memiliki caranya sendiri untuk menarik perhatian masyarakat dunia. Meskipun bisa dikatakan bahwa Jepang ini adalah negara yang tidak begitu besar, namun siapa sangka negara ini ternyata bisa menjadi salah satu negara maju dan berpengaruh di dunia. Masyarakat Jepang sendiri bahkan sangat dikenal sebagai pekerja keras yang rata-rata memiliki kemampuan intelektual yang tinggi.

Kemampuan yang mereka miliki tersebut tidak main-main lho. Buktinya saja mereka mampu menciptakan robot-robot hebat dan canggih untuk mempermudah pekerjaan mereka. Beberapa robot tersebut bahkan diekspor ke luar negeri. Tidak hanya dikenal karena kemajuan teknologinya saja, mengenai aturan kesopanan, Jepang juga layak diacungi jempol. Gimana tidak? Untuk duduk saja, mereka memiliki aturan khusus yang disebut dengan Seiza. Dan masih banyak lagi hal-hal unik yang bisa anda temukan dari negeri sakura ini.

Beranjak dari aturan diatas, kali ini hal unik yang akan dibahas mengenai Jepang bukan lagi mengenai teknologi atau kebudayaannya, melainkan tentang sisi lain dari negara tersebut, yang dilihat dari salah satu pulau yang berada di sana. Jika berbicara tentang pulau, beberapa negara di dunia ini memiliki banyak sekali pulau-pulau yang indah, termasukIndonesia.

Pemandangan Pulau yang indah inilah yang terkadang dimanfaatkan oleh sebuah negara untuk menarik para wisatawan untuk berkunjung. Hal ini tentu saja akan sangat menguntungkan negara tersebut. Semakin banyak wisatawan yang datang, maka semakin besar pula pendapatan visa negara. Benar nggak?

Dari banyaknya negara yang ada di dunia ini, Jepang merupakan salah satu negara yang juga memiliki banyak pulau-pulau yang indah, meskipun yang paling dikenal hanya 4 pulau utamanya saja, yaitu: Honshu, Hokkaido, Kyushu, dan Shikoku. Selain keempat pulau utama tersebut, tidak banyak orang yang tahu bahwa sebenarnya masih ada banyak lagi pulau-pulau kecil yang indah, yang berada di kawasan negara Jepang ini. Diperkirakan ada sekitar 6.852 buah pulau yang terdapat di wilayah Jepang. Wah, banyak sekali bukan?

Akan tetapi, dari sekian banyaknya pulau-pulau tersebut, terdapat sebuah pulau di Jepang yang sangat menarik perhatian masyarakat dunia. Bukan hanya karena pemandangan indahnya, tapi juga karena adanya sebuah aturan misterius yang ditetapkan di pulau tersebut.

Aturan apakah itu? Sebelum membahas seberapa misteriusnya pulau ini dan aturan semacam apa yang ditetapkan di sana, tidak ada salahnya jika terlebih dahulu anda mengetahui sedikit informasi mengenai posisi dan hal menarik apa saja yang terdapat di pulau tersebut. Setuju nggak?

Pulau Okinoshima

Pulau misterius yang dimaksud dalam pembahasan di atas bernama Pulau Okinoshima.Pulau ini merupakan pulau kecil seluas 971 km persegi dan merupakan bagian dari kota Munakata, Fukuoka, Jepang. Pada abad ke-4, Pulau Okinoshima ini dijadikan sebagai tempat pemberhentian oleh para pelaut, terutama orang-orang Munakata.

Dulunya perairan pulau ini dimanfaatkan sebagai jalur perdagangan di Asia Timur, terutama untuk melakukan perdagangan dari Jepang ke China dan semenanjung Korea. Para pelaut kerap mencari perlindungan dari para dewa dan akan berhenti di pulau ini untuk berdoa dan memberikan persembahan. Mereka percaya bahwa setelah mereka melakukan hal tersebut, mereka akan mendapatkan keselamatan dari sang Dewa yang mereka sembah.

Tidak hanya dijadikan sebagai jalur perdagangan, beberapa masyarakat setempat juga menganggap pulau ini sebagai tempat Tuhan tidur. Karena anggapan tersebutlah pulau ini akhirnya dijadikan sebagai tempat yang sangat sakral. Sanking sakralnya tempat ini, tidak sembarangan orang diperbolehkan datang bahkan masuk ke pulau tersebut. Hanya para pria dan pendeta saja yang diperbolehkan datang dan memasuki pulau ini.

Karena dipercaya sebagai tempat yang sangat sakral, pulau Okinoshima ini akhirnya banyak didatangi oleh orang-orang yang membawa berbagai persembahan bagi para dewa agama Shinto untuk meminta perlindungan. Persembahan yang di bawa pun sangatlah beragam dan merupakan barang-barang yang berharga, seperti pedang, manik-manik, cermin dan barang-barang berharga yang lainnya.

Yang menjadi masalahnya bukanlah pada jenis persembahan ataupun ritual apa yang mereka lakukan di pulau tersebut, melainkan pada aturan aneh yang hanya mengkhususkan para pria saja yang bisa datang melakukan ritual di sana.

Aturan Aneh di Pulau Okinoshima

Tahukan anda aturan aneh apa yang diterapkan di pulau Okinoshima ini? Aturannya adalah: seluruh kaum wanita dilarang untuk menginjakkan kaki ke pulau ini, tanpa terkecuali. Aturan inilah yang sampai saat ini menjadi kontroversi untuk sebagian orang. Banyak yang berpendapat bahwa aturan tersebut tidak beralasan sama sekali. Tapi meskipun begitu, aturan yang melarang perempuan datang ke tempat itu memang sudah diberlakukan sejak zaman kuno.

Mungkin saat ini anda sedang bertanya-tanya kan mengapa aturan seperti ini harus ditetapkan di pulau tersebut? Nah, agar anda tidak semakin penasaran, berikut ini adalah alasannya:

Pulau Okinoshima menganut tradisi keagamaan Shinto

Pernahkah anda mendegar agama Shinto? Shinto merupakan salah satu agama resmi dan agama tertua yang di anut oleh sebagian besar masyarakat Jepang. Sebenarnya di Jepang ada 3 agama yang ditetapkan secara resmi, yaitu: Agama kristen, Budha dan Shinto. Hanya saja di dalam paraktiknya, shinto cenderung mendominasi dan menjadi sebuah bagian kebudayaan atau aliran kepercayaan.

Agama Shinto ini mengajarkan manusia untuk lebih menyatu dengan dunia, dengan alam dan selalu mengingat masa lalu. Itulah mengapa di Jepang sering sekali diadakan berbagai ritual yang unik hingga kadang terkesan sangat aneh. Kepercayaan ini juga memiliki aspek animisme, yaitu keyakinan bahwa roh berada dalam berbagai benda di alam.

Sama halnya seperti agama-agama lain pada umumnya, penganut agama shinto juga melakukan ritul-ritual keagamaannya di tempat ibadah mereka, yaitu kuil. Itulah sebabnya mengapa di Jepang anda pasti banyak menemukan kuil-kuil yang dibangun oleh masyarakat setempat.

Tiap-tiap kuil yang berada di Jepang memiliki aturan dan keunikannya masing-masing, contohnya saja kuil payudara yang ada di Soja City, Okayama Prefecture. Jika di pulauOkinoshima ini wanita dilarang tegas untuk masuk, di kuil payudara malah sebaliknya. Wanita bebas masuk dan berdoa di sana. Cukup aneh bukan?

Pulau Okinoshima yang melarang ketat kaum wanita masuk ini berada di bawah kepemilikan Kuil Munakata Taisha. Pulau ini kabarnya hanya memiliki satu pekerja saja dan itupun seorang laki-laki, yang menjadi penjaga kuil sekaligus pendeta di sana. Konon katanya, pendeta ini juga lah yang akan menentukan apakah anda diperbolehkan masuk atau tidak ke tempat sakral terseebut.

Selain larangan keras kepada pengunjung wanita, pria yang datang ke pulau ini pun harus telanjang dan melakukan ritual pembersihan sebelum diizinkan masuk ke pulau ini. Mereka juga harus setuju untuk tidak pernah bercerita soal apa saja yang ditemui didalam pulau ini dan tidak boleh mengambil barang apapun dari tempat tersebut.

Alasan pelarangan bagi para wanita untuk datang atau berkunjung ke pulau Okinoshima ini memang masih belum diketahui dengan jelas. Namun beberapa informasi menyebutkan bahwa alasannya adalah karena wanita mengalami siklus menstruasi.

Di dalam agama Shinto, menstruasi yang dialami oleh wanita dianggap akan mengotori kesakralan tempat itu. Bagi mereka yang menganut agama Shinto, darah menstruasi adalah najis. Mereka juga menganggap bahwa menstruasi tersebut merupakan tanda ketidakmurnian.

Tidak hanya itu saja, ada juga alasan lain yang menyebutkan bahwa pelarangan wanita mengunjungi pulau ini dikarenakan sulitnya mencapai pulau tersebut. Perjalanan lewat laut ke pulau itu juga dianggap berbahaya untuk dilakukan oleh wanita, sehingga wanita dilarang bepergian ke sana.

Salah satunya demi melindungi diri mereka sendiri sebagai pembawa keturunan. Yah, kalau alasannya itu mungkin masih terdengar masuk akal ya guys? Tapi kalau wanita dilarang hanya karena mengalami siklus menstruasi, sepertinya terdengar sangat tidak adil. Wajar saja jika aturan tersebut ditentang oleh sebagian orang.

Hingga saat ini, karena banyaknya pria yang datang dan membawa persembahan ke pulau ini, diperkirakan bahwa Pulau Okinoshima telah mengumpulkan paling tidaknya sekitar 80.000 pernak-pernik berharga yang dianggap sebagai harta nasional. Karena hal inilah UNESCO tertarik dengan pulau ini dan mempertimbangkan pemberian status World Heritage pada pulau tersebut pada bulan Juli 2017 mendatang. Hal ini tentu saja membuat para wisatawan menjadi semakin penasaran dengan pulau ini.

Meskipun UNESCO ingin mempertimbangkan pulau ini, namun tetap saja akan terjadi perseteruan mengenai hal tersebut, karena jika memang pulau Okinoshima ini kelak mendapat status World Heritage, aturan wanita yang dilarang masuk ke sana tentu harus diubah. Sementara masyarakat setempat yang berada di sana menolak bahkan menentang perubahan aturan tersebut. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan siapapun mengubah aturan meskipun kelak UNESCO memberikan status tersebut.

Wah, susah juga ya guys kalau sudah begini ceritanya. Mau tidak mau, aturan tersebut memang harus ditaati dan dilakukan. Yah, namanya juga tiap masyarakat memiliki aturan kepercayaannya masing-masing, jadi sudah seharusnya kita hargai. Semoga saja beberapa tahun lagi, pulau ini bisa mengubah aturannya tersebut dan tidak ada larangan untuk siapapun yang ingin datang berkunjung dan menikmati keindahan pulau ini. Setuju nggak, guys?